Catat! Ini 7 Spare Part Yang Harus Rutin Diganti

Setiap pemilik mobil pasti menginginkan mobil yang digunakan selalu dalam kondisi sehat dan prima. Apalagi jika mobil tersebut kerap digunakan sebagai penunjang aktivitas sehari-hari. Maka dari itu pemilik mobil diharapkan selalu perhatian dan rajin melakukan servis berkala maupun perawatan rutin. Servis berkala ataupun perawatan rutin merupakan kewajiban pemilik mobil. Salah satu tujuannya untuk menjaga kondisi mobil agar tetap prima dan terhindar dari masalah saat digunakan.

Selain perawatan rutin atau service berkala ternyata beberapa suku cadang (spare part) mobil juga wajib diganti secara rutin. Meskipun telah ada petunjuk pemakaian (manual book) tentang seberapa lama masa pakai suku cadang (spare part) dan telah teruji oleh produsen mobil, ternyata itu tidak bisa dijadikan sebagai patokan pasti. Karena seberapa sering pemakaian kendaraan dan medan yang dilalui tentu berbeda-beda bagi setiap pemilik mobil.

Jika pemilik mobil menunda-nunda atau terlambat mengganti suku cadang bisa jadi menimbulkan kerusakan komponen yang lebih banyak. Pemilik mobil tentu harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk memperbaikinya.

Berikut ini merupakan suku cadang (spare part) yang wajib rutin diganti agar mobil Anda tetap sehat dan prima.

1. Oli Mesin

Oli mesin punya peran sangat penting dalam menunjang kinerja mesin. Oli mesin memiliki fungsi sebagai pelumas (lubricate) komponen – komponen dalam mesin, meredam getaran (dampen shock), meredam bunyi (reduce noise), mencegah korosi (prevent corrosion), mentransmisikan tenaga (transmit power), menyalurkan panas (transport heat), transport debris, mengurangi gesekan (control friction), pelindung (seal) dan menjaga agar mesin dapat bekerja dengan maksimal. Selain itu oli mesin juga membantu pendinginan mesin dan membersihkan kotoran yang melekat pada komponen mesin.

Kalau diibaratkan dalam anatomi tubuh manusia, maka oli mesin itu seperti darah di tubuh manusia. Bayangkan jika darah di dalam tubuh tidak dapat mengalir lancar, tersumbat, kotor atau berkurang akibat ada kebocoran. Maka aka terjadi malfungsi pada organ tubuh manusia.

Begitu juga dengan oli mesin, akibat beban kerja dari mesin yang cukup berat, membuat oli mesin dalam jangka waktu tertentu menjadi tidak pekat (kental) lagi, daya pelumasannya bermenurun dan berubah warna menjadi hitam. Apabila dipaksakan pemakaiannya akan mengakibatkan gesekan pada komponen mesin. Kerusakan atau keausan komponen pun akan terjadi pada mesin, sehingga suara mesin juga akan menjadi semakin kasar. Dan akibat yang paling fatal yaitu turun mesin (overhoul).

Untuk pemakaian pertama mobil baru, oli mesin sebaiknya diganti pada 1.000 km pertama. Selanjutnya penggantian oli berkala perlu dilakukan. Jika mengacu pada buku manual, seharusnya ganti oli dilakukan tiap 3.000 sampai 10.000 Km atau tiap 4 bulan sekali, tergantung mana yang lebih cepat tercapai dan tergantung juga dari jenis oli yang digunakan. Ada beberapa jenis mobil mampu bertahan pada jarak tempuh 7.500 kilometer hingga 20.000 kilometer baru melakukan penggantian oli.

Jika mobil sering mobil dipakai, sering terjebak macet dalam kondisi berhenti-berjalan sebentar (stop and go) atau mobil sering dipakai perjalanan jauh, maka semakin berat pula beban kerja oli mesin dan filter oli.

2. Saringan Oli (Oil Filter)

Berikutnya, saringan oli (oil filter) adalah komponen yang harus rutin diganti. Saringan oli berfungsi untuk menyaring kotoran yang timbul dari dari gesekan komponen di dalam mesin, serbuk metal, karbon, endapan lumpur, dan kotoran lainnya.

Dalam sistem pelumasan, filter oli berperan sangat penting yaitu memastikan bahwa oli yang telah disaring menjadi bersih dari segala bentuk kontaminasi, baik karbon, serbuk metal, ataupun kotoran lain. Sehingga oli mesin yang disirkulasikan ke dalam mesin benar-benar mampu melumasi seluruh komponen mesin yang bekerja, dan terbebas dari kotoran yang mengganggu. Komponen mesin yang sering bergesekan dan harus terlumasi antara lain piston, ring piston, mekanisme katup, booring (cylinder bore), poros engkol (crankshaft) dan lain sebagainya. Dengan begitu komponen mesin tersebut tidak cepat aus dan akan bertahan lebih lama.

Seiring berjalanannya waktu dan pemakaian mobil, kotoran yang menempel di saringan oli (oil filter) semakin banyak. Apabila elemen saringan oli telah tersumbat oleh kotoran, maka oli tidak akan dapat mengalir melewati filter oli. Sehingga mengakibatkan perbedaan tekanan diantara area masuk filter oli dan tekanan keluar filter oli. Jika tekanan tersebut melibihi batas yang ditetapkan (98 KPa, 1kg/cm2, 14 psi), maka katup bypass (relief valve) pada sistem pelumasan akan terbuka, dan mengalirkan oli ke seluruh bagian mesin yang bergerak sehingga mengurangi resiko kerusakan fatal pada mesin.

Saringan oli (oil filter) biasanya dibekali dua katup (valve). Fungsi katup (valve) ini yaitu menjebak oli agar tetap di dalam saringan oli. Hal ini dimaksudkan agar saat mesin dimatikan, oli mesin tidak turun semua ke bak penampung oli (oil pan) di dasar blok mesin. Oli tersebut mesti ditahan agar pada saat mesin dinyalakan kembali, pelumasannya mencukupi. Maka dari itu perlu diingat agar posisi pemasangan filter oli pada mesin biasanya menghadap ke bawah atau terbalik.

3. Saringan Udara (Air Filter)

Meskipun pemilik mobil rajin melakukan perawatan atau servis berkala di bengkel mobil, bukan berarti semua komponen pada mobil bisa bertahan hingga jadwal servis berkala berikutnya. Seiring waktu pemakaian dan medan yang ditempuh, komponen saringan udara (air filter) bisa saja butuh perawatan atau penggantian lebih cepat dari jadwal.

Saringan udara (air filter) harus mampu menyaring partikel berukuran micro maupun besar yang berupa debu, daun, dan kotoran lainnya, sebelum memasukkannya ke dalam sistem injeksi, dimana udara akan bercampur dengan bahan bakar, yang selanjutnya diproses di ruang bakar mesin.

Meski dapat dibersihkan saat perawatan berkala dan servis rutin, tetapi saringan udara memiliki batas usia pakai dan wajib diganti. Masalah yang dihadapi saat filter udara kotor bisa menyebabkan turunnya performa mesin diakibatkan pori-pori filter udara yang menyempit, sehingga berpengaruh pada efisinsi bahan bakar dan konsumsi BBM akan menjadi boros.

Filter udara disarankan untuk dibersihkan tiap 10.000 kilometer dan wajib diganti tiap 40.000 kilometer. Bisa juga lebih cepat jika mobil sering lewat jalan yang berdebu.

4. Busi

Suku cadang (spare part) yang satu ini memang tergolong kecil, tetapi jika bermasalah maka sangat pengaruh besar pada kinerja mesin mobil. Busi yang terganggu kinerjanya dapat mengakibatkan pembakaran yang kurang sempurna di ruang bakar mesin, sehingga membuat konsumsi bahan bakar pada mobil menjadi lebih boros. Tugas busi memantik api agar pembakaran pada ruang mesin dapat berjalan.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi mesin, salah satunya melalui warna pada kepala busi. Cukup memeriksa warna kepala busi, kita bisa mengetahui apakah mesin temperaturnya berlebihan (overheating), boros bahan bakar, boros oli dan lain sebagainya.

Mesin yang Normal ditandai oleh busi yang berwarna keabu-abuan, coklat atau merah bata dari ujung elektroda sampai selongsong busi. Busi yang masih baik membuat mesin mudah dinyalakan, baik pada putaran rendah ataupun tinggi.

Hampir 90% masalah pada mesin disebabkan oleh busi kotor. Hal ini disebabkan oleh endapan karbon (carbon fouling), timah hitam (lead fouling) dan endapan oli (oli fouling). Oleh karena itu, agar pembakaran lebih sempurna, disarankan untuk rajin mengecek busi. Jika busi sudah kotor, bisa dibersihkan dan diukur jarak bebasnya. Penggantian busi bisa dilakukan pada jarak pakai 20.000 – 50.000 km, agar kinerja pembakaran dalam mesin kembali sempurna dan optimal.

5. Kanvas Rem (Break Shoes / Break Pad)

Fungsi pengeraman tidak bisa dianggap sebelah mata. Ada dua tipe sistem pengereman, yaitu rem tromol dan rem cakram. Rem cakram membutuhkan perawatan berkala yang lebih sering dibandingkan rem tromol. Karena posisi rem cakram terbuka, sehingga debu dan kotoran dengan mudah menempel pada cakram rem (disc break). Perawatan berkala dapat dilakukan dengan menyemprotkan pembersih cakram (disc cleaner).

Pemakaian mobil sehari-hari ditambah kondisi berkendara di kota yang didominasi kemacetan (stop and go) membuat kanvas rem bekerja ekstra keras. Maka pengecekan dan penggantian kanvas rem yang sudah menipis perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan pengendara.

Untuk memeriksa ketebalan kanvas rem dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, terdengar bunyi berdecit saat dilakukan pengereman, ini menandakan permukaan kanvas rem sudah tipis sehingga menimbulkan bunyi akibat gesekan antara dua logam. Dan apabila hal itu terjadi, sebaiknya segera ganti kanvas rem.

Kedua, kanvas rem yang telah menipis dapat terdeteksi ketika pengemudi menginjak pedal rem. Dapat dirasakan pada saat melakukan pengereman, pijakan pedal rem akan terasa lebih dalam dari biasanya.

Ketiga, pedal rem bergetar ketika diinjak. Hal ini menandakan adanya permukaan yang tidak rata pada cakram rem (disc brake). Ketika pedal rem diinjak, cengkraman kanvas rem ke cakram rem (disc brake) tidak merata. Hal inilah yang memicu getaran yang terasa sampai ke pedal rem. Kondisi ini juga mempengaruhi kinerja rem dalam menghentikan laju kendaraan, tentunya sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara. Maka diperlukan penggantian kanvas rem.

Keempat, dengan melihat ketinggian minyak rem pada resevoir. Apabila volume minyak rem di bawah garis normal, ada baiknya langsung mengecek kondisi kanvas rem, karena apabila kanvas rem sudah menipis menyebabkan berkurangnya volume minyak rem yang berada di reservoir.

Untuk pemakaian normal, penggantian kanvas rem biasanya disesuaikan dengan waktu servis rutin atau jarak pemakaian mobil tiap 20.000 km.

6. Filter AC Mobil

Semua mobil generasi terbaru, pastilah telah dilengkapi AC (air Conditioner). Agar udara yang dihasilkan AC mobil bisa lebih bersih, sehat dan segar, maka diperlukan filter AC untuk menyaringnya. Komponen ini terletak di antara blower AC dan evaporator pada sistem pendingin mobil. Fungsinya untuk membantu membersihkan udara yang masuk ke dalam AC mobil Anda dari kotoran, debu, ataupun bakteri.

Seperti komponen mobil pada umumnya, filter AC harus mendapat perawatan rutin. Filter AC yang kotor dan berdebu dapat menggangu kinerja AC yang bisa berakibat suhu kabin akan sulit dingin, dan lama-lama komponen AC pun bisa rusak. Selain itu tentunya bisa menimbulkan gangguan kesehatan penumpang mobil akibat menghirup udara kotor dan tidak sehat. Jangan lupa untuk selalu merawat dan membersihkan filter AC

Jika kondisi jalan yang dilalui normal-normal saja, penggantian filter kabin AC mobil bisa dilakukan sesuai rekomendasi pabrik yaitu tiap 10.000 km. Tetapi jika yang sering dilewati jalan berdebu, maka filter AC harus diganti yang baru lebih cepat dari waktu biasanya.

7. Baterai (Aki Mobil)

Dewasa ini semua mobil terbaru telah dilengkapi dengan berbagai komponen canggih dan modern, yang semua kinerjanya membutuhkan daya listrik dari baterai atau aki mobil. Apabila aki mobil ini melemah maka komponen kelistrikan tidak dapat bekerja maksimal.

Baterai atau Aki mobil biasanya akan melemah saat masuk tahun kedua atau ketiga penggunaan mobil dalam keadaan normal. Artinya tidak ada tambahan perangkat elektronik dan aksesoris kelistrikan lain.

Melemahnya baterai atau aki mengakibatkan tidak adanya pasokan daya ke sistem kelistrikan mobil. Tanda-tanda baterai atau aki mobil yang melemah dan perlu segera diganti adalah klakson mati atau tidak nyaring, lampu-lampu indikator di dashboard redup atau mati sama sekali, remote sistem alarm mati, dan pada akhirnya mesin tidak dapat dinyalakan sama sekali.

Apabila baterai atau aki mobil sudah melemah atau mati, maka tidak ada cara lain selain mengganti dengan suku cadang yang baru. Agar sistem kelistrikan, sistem entertainment, aksesoris dan mesin kembali bekerja normal.

8. Suku Cadang Lainnya

Jika kendaraan telah mencapai jarak pakai hingga 40.000 km, biasanya akan ada banyak suku cadang (spare part) yang harus rutin diganti. Bahkan mobil pun disarankan untuk melakukan servis besar. Suku cadang yang harus diganti karena telah sampai batas usia pakai antara lain, fan belt, kanvas kopling, cairan radiator, bearing roda, ball joint, oli transmisi, tie rod, evaporator hingga ban.

Pemilik mobil harus hafal kapan harus mengganti suku cadang yang rutin dan kapan harus servis berkala. Usia pakai suku cadang (spare part) bisa dihitung berdasarkan waktu pemakaian, bulan dan tahun pemakaian, serta berdasarkan jarak tempuh pemakaian mobil.

Ingat, gunakan selalu suku cadang yang berkualitas atau yang direkomendasikan pabrikan. Suku cadang berkualitas sudah terbukti presisi dan lebih awet, sehingga aman dan tidak merugikan bagi mobil kesayangan Anda.

Jika waktu Anda sangat terbatas untuk menunggu giliran servis di bengkel mobil resmi, lakukan pemesanan booking service yang mudah di bengkel mobil “Zaini Auto Motor” untuk menghemat waktu Anda. Yang lebih mudah lagi, anda bisa juga menggunakan layanan kunjungan servis ke kantor atau rumah Anda. Jadi Anda cukup mengerjakan aktivitas rutin Anda, sambil menunggu progres pengerjaan servis mobil anda.

Bengkel Mobil, Bengkel Mobil Pro, Filter AC, Filter Oli, Filter Udara, Kanvas Rem, Oli Mesin, Spare part, Suku Cadang

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi