Penulis: andi

Pecah Ban Mobil Penyebab Kecelakaan di Tol Jagorawi

Kenali Penyebab Pecah Ban Mobil, Agar Kecelakaan Maut Tak Terulang

Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mobil MPV kembali terjadi di ruas Tol Jagorawi KM 36, Sentul, Bogor. Kecelakaan ini terjadi pada Minggu (15/9) pukul 08.30 WIB yang menewaskan tiga orang, akibat mobil MPV tersebut mengalami pecah ban. Kejadian pecah ban pada mobil memang cukup berbahaya bagi pengendara. Apalagi terjadi di ruas tol yang memungkinkan pengemudi memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi atau kecepatan di luar batas ketentuan. Mobil yang mengalami pecah ban sangat berisiko, sebab setir/kemudi bakal sulit dikendalikan sehingga berakibat mobil melaju secara liar.

Dari kejadian kecelakaan maut tersebut, bisa diambil pelajaran oleh setiap pengemudi mengenai resiko ban pecah saat sedang melaju kencang. Pecah ban mobil memang bisa terjadi kapan saja, namun jika setiap pengemudi selalu mempersiapkan perjalanannya dengan baik, maka kejadian kecelakaan fatal bisa diminimalkan. Maka dari itu, sebagai pemilik mobil yang baik, harus senantiasa memperhatikan kondisi ban mobilnya agar tetap bisa melaju dengan stabil dan aman ketika dikendarai di atas permukaan jalan.

Beberapa waktu lalu, Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Sebenarnya kecelakaan akibat pecah ban bisa dihindari. Salah satu caranya adalah pengemudi senantiasa memeriksa lagi kondisi semua ban mobil sebelum memulai perjalanan, untuk menghindari terjadinya insiden ban pecah. Sebab, ban mobil merupakan komponen keselamatan paling penting dalam berkendara. Lantaran cuma ban satu-satunya komponen mobil yang menempel dan bersinggungan langsung dengan permukaan jalan.”

Pecah ban pada mobil menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan raya. Oleh karenanya, penting bagi setiap pengemudi untuk menjaga kondisi ban mobilnya agar tidak mudah pecah. Setidaknya ada 6 faktor yang bisa menyebabkan ban mobil pecah saat dikendarai.

1. Tekanan Udara Ban Kurang

Ada beberapa penyebab ban mobil pecah mendadak. Namun, faktor utama penyebab terjadinya pecah ban bukan karena ban kelebihan udara, tetapi justru karena tekanan udara yang kurang. Ban mobil yang kekurangan tekanan udara sangatlah berbahaya. Karena pada saat itu ada bagian dinding ban yang mengalami tekanan berlebihan dari bibir pelek akibat tertekan ke bawah oleh berat mobil. Apalagi jika sedang melaju di ruas tol yang permukaan jalanannya ada bagian yang bumpy alias tidak semuanya rata.

Pecah Ban Mobil Akibat Tekanan Udara Kurang
Tekanan Udara Ban Kurang

Tekanan udara pada ban yang tidak sesuai rekomendasi seringkali membuat kerja ban menjadi berat, terutama ketika melaju di jalan tol. Ini lantaran saat ban kekurangan tekanan udara, sidewall (dinding ban) mengalami pergerakan naik-turun yang begitu sering mengikuti permukaan jalan yang dilalui. Sehingga lama-lama membuat benang dan kawat baja (steel belt) menjadi fatigue, getas dan akhirnya mudah putus.

“Gerakan sidewall ban yang begitu sering, membuat ban mobil mudah pecah ketika melaju dengan kecepatan tinggi di ruas tol. Namun, saat tekanan udara pada ban mobil sudah sesuai rekomendasi atau dilebihkan 5-10 psi, maka akan membuat posisi sidewall-nya (dinding ban) tegak. Sehingga ban tidak banyak terjadi defleksi pada sidewall-nya. Selain itu, ban mobil yang kekurangan tekanan udara akan lebih cepat panas, karena permukaan ban yang kontak langsung dengan aspal lebih luas. Jadi lapisan penyusun ban akan cepat memuai, dan bisa menyebabkan pecah ban secara tiba-tiba.” Ujar Listiyono, saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ada anggapan yang salah dan banyak dipercaya masyarakat, dimana pecah ban hanya akan terjadi ketika tekanan udaranya berlebihan. Justru saat tekanan udara pada ban sesuai ketentuan atau sedikit berlebih, dinding ban akan berada pada posisi tegak. Hal ini tidak akan sanggup membuat ban menjadi pecah, meski ada penambahan tekanan hingga 10 psi. Namun, bila ban mobil kekurangan tekanan udara, akan terjadi gesekan yang berlebihan sehingga ban panas dan strukturnya mudah rusak. Oleh karenanya, ban mobil yang kurang tekanan udara sangatlah berbahaya ketika dikendarai di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

2. Pecah Ban Mobil Karena Usia Ban

Faktor penyebab terjadinya ban pecah berikutnya adalah karena ban yang sudah tidak layak pakai. Setiap komponen kendaraan mempunyai batas usia pakai, termasuk pada ban mobil. Seiring waktu pemakaian, kondisi ban mobil yang berbahan utama karet tentunya akan rentan getas, dan kelenturannya akan mengalami penurunan. Tak hanya itu, daya cengkram ke permukaan jalan juga semakin berkurang sehingga performa ban tidak akan maksimal lagi. Ban mobil memiliki batas maksimal usia pakai berkisar antara 3-5 tahun. Jadi meskipun fisik ban masih terlihat baru, jika usianya lebih dari 3-5 tahun, tentu sudah tidak layak pakai dan sering disebut ban kedaluwarsa. Bila ban mobil sudah kedaluwarsa, maka lapisan karet penyusunnya akan mulai retak, getas dan mudah pecah.

Perhatikan Usia Ban Mobil Dengan Melihat Kode Tahun Pembuatan Ban

“Meskipun mobil jarang dipakai hingga bertahun-tahun, tak menutup kemungkinan ban akan mengeras sehingga daya absorbsi (daya serap) terhadap benturan menjadi berkurang. Pemilik mobil tidak boleh mengabaikan kondisi ban seperti ini dengan menganggap kondisi kembangannya masih tebal. Pada umumnya, produsen ban merekomendasikan usia pemakaian ban antara 3-5 tahun.” ungkap Listiyono, saat berbincang di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara mengetahui usia ban mobil adalah dengan melihat kode produksi yang ada pada sidewall (dinding ban). Pada umumnya bagian sidewall ban tertera kode angka yang menjelaskan kapan ban itu diproduksi, yakni minggu ke berapa dan tahun berapa. Misalnya jika ada kode produksi ban bertuliskan “1919”, artinya ban tersebut diproduksi pada minggu ke sembilan belas tahun 2019. Sehingga ban tersebut akan kedaluwarsa maksimal pada bulan Mei 2024.

3. Kondisi Ban Aus Mengakibatkan Pecah Ban Mobil

Ban merupakan komponen yang paling sering bergesekan dengan berbagai medan jalan, tentu membuat karet ban cepat aus dan mengalami kerusakan. Ban yang sudah aus alias botak, juga sangat rentan mengalami kasus pecah ban secara tiba-tiba. Hal ini wajib diantisipasi oleh setiap pengemudi dengan melakukan pengecekan kondisi fisik ban sebelum mobil dipakai bepergian. yang hendak menggunakan mobil sebaiknya terlebih dahulu memeriksa bannya.

Thread Wear Indicator adalah Tanda Keausan Ban
Thread Wear Indicator

Salah satunya adalah memeriksa tingkat keausan ban melalui indikator TWI (Tread Wear Indicator). Selain itu, perlu memeriksa bila ada sobekan, retakan atau benjolan pada ban, sebelum mobil dipakai perjalanan jarak jauh. Mengetahui sejak dini kerusakan ban akan lebih baik, sehingga bisa cepat melakukan penggantian atau berkendara lebih hati-hati.

“Pada semua ban dilengkapi dengan tanda/indikator keausan ban yang sering dikenal dengan tanda TWI (Tread Wear Indicator). Tanda keausan ban (Thread Wear Indicator) ini berupa simbol segitiga pada dinding ban (sidewall). Selain simbol segitiga TWI, pada ban juga terdapat tonjolan kecil di sela-sela bagian tengah kembangan ban (grooves). Setidaknya, minimal ada enam buah tanda TWI yang menunjukkan batas keausan sebuah ban. Apabila indikator TWI tersebut sudah mendekati atau sudah sama rata dengan permukaan ban sebaiknya segera lakukan penggantian ban.” Jelas Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Beban Yang Dibawa Terlalu Berat

Semakin berat beban yang diangkut sebuah mobil, maka semakin besar pula tekanan yang akan diterima oleh ban. Tekanan yang besar ini akan memaksa ban untuk bekerja ekstra keras, bahkan melampaui batas kemampuannya. Sehingga ketika ban tersebut sudah tidak mampu lagi menahan tekanan dan beban yang diterimanya, ban dapat pecah seketika. Sebaiknya kita tahu berapa daya angkut mobil milik kita. Rumusnya mudahnya adalah daya angkut sama dengan gross vehicle weight (berat maksimum mobil), dikurangi berat kosong mobil (curb weight).

Beban Berlebihan Penyebab Pecah Ban Mobil

Oleh karenanya, sebaiknya hindari mengangkut beban melebihi batas kemampuan daya angkut yang telah disarankan. Untuk mengantisipasi kelebihan muatan, pastikan beban yang diangkut mobil kita sesuai yang dianjurkan di buku manual. Jika mengacu pada jumlah penumpang, umumnya mobil berukuran sedang (hatchback, city car) hanya bisa memuat lima penumpang dewasa, sementara minivan (SUV, MPV) maksimal bisa tujuh hingga delapan orang. Kesehatan ban bakal berkurang bila terlalu lama digunakan mengangkut beban berlebihan. Salah satu dampaknya, benang/kawat di dalam ban bisa putus hingga muncul bencolan di sidewall dan permukaan ban.

5. Jarang Membersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil

Membersihkan sela-sela kembangan ban mobil terdengar seperti hal sepele. Apabila di sela-sela kembangan ban banyak terdapat batu kerikil kecil, benda tajam, atau benda asing lainnya, sangat berpotensi membahayakan kondisi ban. Sebab, batu kerikil atau benda tajam tersebut sangat mungkin menimbulkan luka dan menusuk permukaan ban. Akibatnya bisa merobek dan merusak rajutan benang/kawat baja yang berfungsi sebagai pelindung dan penyusun konstruksi ban.

Selain itu, saat hujan atau saat mobil melintasi genangan air, memungkinkan air masuk ke dalam ban melalui celah yang robek/luka tersebut. Selanjutnya, air akan masuk di dalam ban dan dapat membasahi rajutan benang dan steel belt (kawat ban). Apabila steel belt (rajutan kawat) ini basah, maka dapat menyebabkan korosi yang bisa membuat steel belt rawan berkarat dan getas. Jika hal ini terjadi dan mobil melaju di jalanan, ban berpotensi terkoyak atau robek. Dan saat itulah ban berpotensi mudah pecah.

Bersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil
Bersihkan Sela-Sela Ban Mobil dari Kerikil Dan Benda Asing

Oleh karena itu, sebaiknya tekanan udara pada ban mobil disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Biasanya, tabel petunjuk tekanan ban ada di balik pintu mobil sebelah kanan. Tabel ini memuat tekanan udara ban yang direkomendasikan. Periksalah secara rutin tekanan udara dan kondisi ban mobil sebelum memulai perjalanan. Kurangnya tekanan angin memang bisa membuat ban meletus. Sebaliknya kelebihan tekanan angin bisa mengurangi daya cengkeram ban di permukaan aspal. Untuk mengukur tekanan angin ideal pada ban sebenarnya membutuhkan alat khusus yang biasa ada pada alat pompa.

6. Perawatan Dan Penggantian Ban Rusak

Pemilik mobil wajib hukumnya menaruh perhatian lebih pada komponen ban. Agar perjalanan tetap lancar dan aman, maka sebaiknya sebelum memulai perjalanan perhatikan kondisi ban mobil terlebih dahulu. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan kondisi ban mobil bertujuan untuk mengetahui kelayakan kondisi ban mobil saat hendak digunakan. Bila terdapat beberapa indikator kerusakan di atas, segera lakukan perawatan hingga pengganti ban dengan yang baru. Khawatirnya bila dipaksakan dalam kondisi tekanan kurang, ban gundul/aus, ban rusak, dan usia ban kedaluwarsa, maka bisa memicu terjadinya kecelakaan fatal saat perjalanan. Entah disebabkan ban kehilangan traksi karena menurunnya daya cengkram ban terhadap permukaan jalan, atau terjadi pecah ban saat melaju pada kecepatan tinggi.

Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Ban
Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Dan Penggantian Ban

Intinya, pemilik mobil harus menaruh perhatian lebih soal perawatan ban, rotasi ban, dan penggantian ban yang sesuai rekomendasi pabrikan. Perawatan atau service berkala merupakan suatu keharusan, agar senantiasa mendapatkan kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Ketika service berkala biasanya di dalamnya juga ada pekerjaan pengecekan fisik ban dan rotasi ban mobil, sehingga bisa menambah rasa aman dalam berkendara. Kelalaian atau kurang rajin melakukan servis berkala pada mobil, sama halnya mempertaruhkan keselamatan dan nyawa sendiri beserta keluarga. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah tempat terbaik untuk melakukan service berkala, perawatan, dan perbaikan mobil kesayangan Anda.

Keunggulan melakukan service dan perbaikan di bengkel Zaini Auto motor adalah tanpa antrian, biayanya murah, perbaikan cepat dan tepat, banyak promo, tersedia sparepart, dan ditangani mekanik berpengalaman. Bahkan saat ini generasi millenial sangat menggemari layanan “Bengkel Mobil Panggilan”. Karena layanan ini mudah diakses melalui aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone berbasis android maupun IOS. Jadi, customer bisa secara realtime memantau histori perbaikan mobilnya memalui smartphone. Dan nantinya tinggal terima beres performa mobilnya akan kembali prima seperti baru lagi.

Agar Radiator Mobil Awet dan berumur panjang

Ini Rahasianya Agar Radiator Mobil Awet Dan Berumur Panjang

Radiator mobil memegang peranan yang sangat penting bagi kinerja sebuah kendaraan. Dimana radiator dan merupakan tempat penampungan utama bagi cairan pendingin mesin. Cairan pendingin bagi radiator bisa berupa air mineral biasa, cairan khusus (radiator coolant) atau campuran dari keduanya. Salah satunya fungsi utama cairan radiator adalah untuk menjaga kestabilan suhu kerja mesin dan mencegah mesin dari overheat.

Saat mobil berjalan, mesin akan menghasilkan panas. Cairan radiator yang bersirkulasi di dalam sistem pendingin mesin (engine cooling system) inilah yang bertugas menyerap dan menghilangkan panas yang dihasilkan oleh mesin mobil. Kemudian cairan pendingin tersebut akan kembali lagi ke dalam radiator untuk didinginkan oleh kipas radiator (radiator fan). Setelah temperaturnya menurun, cairan pendingin ini diedarkan kembali ke komponen pendingin mesin dan ke saluran water jacket pada blok mesin untuk menyerap panas lagi. Proses sirkulasi ini berlangsung terus menerus sesuai dengan kerja dari mesin selama mobil digunakan.

Agus Tri Ariyanto, Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Peran radiator untuk memastikan terjadinya proses pendinginan pada mesin dapat bekerja secara continue. Cairan radiator yang dialirkan ke komponen sistem pendingin mesin harus mampu menyerap panas mesin dengan cepat. Apabila proses penyerapan panas oleh cairan radiator ini berjalan lambat, maka berpotensi menyebabkan terjadinya overheat pada mesin mobil. Seiring berjalannya waktu, cairan pendingin di dalam radiator bisa menjadi kurang efektif untuk mendinginkan mesin. Hal ini lantaran adanya partikel kontaminan yang berupa kerak, karat, lumpur dan kotoran lainnya yang makin lama makin menumpuk dan mengendap di dalam radiator. Ketika efektifitas dari sistem pendingin mulai berkurang, maka kinerja mesin mobil pun bisa sangat terganggu. Bila sudah begini, akan terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar sehingga mobil menjadi boros BBM. Dan yang paling fatal adalah terjadinya overheat pada mesin yang mengharuskan adanya perbaikan overhaul (turun mesin) pada mobil.”

Bagaimana cara mencegah kerusakan pada sistem pendingin sehingga radiator bisa tetap awet dan berumur panjang? Agus Tri Ariyanto, selaku Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor berbagi tips rahasianya untuk merawat radiator mobil.

1. Hindari Mengisi Radiator Mobil Menggunakan Air Mineral Biasa

Tidak dapat dipungkiri, cairan radiator sebagai media pendingin mesin sangat rentan terhadap kotoran, apalagi jika berasal dari air mineral biasa. Pemakaian air mineral biasa sebagai media pendingin pada radiator sebaiknya dihindari. Karena air mineral biasa yang berasal dari air tanah (sumur), air PDAM, air keran, biasanya memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi. Kandungan zat tersebut dapat berdampak buruk pada radiator, antara lain terjadinya korosi yang bisa menyebabkan kebocoran pada radiator.

Mengisi Radiator Menggunakan Air Mineral Biasa
Mengisi Radiator Menggunakan Air Mineral Biasa

Selain itu, air mineral biasa berpotensi menimbulkan endapan kotoran di dalam radiator dan mempercepat terjadi korosi pada komponen pendingin mesin. Apabila radiator jarang dikuras, maka kotoran akan menumpuk/mengendap membentuk gumpalan yang dapat menghambat sirkulasi pendinginan dari radiator menuju mesin mobil. Oleh karenanya, pemilik mobil disarankan untuk secara berkala mengganti cairan radiator sesuai petunjuk dan rekomendasi pada buku manual setiap mobil.

“Cairan radiator bukan sekedar sebagai pendingin temperatur mesin, namun juga sebagai pencegah terjadinya korosi pada saluran sistem pendingin. Korosi dapat mengakibatkan kerusakan pada radiator, seperti kebocoran pada radiator dan komponen pendingin lainnya. Endapan kotoran yang menyumbat saluran radiator, akan menghambat sirkulasi cairan pendingin sehingga mesin cepat panas (overheat). Sebaiknya hindari pemakaian air biasa karena memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi.” ungkap Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

2. Pentingnya Coolant Bagi Keawetan Radiator Mobil

Bukan rahasia lagi, jika cairan radiator berperan sangat penting dalam menstabilkan suhu mesin dan mencegah terjadinya gejala overheat pada mobil. Perlu diketahui, apabila mesin mobil telah mengalami overheat, maka untuk perbaikannya perlu dilakukan tindakan overhaul (turun mesin) pada mobil. Untuk mencegah hal ini terjadi, pemilik mobil perlu secara berkala melakukan penggantian cairan radiator dengan cara flushing (menguras radiator). Selanjutnya, sangat dianjurkan mengisi radiator dengan cairan khusus radiator yakni radiator coolant.

Pentingnya Radiator Coolant Bagi Mobil
Gunakan Radiator Coolant Agar Komponen Pendinginan Mobil Terjaga

Air mineral biasa yang berasal dari air tanah, PDAM atau air suling, tidak bisa bekerja seefektif cairan khusus radiator (coolant) dalam mendinginkan mesin dan mencegah korosi. Sebab, radiator coolant merupakan cairan khusus yang didesign dengan berbagai formula khusus, sehingga sanggup menjaga temperatur mesin sesuai kebutuhan. Selain memang dikhususkan untuk menyerap panas dan menjaga kestabilan temperatur mesin, radiator coolant juga mempunyai fungsi lain. Yakni untuk mencegah korosi di dalam radiator dan saluran sistem pendingin mesin, serta untuk mengangkat endapan kotoran dan karat yang menumpuk di dasar tabung radiator dan permukaan saluran pendingin.

“Radiator coolant memang diformulasikan khusus untuk menyerap panas dan mencegah korosi pada komponen logam seperti radiator dan saluran pendingin mesin (water jacket). Adapun kandungan utama dari cairan coolant, adalah air tanpa mineral, zat anti-beku propylene glycol, dan pencegah karat. Penggunaan air mineral biasa (air tanah dan PDAM) seringkali menimbulkan masalah pada radiator, dikarenakan air tersebut kerap mengandung partikel seperti lumpur, karbon, garam dan lain sebagainya. Hal ini dapat menyebabkan korosi dan endapan kotoran yang akan menyumbat saluran pada sistem pendingin mesin dan radiator. Jadi pilihan terbaik untuk merawat radiator mobil adalah dengan menggunakan radiator coolant, dan sebisa mungkin menghindari pemakaian air mineral biasa.” Jelas Agus Tri Ariyanto ketika diwawancarai di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

3. Periksa Kondisi Selang Radiator

Selang radiator pada umumnya terbuat dari bahan karet yang berfungsi untuk menghubungkan radiator ke saluran pendingin di mesin mobil. Pada setiap mobil pada umumnya terdapat 2 selang yang terhubung ke radiator, yaitu selang radiator atas dan selang radiator bawah. Selang radiator diikat menggunakan klem baja untuk mencegahnya terlepas dari dudukannya akibat tekanan yang kuat dan temperatur tinggi dari mesin.

Kebanyakan selang radiator terbuat dari bahan karet sintetis yang tahan terhadap getaran, panas, dan tekanan tinggi. Karena bagian ini sangat sering terkontaminasi dengan panas mesin. Meskipun begitu, karet ini tidak selamanya mampu menahan panas dari mesin mobil. Apalagi jika mesinnya sering terjadi overheat, otomatis selang radiatornya bisa mengeras secara perlahan dan akhirnya retak.

Apabila selang radiator telah retak, maka tidak akan mampu lagi mengalirkan cairan radiator yang panas. Akibatnya cairan radiator bisa bocor, bahkan menyembur keluar saat mesin bekerja. Periksa keadaan selang radiator secara berkala, dan bila perlu, gantilah selang radiatornya jika sudah berumur.

4. Periksa Kondisi Tutup Radiator

Walau bentuknya kecil, tutup radiator memiliki fungsi yang sangat vital, oleh karenanya jangan pernah meremehkan peran tutup radiator. Apabila komponen ini bermasalah/rusak bisa mengakibatkan mobil mengalami overheat. Selain berfungsi sebagai penutup lubang pengisian cairan radiator, tutup radiator juga berperan sebagai pengatur tekanan di dalam radiator. Radiator bekerja dengan ruang yang vakum, sehingga di dalamnya ukuran toleransi tekanan di dalamnya sudah diatur dari pabrik. Keputusan buka-tutup pagar portal berdasarkan tekanan di dalam sistem radiator.

Tutup Radiator Rusak
Periksa Kondisi Tutup Radiator

Tutup radiator ini seolah menjadi pintu/portal antara radiator dengan tabung reservoir (penampung cadangan cairan radiator). Pada setiap tutup radiator memiliki komponen seal karet (pressure valve) dan pegas (pressure spring). Kerusakan tutup radiator dapat terjadi akibat adanya kerusakan pada seal karet ataupun pegas (pressure spring) yang sudah lemah. Sehingga akan menyebabkan sirkulasi cairan radiator yang berasal dari radiator yang menuju ke tabung reservoir terhambat. Akibatnya cairan radiator yang panas tersebut akan dikirimkan kembali ke bagian mesin. Suhu di dalam radiator dan mesin mobil pun akan meningkat secara perlahan.

Sebaiknya periksa bagian tutup radiator secara berkala. Periksa juga apakah seal nya masih kenyal atau tidak. Kalau sudah rusak, terpaksa Anda harus menggantinya dengan yang baru.

Tujuan menguras Air Radiator Atau Flushing Radiator Mobil

Pentingnya Menguras Air Radiator Secara Berkala

Memiliki mobil yang selalu digunakan dalam rutinitas setiap hari acapkali membuat perhatian dan perawatan mobil kesayangan terlupakan. Tidak terkecuali perawatan sederhana pada komponen mobil yang terkadang sering dianggap remeh, seperti pemeriksaan kondisi radiator. Merawat radiator mobil merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan, termasuk menguras radiator yang biasa disebut radiator flushing. Hal tersebut dikarenakan radiator merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pendinginan mesin mobil.

Radiator sebagai tempat penampungan utama cairan pendingin memegang peranan yang sangat penting bagi kinerja sebuah kendaraan. Cairan pendingin radiator ini bisa berupa radiator coolant ataupun air mineral biasa. Cairan pendingin di dalam radiator nantinya akan didistribusikan dan bersirkulasi ke seluruh komponen pendingin mesin mobil. Selanjutnya, setelah bersirkulasi mendinginkan temperatur mesin mobil, cairan tersebut akan kembali ke dalam radiator dan didinginkan oleh kipas radiator (radiator fan). Proses ini berlangsung terus menerus, sehingga temperatur mesin akan tetap stabil dan mencegah terjadinya overheat pada mesin.

Tujuan Kuras Radiator (Radiator Flushing) Secara Berkala

Cairan radiator pada sistem pendingin mesin umumnya berupa air mineral biasa, radiator coolant, ataupun campuran antara air dan radiator coolant. Seiring waktu pemakaian mobil, maka cairan radiator tersebut bisa terkontaminasi oleh kerak dan karat, yang berpotensi menyumbat dan merusak komponen sistem pendingin.

Kuras Air Radiator atau Radiator Flushing  Menggunakan Cairan RF (Radiator Flush)
Kuras Radiator dengan Cairan Radiator Flush

“Flushing radiator pada dasarnya bertujuan untuk membersihkan radiator dan seluruh komponen sistem pendingin mesin dari partikel kontaminan yang berupa kerak, karat, lumpur dan kotoran lainnya. Dan selanjutnya menggantikan cairan radiator tersebut dengan cairan pendingin yang baru dan lebih bersih. Dengan menguras radiator (flushing) diharapkan pendinginan mesin kembali maksimal dan menghilangkan penumpukan kotoran (kerak) yang bisa menyebabkan overheat pada mesin.” Ujar Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

Kuras radiator (flushing radiator) merupakan salah satu cara merawat radiator dan komponen sistem pendingin (cooling system) lainnya. Untuk melakukan flushing radiator dapat menggunakan air bersih yang dicampur dengan cairan flush (RF/radiator flush). Tujuan memakai cairan flush (RF) adalah untuk merontokkan endapan kotoran, deposit kerak dan karbon, yang menempel di dalam radiator dan di permukaan saluran pendingin. Sehingga kotoran/kerak yang berpotensi menghambat sirkulasi aliran cairan pendingin tidak akan menumpuk pada saluran pendingin dan di dalam radiator.

Kapan Waktu Yang Tepat Menguras Air Radiator (Radiator Flushing)?

Pada manual book (buku panduan) kepemilikan mobil, biasanya terdapat cara menguras radiator dan kapan harus mengurasnya (flushing radiator). Namun, antara produsen mobil yang satu dengan lainnya berbeda-beda interval waktunya. Sebagai contoh, untuk mobil baru Toyota Avanza, penggantian cairan radiator harus dilakukan untuk pertama kalinya setelah mobil menempuh jarak 160.000 km. Sedangkan untuk interval kedua dan seterusnya, dilakukan setiap mobil menempuh jarak 80.000 km.

Pada umumnya, jika cairan pendinginnya berupa campuran air mineral biasa dan coolant, maka flushing radiator dilakukan minimal setiap menempuh jarak 20.000 km atau minimal tiap 3 bulan sekali. Namun jika hanya pakai radiator coolant, kuras radiator bisa dilakukan tiap kelipatan 40.000 km. Ada juga pabrikan mobil yang merekomendasikan tiap menempuh jarak 80.000 km atau paling lama setahun sekali.

Kapan Waktu Yang Tepat Menguras Air Radiator (Radiator Flushing)?

Bagi mobil yang sering terjebak kemacetan di kota besar, disarankan melakukan flushing radiator lebih cepat dari rekomendasi di manual book. Untuk menemukan angka valid kerja radiator, biasanya menggunakan pedoman jarak tempuh mobil dikalikan tiga. Misalnya, batas maksimal flushing radiator berkisar 80.000 kilometer, jika jarak tempuh mobil sudah mencapai 25.000 km, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kondisi cairan radiator.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, “flushing radiator merupakan salah satu cara untuk merawat radiator agar tetap awet. Bila mobil sering digunakan, sebaiknya radiator dikuras setiap 3 bulan sekali, paling lama setahun sekali. Tergantung pemakaian dan kondisi medan yang sering dilalui. Menguras air radiator bertujuan agar komponen radiator yang terbuat dari logam terhindar dari korosi. Selain itu, juga untuk membersihkan endapan kotoran di dalam radiator yang bisa menyumbat kisi-kisi radiator dan saluran-saluran pada sistem pendingin mesin. Dengan rajin mengganti cairan radiator, maka radiator dan sistem pendinginan mesin akan selalu bersih dan pendinginan mesin jadi maksimal. Sehingga menjamin temperatur mesin tetap stabil dan terhindar dari masalah overheat.”

Agar Radiator Berumur Panjang

Kondisi radiator mobil harus benar-benar terawat dan terjaga dengan baik. Komponen-komponen sistem pendingin yang terhubung dengan radiator, seperti kipas radiator, pompa air (water pump), selang radiator, tutup radiator, termostat, juga harus selalu diperhatikan kondisinya. Dan hal yang kelihatannya sepele, seperti mengecek ketinggian level air pada tabung resevoir radiator, jangan pernah diabaikan. Apabila cairan pendingin pada radiator berkurang, maka segera tambahkan ulang di tabung resevoir radiator.

Cairan Coolant mencegah overheat pada mesin
Ganti Radiator Coolant Agar Pendinginan mobil Maksimal

Fungsi dari tabung resevoir ini adalah sebagai tempat air radiator cadangan. Berkurangnya air radiator di tabung reservoir menandakan sistem pendingin dan radiator tidak dalam kondisi yang baik. Maka periksa kemungkinan terjadi kebocoran atau kerusakan lainnya pada komponen sistem pendingin, seperti water pump, radiator, selang radiator, tutup radiator. Pada beberapa mobil terbaru, di tabung resevoirnya telah dilengkapi dengan sensor level air radiator. Jika lampu indikatornya menyala, berarti cairan radiatornya berkurang. Maka perlu segera memeriksa kondisi sistem pendingin mobil dari kemungkinan kebocoran, atau kerusakan lainnya.

Cara Muda Menguras Air Radiator

Selain itu, sangat dianjurkan bagi setiap pemilik mobil untuk selalu menjaga kebersihan radiator, baik bagian luar (kisi-kisi radiator) maupun bagian dalam radiator. Merawat dan menjaga kondisi radiator agar selalu dalam kondisi prima, sama halnya menjaga kondisi mobil agar tetap terus bisa dikendarai kapanpun. Namun, jika radiator tidak pernah dikuras (flushing) dan cairan radiator tidak diganti sesuai interval waktu yang disarankan, maka bisa berakibat fatal. Radiator dan komponen-komponen sistem pendingin bisa saja mengalami kerusakan parah, dan terjadi overheat pada mesin. Jika sudah begini, tentunya membutuhkan biaya mahal untuk perbaikan dan penggantian komponennya, karena diperlukan pekerjaan overhaul (turun mesin).

Cara Muda Flushing atau Kuras Air Radiator mobil

Menguras air radiator pada mobil cukup mudah dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Tinggal mengikuti petunjuk pada manual book perawatan mobil yang telah diberikan. Namun, adakalanya terdapat beberapa masalah yang ditemui saat menguras air radiator. Maka alangkah bijaknya menyerahkan perawatan radiator mobil kepada ahlinya/mekanik di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi. Selain untuk menghindari terjadinya kesalahan, melakukan perawatan di bengkel mobil akan lebih detail dan menyeluruh pada komponen-komponen pendinginan mesin.

Jangan pernah mengabaikan perawatan/service berkala pada mobil kesayangan Anda. Lakukan service berkala tersebut sesuai interval waktu yang telah direkomendasikan, agar mobil selalu dalam kondisi yang prima. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah salah satu bengkel mobil yang telah berpengalaman menangani service berkala dan perbaikan pada ribuan mobil pelanggannya.

Enaknya melakukan service dan perbaikan di bengkel Zaini Auto motor, antara lain tanpa antrian, harganya murah, perbaikan cepat dan tepat, tersedia sparepart, banyak promo/diskon, dan ditangani mekanik berpengalaman. Bahkan ada layanan yang saat ini digemari generasi millenial, yakni layanan “Bengkel Mobil Panggilan” di tempat manapun yang diinginkan. Layanan ini cukup mudah diakses melalui aplikasi “bengkel mobil Pro” di android dan IOS. Jadi, customer tinggal terima beres dan performa mobilnya akan kembali maksimal dan prima seperti baru lagi.

Service Berkala 1000 km Pada Mobil Baru Toyota

Mengapa Mobil Baru Wajib Service Berkala 1000 KM (1 Bulan Pertama)?

Ketika memiliki mobil baru, pastilah ingin sesering mungkin beraktivitas atau bepergian dengan mengendarai mobil tersebut. Apalagi saat weekend atau musim liburan, tentu sangat menyenangkan bisa membawa keluarga berlibur memakai mobil yang baru dibeli. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat pertama mengendarai mobil baru yang diidamkan. Biasakan terlebih dahulu mempelajari buku manual (manual book) yang meliputi, spesifikasi teknis dan pemakaian berbagai fitur yang dimiliki mobil. Serta pelajari kapan sebaiknya melakukan service berkala 1000 KM pertama, agar tidak salah dalam pemakaian dan perawatannya.

Berkendaralah di jalan dengan rileks dan sesuai dengan kondisi lalu lintas. Jangan langsung memacunya dengan bertindak agresif, seperti mengendarai mobil secara kasar atau kebut-kebutan. Hal ini dikarenakan komponen mobil baru membutuhkan waktu penyesuaian antar komponen yang bergerak selama digunakan, dan butuh beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

Dengan perkembangan teknologi terkini, tentunya kualitas sparepart mobil terus meningkat, sehingga celah terjadinya kesalahan produksi semakin kecil. Namun, tetap saja butuh waktu penyesuaian agar antar komponen yang bergerak dapat bekerja dengan baik, sehingga mereduksi potensi kerusakan. Untuk memastikan kondisi tersebut, para pemilik mobil baru disarankan untuk menjalani service berkala 1000 km atau 1 bulan pertama, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

“Meski semua komponen mobil sudah mengalami proses pengujian kualitas di pabrik, namun dalam proses produksinya, mungkin saja terdapat komponen yang tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, pada komponen pada mobil yang masih baru dan presisi, running-in period atau masa break-in (inreyen) penting dilakukan, agar ketika mulai digunakan ada penyesuaian antar komponen, kondisi lingkungan dan pemakaian. Dan untuk memastikan masa break-in (running-in period) berjalan dengan baik pada semua komponen mobil, maka perlu dilakukan service berkala 1.000 km.” Ungkap Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor,

Apa Ruginya Mengabaikan Servis Berkala Pertama Mobil di 1.000 km?

Para pemilik mobil dituntut untuk melakukan perawatan berkala, yang dimulai dari 1000 km atau 1 bulan pertama setelah digunakan. Namun adakah efek negatif yang timbul apabila kita melewatkan atau mengabaikan service pertama tersebut?

Diagnostic Scanning dan Service Berkala Pada Mobil Baru
Diagnostic Scanning & Inspection Services

“Sebenarnya tujuan service berkala 1.000 km itu lebih dimaksudkan untuk memeriksakan dan memastikan kondisi komponen-komponen mobil sudah sesuai standard. Termasuk di dalamnya oli mesin dan cairan lainnya, dalam keadaan baik, berfungsi optimal dan bekerja sebagaimana mestinya. Service berkala 1.000 km ini dilakukan setelah mobil digunakan dalam kurun waktu 1 bulan pasca diserah-terimakan atau dikirim ke konsumen.” jelas Agus Tri Ariyanto, selaku General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor.

Pada waktu servis pertama ini, tak ada komponen yang perlu diganti, para mekanik biasanya hanya akan melakukan pemeriksaan beberapa item pada komponen mesin, sasis, dan bodi mobil. Sebenarnya tidak ada yang secara spesifik dikhawatirkan, hanya saja bila ada komponen yang terganggu akan mengusik kenyamanan dalam berkendara. Apalagi difase ini pemilik mobil sedang asyik-asyiknya mencoba berbagai fitur dari mobil barunya.

“Secara khusus tidak ada yang perlu dikhawatirkan, namun seandainya ada komponen yang bekerja tidak optimal di awal pemakaian, dapat segera diperbaiki. Deteksi dini membuat kerusakan tidak akan menjalar dan bertambah besar, sehingga bisa mempengaruhi kenyamanan berkendara dari konsumen,” kata Agus Tri Ariyanto, di bengkel Zaini Auto Motor.

Mengapa Service Berkala 1000 KM / 1 Bulan Pertama itu Penting?

Service berkala 1.000 km pertama merupakan sarana penting untuk memeriksa dan memastikan bahwa mobil baru milik konsumen dalam kondisi prima. Hal ini demi untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pemilik mobil selama berkendaraan ke depannya. Bila cara mengemudi mobil dari konsumen kurang benar hingga ada komponen mobil yang rusak, maka saat service berkala 1.000 km bisa segera dideteksi.

Diagnosi scanning Service Berkala Mobil Baru
Diagnostic & Computer Scanning Service

Deteksi dini menghindarkan kerusakan yang bertambah parah, sehingga langsung bisa diperbaiki untuk menghindari kerusakan menjalar ke komponen mobil lainnya. Alhasil, mobil terhindar dari risiko perbaikan besar. Sebagai contoh, ada sedikit masalah pada mobil Toyota yang baru dibeli. Tetapi karena melewatkan service berkala 1.000 km pertama, kerusakan pada mobil baru tersebut semakin membesar. Untuk solusi masalah tersebut ternyata perlu mengganti komponen yang rusak. Apabila sampai ini terjadi, maka besar potensinya klaim garansi (warranty) mobil baru tersebut ditolak oleh bengkel resmi Toyota.

“Servis pertama merupakan hal penting yang jangan sampai dilewatkan. Pasalnya, service ini nantinya menjadi syarat dari warranty (garansi) yang diberlakukan setiap produsen mobil dan bengkel resmi. Memang sebaiknya jangan melewatkan service berkala 1.000 km pertama untuk mobil yang baru kita beli dan baru sekitar sebulan dipakai. Service ini sifatnya hanya pengecekan komponen dan fungsi kerja tiap komponen mobil, maka belum ada proses penggantian sparepart yang sifatnya rutin. Keuntungannya, jika ada komponen yang tidak berfungsi maksimal, bisa terdeteksi sejak dini, sebelum nantinya merembet menjadi kerusakan yang lebih parah.” Ujar Agus Tri Ariyanto, ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Komponen Yang Diperiksa Saat Service Berkala 1000 km

Saat service berkala di bengkel resmi atau bengkel mobil profesional lainnya, biasanya sesuai SOP akan dilakukan pemeriksaan secara detail. Terutama seluruh komponen bergerak pada mobil. Untuk pemeriksaan fungsi dari seluruh komponen interior di kabin, meliputi sistem kemudi, sistem AC, sistem keamanan, head unit dan fungsi kelistrikan. Selanjutnya, pemeriksaan pada bagian eksterior, meliputi bodi, pintu, lampu-lampu mobil, wiper, sensor dan kamera parkir.

Service Berkala Mobil Baru pada 1 bulan Pertama
Service Berkala Mobil

Pemeriksaan terakhir adalah pada bagian mesin dan penggerak roda. Untuk bagian mesin meliputi pemeriksaan oli mesin, tegangan fan belt, sistem radiator, brake fluid, cairan-cairan, pemeriksaan fungsi mesin secara umum. Sedangkan untuk sistem penggerak, meliputi transmisi, kopling, kaki-kaki mobil, shock absorber, dan rem mobil.

Jika semua sistem dan komponen bekerja dengan baik dan tidak ada kerusakan, maka mobil dinyatakan dalam kondisi baik dan prima. Namun jika ada kerusakan, maka langsung akan dilakukan tindakan penggantian sparepart yang rusak secara gratis. Tentu saja untuk komponen yang dijamin oleh garansi masing-masing produsen mobil, dan bukan kerusakan akibat salah perlakuan oleh pemilik mobil. Untuk seluruh pemeriksaan komprehensif pada service berkala 1000 km tersebut, pemilik mobil tidak dipungut biaya sedikitpun alias gratis. Oleh karenanya, jangan sampai terlewatkan ya untuk service berkala 1.000 km atau satu bulan pertama pemakaian mobil baru Anda.

Service Berkala Komponen Mobil Usai Mudik Lebaran

Service Berkala Pada Mobil Harus Rutin Dilakukan, Ini Alasan Pentingnya

Setelah membeli mobil, selaku pemilik mobil kita diwajibkan untuk menjaga kondisi mobil dan melakukan perawatan secara rutin. Tahapan perawatan rutin atau service berkala ini sangatlah penting bagi mobil, agar kondisinya selalu prima dan performanya maksimal. Mobil yang dalam kondisi prima mengurangi potensi terjadinya masalah ketika dikendarai di jalan, misalnya mogok atau kerusakan yang sulit untuk diantisipasi. Selain itu, dengan performa mobil yang terjaga maka mobil akan tetap nyaman dan tangkas saat digunakan, serta tentunya irit konsumsi bahan bakar.

Menurut Listiyono, selaku Kepala Bengkel di bengkel Zaini Auto Motor, “Jika secara rutin melakukan service berkala atau tune-up, berarti pengecekan semua komponen mobil, seperti oli, rem, radiator, busi, mesin, dan lain sebagainya selalu terpantau. Selain itu, servis berkala juga dapat mendeteksi sejak dini potensi timbulnya masalah pada mobil, sehingga dapat segera diambil langkah perbaikan. Alhasil dapat mereduksi risiko perbaikan yang memerlukan biaya lebih besar dikarenakan terjadinya kerusakan yang semakin berat.”

Tujuan Service Berkala (Tune Up) Mobil

Service berkala atau tune up biasanya dilakukan di bengkel mobil resmi atau bengkel mobil profesional lainnya. Service berkala pada mobil, umumnya dilakukan terkait pemeriksaan, perawatan, penyetelan, pengukuran, hingga penggantian komponen-komponen yang sudah mengalami kerusakan.

Service Berkala Pada Mobil Toyota Innova 2019
Pemeriksaan Saat Service Berkala

Tujuan utama melakukan service berkala secara rutin adalah untuk mengembalikan performa mobil agar mendekati seperti kondisi barunya atau sesuai spesifikasi yang direkomendasikan di buku manual. Setelah mobil digunakan setiap hari diberbagai kondisi, dan mengalami penurunan kinerja dalam interval waktu tertentu, maka perlu service berkala. Selain itu, service berkala juga untuk memastikan kondisi semua komponen dan semua sistem bekerja dengan baik dan maksimal. Dengan demikian mobil akan selalu ready bila mendadak akan digunakan untuk perjalanan jauh. Pemilik mobil bisa langsung tancap gas, tanpa perlu terlebih dahulu datang ke bengkel mobil untuk melakukan pengecekan (service berkala).

Manfaat Rutin Service Berkala

Service berkala secara rutin dapat memperpanjang umur (life time) kendaraan dan memperpanjang usia pakai komponen-komponen pada mobil. Sehingga biaya perawatan mobil lebih ekonomis dan terhindar dari beban biaya yang sangat mahal ketika terjadi kerusakan dan penggantian komponen mobil. Selama mobil dilakukan perawatan rutin (servis berkala) sesuai kondisi mobil tersebut, tentunya mobil akan siap sedia digunakan dalam perjalanan jauh. Sehingga tak perlu ragu lagi atas kondisi mobil yang siap dipakai untuk segala aktivitas, baik di dalam maupun ke luar kota. Dan yang pasti, servis berkala secara rutin memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna mobil tersebut.” ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Pemeriksaan Performa Mesin Saat Service Berkala Toyota Avanza
Pemeriksaan Performa Mesin

Apabila mobil masih baru dan masih dalam masa garansi, maka dengan melakukan servis berkala akan memastikan klaim garansi mobil tidak akan gugur jika suatu saat terjadi kerusakan, karena kondisi mobil dan perbaikannya tercatat dan terekam dengan baik. Catatan service berkala yang rapi dan jelas, layaknya sebuah catatan medis pada dunia kedokteran, dengan catatan ini bisa membuat harga jual kembali mobil akan terjaga baik. Hal ini karena track record mobil terlihat secara jelas oleh para calon pembeli dan menandakan keseriusan Anda dalam merawat mobil kesayangan.

Jadwal Service Berkala Pada Mobil

Untuk mobil baru, jadwal servis berkala yang dianjurkan biasanya pada 1 bulan pertama, selanjutnya dilakukan setiap kelipatan 10.000 km atau 6 bulan sekali selama 3 tahun. Hal ini dikarenakan mobil yang digunakan di kota besar seringnya terjebak macet, dimana mesin tetap bekerja dalam waktu yang lama meskipun mobil tidak bergerak.

Untuk penggunaan sehari-hari di Kota-kota besar yang macet, secara jarak akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai 10.000 km. Alhasil, jarak tempuh sudah tidak bisa lagi dijadikan acuan, karena aktualnya mesin terus bekerja jauh lebih berat saat kondisi lalu-lintas macet.

Selain itu, jika mobil biasa dioperasikan pada kondisi medan yang berat, misalnya pada medan yang berdebu, berlumpur, jalan yang kasar, daerah pegunungan atau pantai laut, maka jangka waktu perawatan atau servis berkala menjadi lebih pendek dibandingkan dengan perawatan berkala pada mobil yang dioperasikan dalam kondisi normal.

Servis Berkala Tiap 5.000 Km atau 10.000 Km Sekali?

Bukan rahasia umum jika tidak sedikit pemilik mobil baru yang bingung soal perawatan atau servisnya. Bukan soal lokasi atau mekanismenya, melainkan karena jangka waktu servisnya yang berbeda dan membuat bingung. Misalnya pada beberapa merk mobil, di buku perawatan berkala (manual book) tertera kalau interval service yang musti dilakukan setiap kelipatan 10.000 km atau 6 bulan sekali, tergantung periode mana yang tercapai lebih dahulu. Namun, ketika sudah melakukan servis di bengkel resmi, biasanya pihak bengkel menganjurkan untuk melakukan servis setiap 5.000 km sekali.

Service Berkala Daihatsu Xenia Setiap 10.000 km atau setiap 6 bulan sekali
Pemeriksaan Kondisi Mobil Saat Service Berkala

Menanggapi hal ini, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, Listiyono menjelaskan, “Sebenarnya yang utamanya adalah service berkala setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali. Tergantung mana yang tercapai lebih dahulu seperti yang tertulis di manual book perawatan mobil. Sedangkan untuk servis berkala setiap 5.000 km atau tiap 3 bulan sekali, sebaiknya dilakukan bagi mobil dengan mobilitas dan intensitas penggunaan yang tinggi. Seperti, mobil yang digunakan untuk taksi online atau mobil yang sering melewati jalan dengan frekuensi kemacetan cukup tinggi di kota-kota besar.”

Anjuran service berkala tiap 5.000 km sebenarnya untuk memastikan kondisi mobil tetap prima. Dan tidak melulu harus ganti oli, karena kemungkinan besar hanya perawatan ringan. Jika kondisi oli-oli masih bagus, tentunya tidak perlu ganti oli, cukup dilakukan pemeriksaan kendaraan bagian lainnya. Misal komponen filter, tekanan ban, sistem bahan bakar, sistem rem dan komponen lain, itu semua jadi opsional bagi konsumen. Namun yang terpenting adalah menjaga kondisi mobil tetap prima, aman, nyaman, dan tidak bermasalah saat dikendarai, baik di dalam kota maupun luar kota.

Komponen Mobil yang Membutuhkan Servis Berkala

Seiring waktu pemakaian, pada setiap mobil tentunya akan ada beberapa komponen yang mengalami keausan atau kotor. Komponen seperti filter-filter tentunya akan menjadi kotor, sehingga perlu dibersihkan atau diganti baru. Komponen lainnya, seperti kampas rem dan v-belt mungkin juga akan mengalami keausan, sehingga kehilangan efektivitas kinerjanya. Bahkan berbagai cairan seperti oli mesin, minyak rem, oli power steering, dan radiator coolant, sangat mungkin perlu diisi ulang, diganti baru, atau dibilas (flushing).

Setiap komponen mobil membutuhkan perawatan secara berkala, terutama untuk komponen-komponen fast moving. Maka penting bagi setiap pemilik mobil untuk mematuhi jadwal service berkala setiap kelipatan 10.000 km atau tiap 6 bulan. Karena komponen fast moving biasanya memiliki usia pakai yang terbatas dibandingkan komponen (sparepart) mobil lainnya yang lebih permanen. Apabila pemilik mobil kerap tidak mematuhi jadwal service berkala, maka akan memengaruhi kinerja pada sistem utama mobil. Hal ini berujung pada kinerja yang buruk, perbaikan kerusakan yang lebih serius, besarnya biaya perbaikan mobil, dan tentunya mengurangi nilai jual mobil tersebut.

Untuk servis berkala yang tidak memerlukan penggantian oli, maka mobil akan dilakukan pembersihan pada sistem pembakaran dan pemeriksaan sistem pengapian. Ditambah pula pemeriksaan dan penyetelan beberapa komponen mesin sesuai dengan standar dan disesuaikan dengan masa pakai kendaraan. Termasuk didalamnya adalah analisa kondisi komponen, mesin, dan gas buang, serta pemeriksaan dan pemeliharaan lengkap untuk seluruh bagian utama mobil.

Agar Tidak Antri Saat Service Berkala

Apabila melakukan service berkala di bengkel resmi butuh waktu yang lama dengan antrian yang panjang. Maka agar lebih cepat, mudah dan praktis, Anda bisa melakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor melalui customer service atau aplikasi “Bengkel Mobil Pro“. Sehingga Anda dapat mengatur sendiri waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke bengkel Zaini Auto Motor tanpa perlu mengantri lagi. Namun, jika benar-benar kesulitan mengatur waktu untuk ke bengkel mobil, Anda dapat memilih layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Nantinya, mekanik berpengalaman dari bengkel Zaini Auto Motor yang akan mendatangi lokasi Anda untuk melakukan service berkala sesuai pilihan waktu dan lokasi yang Anda mau.

Melihat begitu pentingnya manfaat dari service berkala bagi keamanan dan kenyamanan mobil, serta kesehatan kantong Anda, maka pastikan jangan terlewatkan. Agar tidak terlewatkan jadwal melakukan servis berkala, aplikasi “Bengkel Mobil Pro” juga bisa berfungsi sebagai reminder. Dimana, aplikasi ini secara rutin akan mengingatkan Anda saat waktunya service berkala telah tiba. Gunakan aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda untuk memudahkan dan meringankan beban Anda untuk merawat mobil kesayangan.

Ingat, dengan rutin menjaga kondisi mobil Anda, berarti itu juga akan menjaga keselamatan Anda. Maka cara terbaik yang dapat dilakukan bagi mobil dan keselamatan Anda adalah mematuhi jadwal service berkala yang telah direkomendasikan pabrikan.

Kenali Ciri Master Rem Mobil Toyota Avanza Mengalami Kerusakan

Master Rem Mobil Rusak, Penyebab Rem Tidak Pakem Dan Rem Blong

Sistem rem merupakan salah satu bagian yang sangat penting untuk mengurangi dan mengendalikan laju kendaraan. Sistem rem mutlak harus selalu dalam kondisi prima, jika tidak, jelas keamanan dan keselamatan penumpang dalam berkendara bisa terancam. Namun, adakalanya fungsi sistem rem pada mobil tidak bekerja secara optimal. Misalnya, kondisi pedal rem terasa keras, rem mobil kurang pakem, hingga pedal rem mobil terasa bergetar saat dilakukan pengereman. Sistem rem mobil tentunya juga memiliki berbagai komponen penting untuk menunjang kinerjanya, salah satu komponen penting dalam sistem rem mobil adalah master rem (brake cylinder master).

“Komponen master rem lah yang sangat mempengaruhi kinerja sistem rem mobil. Pasalnya, ketika pedal rem diinjak komponen master rem lah yang akan mendorong minyak rem (brake fluid) supaya aktif mengalir hingga ke roda mobil. Sehingga kita dapat mengendalikan laju mobil setiap saat. Jadi jika terjadi kerusakan pada master rem (brake cylinder master), otomatis sistem rem akan bermasalah, mulai dari rem ngempos, pedal rem terasa keras, hingga rem benar-benar blong.” ujar Agus Zaenal, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara Kerja Master Rem Mobil (Brake Master Cylinder)

Master Rem berfungsi untuk meneruskan energi mekanik dari pedal rem saat ditekan, kemudian diubah menjadi energi hidrolik melalui tekanan minyak rem yang diteruskan ke kampas rem di masing-masing roda mobil. Saat pedal rem ditekan, maka minyak rem (brake fluid) akan mengalir di dalam sistem pengereman sesuai yang dibutuhkan untuk menghentikan mobil. Master rem akan bekerja hanya ketika pedal rem mobil ditekan.

Cara Kerja Master Rem Mobil

Biasanya, master rem memiliki reservoir tempat menampung dan menyimpan minyak rem (brake fluid), untuk nantinya disalurkan ke komponen rem lain saat diperlukan. Selain itu, di dalam master rem (brake master cylinder) juga terdapat piston yang berfungsi untuk meneruskan tekanan pedal rem yang kemudian bekerja menekan minyak rem, agar dapat mengalir melalui pipa-pipa rem menuju ke masing-masing silinder roda (wheel cylinder). Tekanan pada minyak rem ini akan diteruskan untuk menggerakkan piston yang ada di dalam silinder roda (wheel cylinder). Saat piston pada silinder roda (wheel cylinder) bergerak, maka akan memaksa kampas rem mencengkram kuat pada piringan cakram (disc brake) atau menekan tromol rem, sehingga memungkinkan mobil untuk berhenti dengan cepat.

Ukuran piston di dalam brake master cylinder dan wheel cylinder didesain dengan cermat, sehingga memungkinkan pengemudi cukup memberikan tekanan ringan pada pedal rem, namun mampu menciptakan tekanan luar biasa pada wheel cylinder dan kampas rem di masing-masing roda. Alhasil, mobil dapat berhenti dengan cepat, bahkan pada saat melaju dalam kecepatan tinggi.

Kenali Ciri Kerusakan Master Rem Mobil

Master rem pada mobil didesain untuk dapat bertahan cukup lama, tetapi biasanya terdapat beberapa kerusakan yang membuat master rem tidak bekerja secara maksimal. Di dalam komponen master rem (brake master cylinder) biasanya terdapat seal karet yang berfungsi mencegah kebocoran minyak rem saat sistem rem mobil bekerja. Seiring berjalannya waktu dan seringnya pemakaian, maka kondisi seal karet ini akan mengalami keausan, getas dan rapuh.

Master Rem Mobil Mengalami Kebocoran
Master Rem Mobil Bocor

Menurut, Agus Zaenal, mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor, “Agar sistem rem tidak secara tiba-tiba blong saat mobil dikendarai, maka pemilik mobil disarankan untuk secara rutin memeriksa kondisi minyak rem. Buka penutup tabung resevoir minyak rem, lalu lihat volume dan kondisinya. Jika volume minyak rem berkurang, mungkin saja karena kondisi kampas rem mulai menipis. Namun, yang patut diwaspadai apabila terjadi kebocoran minyak rem (brake fluid) pada sistem rem mobil. Tanda-tanda master rem mulai bermasalah, yakni ketika volume minyak rem di tabung resevoir sering menyusut.”

“Selain itu, tanda lainnya terlihat saat pedal rem semakin dalam ketika diinjak, dan pengemudi perlu berulang kali menginjak atau mengocok pedal agar rem lebih pakem. Kerusakan master rem juga menyebabkan mobil bisa membanting ke kanan maupun ke kiri ketika pedal rem diinjak. Bila menjumpai tanda-tanda tersebut, maka sebaiknya segera memeriksa kondisi di sekitar master rem dan tabung resevoir. Apabila tidak menjumpai adanya kebocoran secara kasat mata, maka Anda perlu segera membawa mobil Anda ke bengkel resmi atau bengkel mobil terdekat. Agar dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada sistem rem, terutama pada komponen master rem mobil.” imbuh Agus Zaenal, ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Faktor lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada master silinder (brake master cylinder) adalah usia pemakaian yang telah mencapai batas maksimal. Usia pemakaian dan umur kendaraan yang sudah cukup tua, master rem umumnya juga akan mengalami keausan dan perlu diganti baru.

Cara Mendeteksi Kebocoran Seal Master Rem

Seal pada master rem yang telah mengalami keausan, getas atau rapuh dapat menyebabkan minyak rem rembes ke luar. Jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, dikhawatirkan minyak rem akan habis. Kondisi minyak rem yang berkurang drastis, atau bahkan habis dapat menyebabkan rem blong. Kondisi rem blong pada mobil terjadi karena minyak rem pada master rem tidak dapat ditekan/dimampatkan secara maksimal oleh piston. Akibatnya saat pedal rem diinjak, akan terasa sangat dalam atau secara perlahan tenggelam (ngempos/spongy). Oleh karenanya, tanpa jumlah minyak rem yang tepat untuk dialirkan ke setiap roda, maka hampir tidak mungkin untuk menghentikan laju mobil saat dikendarai.

Pedal Rem Mobil Perlahan Tenggelam (Amblas)
Pedal Rem Mobil Perlahan Tenggelam (Amblas)

“Tanpa seal karet yang berfungsi dengan baik, maka pada master rem mungkin saja akan terjadi kebocoran minyak rem. Ciri kebocoran pada seal master rem adalah ketika pedal rem diinjak semakin lama maka akan semakin dalam. Hal ini karena berkurangnya volume minyak rem yang dialirkan menuju kaliper roda, akibatnya tekanan minyak rem juga berkurang atau bahkan hilang. Berkurangnya tekanan minyak rem ini akan menyebabkan kemampuan piston di kaliper rem (wheel cylinder) untuk menekan kampas rem juga berkurang. Bahkan, jika tekanan minyak rem hilang sama sekali, maka pengereman pada mobil pun bisa gagal alias rem blong (brake loss),” ungkap Agus Zaenal, di bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Sistem Rem Mobil

“Perawatan sistem pengereman mobil terbilang cukup sederhana. Pemilik mobil cukup melakukan pemeriksaan terhadap minyak rem setiap mobil menempuh jarak 40.000 km. Selanjutnya harus rutin melakukan penggantian minyak rem setiap mobil menempuh jarak 80.000 km. Apabila mendapati volume minyak rem di dalam tabung resevoir dan master rem sering kurang, maka dapat mengganggu kinerja sistem pengereman secara keseluruhan.” ungkap Agus Zaenal, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Kondisi master rem yang bermasalah tentu sangat membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang mobil. Oleh karenanya, untuk memastikan faktor safety dan menjamin keselamatan konsumennya, PT Honda Prospect Motor (HPM) pada tahun 2018 pernah mengumumkan kampanye recall atau product update (PUD) untuk komponen master rem (brake master cylinder) pada beberapa mobil produksinya.

Seperti dilansir dari CNNIndonesia, pada tahun 2018, kampanye product update (PUD) untuk komponen master silinder dan master rem pada sistem pengereman dilakukan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) untuk mobil-mobil yang dijual di Tanah Air. Sebanyak 463.891 unit di Indonesia teridentifikasi dalam program ini. PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan bahwa masa kampanye PUD akan berjalan selama 6 bulan, mulai 26 Januari hingga 26 Juli 2018.

Program pengecekan dan penggantian master rem untuk beberapa mobil produksi mereka. Program recall master rem ini diperuntukkan bagi mobil Honda Jazz, Honda Brio, Honda Mobilio, Honda BR-V, dan Honda HR-V produksi 2015 sampai 2017 yang diproduksi di bawah bulan Juli. Seorang service advisor di bengkel resmi Honda menjelaskan ada masalah pada seal master rem yang menyebabkan minyak rem rembes ke luar.

Cara Memperbaiki Master Rem Mobil

Apabila kondisi master rem mobil sudah cukup parah, maka ketika diperbaiki di bengkel resmi biasanya akan diminta mengganti satu unit master rem. Namun jika kerusakannya masih ringan, misalnya hanya seal piston atau seal pada master rem yang mengalami kerusakan, maka bisa dilakukan penggantian seal karetnya saja dengan membongkar komponen master rem tersebut. Dengan catatan piston dan master rem masih dalam kondisi baik. Adakalanya, pistonnya juga perlu diganti agar sistem pengereman kembali bekerja secara maksimal.

Komponen Master Rem Mobil Toyota Avanza
Komponen Master Rem Mobil

Meski terlihat mudah, penggantian ini sebaiknya dilakukan oleh mekanik profesional, karena pekerjaan ini masuk ke tingkat expert. Untuk membongkar komponen master rem dari mobil, mungkin bisa dilakukan sendiri, namun untuk lebih amannya serahkan ke bengkel mobil terdekat. Karena kadangkala untuk membongkar komponen master rem perlu beberapa peralatan khusus yang biasanya hanya dimiliki bengkel mobil. Selain itu, di bengkel mobil pada umumnya juga dilakukan pengecekan lebih detail pada semua komponen sistem rem mobil. Hal ini merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib diberikan saat service di bengkel mobil, seperti halnya di bengkel Zaini Auto Motor.

Setiap mobil yang ditangani oleh mekanik dari bengkel Zaini Auto Motor, akan mendapat pemeriksaan dan perawatan secara menyeluruh dan maksimal. Mekanik yang berpengalaman memungkinkan perbaikan secara cepat dan tepat. Para mekanik Zaini Auto Motor akan menginformasikan perbaikan apa saja yang diperlukan, dan memberi saran komponen atau sparepart apa saja yang perlu penggantian. Berbagai macam suku cadang (sparepart) dari berbagai merk mobil juga tersedia di bengkel Zaini Auto Motor. Jadi, Anda tinggal terima beres, dan dijamin performa sistem rem mobil akan kembali maksimal.

Evaporator Mobil Avanza Kotor

Waspadai, Evaporator Kotor Menyebabkan AC Mobil Tidak Dingin

Di zaman sekarang, AC (air conditioner) merupakan komponen yang wajib terpasang pada setiap mobil. Apalagi kondisi cuaca di Indonesia beberapa bulan ke depan semakin panas, tentunya AC mobil sangatlah dibutuhkan saat berkendara. Sistem AC mobil merupakan fitur penting di dalam mobil, tentunya juga memiliki berbagai komponen penting yang menunjang kinerjanya. Salah satu komponen penting dalam sistem AC mobil adalah evaporator.

“Komponen evaporator AC-lah yang membuat kita dapat menikmati udara yang sejuk atau dingin di dalam mobil. Komponen evaporator ini berfungsi untuk menyerap udara panas dan merubahnya menjadi udara yang dingin (sejuk). Dan udara dingin yang dihasilkan evaporator ini nantinya akan dihembuskan langsung ke dalam kabin mobil melalui blower. Hembusan dari blower akan melewati kisi-kisi evaporator dan akan membawa udara dingin yang menyejukan ke dalam kabin mobil.” ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Komponen evaporator AC mobil yang bekerja tidak maksimal akan mengakibatkan hembusan udara yang dihasilkan pun terasa lemah dan tidak dingin. Hal ini akan sangat merugikan dan tentunya membuat pengemudi dan penumpang mobil tidak nyaman selama berada di dalam kabin mobil.

Evaporator AC Mobil Kotor

Bentuk evaporator biasanya menyerupai radiator yang memiliki kisi-kisi atau pipa berongga yang berliku-liku. Pada evaporator kondisinya cenderung selalu lembab, hal ini cenderung menyebabkan menumpuknya kotoran yang menempel pada bagian kisi-kisinya. Kotoran yang menumpuk pada evaporator akan menyumbat dan menghambat kinerja AC mobil. Akibatnya, AC mobil tidak mampu bekerja dengan optimal dan hembusan udara sejuk yang masuk ke kabin mobil tidak maksimal.

Proses Kerja Blower dan Evaporator AC Mobil

Jika evaporator kotor, maka proses kondensasi akan terganggu dan menyebabkan AC tidak dingin. Selain itu evaporator yang kotor juga bisa menyebabkan bau tidak sedap yang keluar dari AC mobil. Untuk itulah, setiap pemilik mobil perlu membersihkan komponen evaporator AC mobil secara rutin.

Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, menjelaskan “Kerusakan sistem AC (air conditioner) bisa terjadi kapan saja. AC mobil yang rusak mungkin saja diakibatkan oleh komponen evaporator yang kotor atau rusak. Musuh terbesar dari evaporator adalah debu, kotoran, dan partikel polusi lainnya. Karena kotoran, debu dan partikel polusi lainnya dapat dengan mudah menempel pada evaporator yang kondisinya cenderung selalu lembab. Sehingga samakin lama akan membuat kisi-kisi evaporator tertutup lumpur dan terhambat menyalurkan udara sejuk ke dalam kabin mobil. Biasanya terdapat beberapa gejala yang terjadi, meliputi hembusan udara AC lemah, AC mobil tidak dingin, udara AC berbau, dan temperatur tidak stabil (berfluktuasi).”

Debu dan kotoran juga bisa berasal dari kotoran yang tidak tersaring dengan baik oleh filter kabin. Jika setiap hari jumlahnya bertambah dan menumpuk, bisa membuat kinerja evaporator terganggu. Udara yang dihasilkan AC mobil pun tidak dingin. Evaporator yang bersih akan membuat sirkulasi udara pada sistem AC mobil semakin maksimal, otomatis hawa sejuk (dingin) yang keluar akan optimal.

Penyebab Evaporator AC Mobil Cepat Kotor

Salah satu kebiasaan para pengemudi atau penumpang mobil yang dapat mempengaruhi kinerja AC mobil adalah terlalu sering membuka kaca mobil. Kebiasaan membuka kaca mobil ini biasanya dilakukan oleh pengemudi atau penumpang yang punya kebiasaan merokok. Mereka sering membuka kaca mobil saat merokok dengan maksud agar asap rokok bisa cepat keluar. Namun, celakanya AC mobil tetap dinyalakan karena mereka juga tidak mau kepanasan di dalam kabin mobil.

Evaporator AC Mobil Pada Suzuki Ertiga Kotor
Evaporator AC Mobil Kotor

“Saat kaca mobil dibuka, maka debu, kotoran dan partikel polusi kendaraan lain akan mudah masuk ke kabin mobil. Namanya udara dari luar, kita tidak tahu seberapa kotor, sehingga bisa membuat kabin ataupun evaporator jadi lebih cepat kotor. Selain itu, debu, asap rokok, serta asap knalpot dari mobil lain yang bersirkulasi di dalam kabin dapat menimbulkan bau tak sedap pada embusan udara AC mobil. Sebaiknya, hindari merokok di dalam mobil, karena partikel asapnya bisa mengotori evaporator. Selain itu, nikotinnya yang lengket dan berlendir akan menempel pada interior mobil dan menimbulkan bau tak sedap dan susah hilang,” ungkap Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Debu, kotoran dan partikel polusi lainnya yang masuk melalui jendela, akan masuk ke sistem sirkulasi AC di dalam kabin. Semakin lama akan menumpuk dan bisa menimbulkan jamur pada komponen evaporator atau bagian komponen AC lain. Hal inilah yang bisa menimbulkan bau yang tidak sedap seperti bau apek pada AC mobil. Apabila menginginkan kinerja AC mobil tetap optimal dan evaporator tidak mudah kotor, sebaiknya rutin menjaga kebersihan kabin mobil. Misalnya, seminggu sekali membersihkan atau mem-vacuum karpet mobil, tempat duduk penumpang, kisi-kisi ventilasi AC, serta dashboard mobil. Agar udara yang dihembuskan AC mobil jadi lebih segar dan sehat.

Kapan Evaporator AC Mobil Diganti

Evaporator pada AC mobil umumnya jarang terjadi kebocoran, kecuali usia pakainya sudah mendekati batas maksimal. Hal ini karena evaporator merupakan komponen AC mobil yang selalu dilalui freon, maka makin lama akan terjadi korosi (kropos). Faktor inilah yang akhirnya menyebabkan kebocoran freon.

Kapan Evaporator AC Mobil Diganti
Ganti Evaporator AC Mobil

Untuk usia pakai dari evaporator sendiri tidak dapat berpedoman pada jarak tempuh mobil. Karena akan berbeda hasilnya antara kondisi lalu lintas yang lancar dengan lalu-lintas macet. Maka harus dihitung saat AC mobil tetap bekerja ketika mobil berhenti dan melintas di lalu-lintas macet. Untuk menemukan angka valid AC bekerja, biasanya menggunakan pedoman jarak tempuh mobil dikalikan tiga. Misalnya, batas maksimal usia pakai evaporator berkisar 90.000 kilometer, jika jarak tempuh mobil sudah mencapai 30.000 km, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kondisi evaporator.

Menghilangkan Bau Tak Sedap Pada AC Mobil

Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor menyarankan, jika udara yang dihasilkan AC mobil sudah tidak fresh dan muncul bau tidak sedap, maka segera bawa mobil Anda ke bengkel AC mobil terdekat atau bengkel mobil profesional untuk dilakukan service pada sistem AC mobil. Komponen AC mobil seperti kondensor, evaporator dan komponen AC lainnya akan dicuci dan dibersihkan menggunakan udara bertekanan.

Agar Evaporator tidak midah kotor, bersihkan interior mobil secara rutin
Rutin Membersihkan Interior Mobil

Untuk membersihkan evaporator AC mobil, ada beberapa bagian dari mobil yang harus dibongkar, dan hal tersebut harus dilakukan oleh mekanik profesional. Namun, bila Anda merasa bisa melakukannya sendiri, sebaiknya ikuti petunjuk pada buku panduan kepemilikan mobil (manual book). Evaporator AC mobil pada umumnya terletak di bawah dashboard mobil, namun semuanya tergantung dari jenis dan merek mobil. Terkadang, beberapa jenis mobil meletakkan evaporatornya di bagian lain. Jika kesulitan menemukan letak evaporator, kembali buka manual book bawaan mobil Anda, karena biasanya di manual book tersebut ada petunjuk mengenai perawatan beberapa komponen mobil, salah satunya letak evaporator AC mobil.

Dengan melakukan pembersihan pada komponen evaporator yang kotor, maka proses kondensasi tidak akan terganggu lagi dan hembusan udara AC akan kembali maksimal, tidak berbau, bersih dan sehat. Apabila terjadi kerusakan atau kotoran yang mengeras hingga menimpulkan korosi, maka sebaiknya komponen AC tersebut diganti dengan yang baru. Dan hasil yang didapat juga lebih baik, AC mobil akan menjadi semakin dingin seperti baru.

Semprotkan Cairan Pembersih AC Mobil

Jika sistem AC mobil Anda sudah dilengkapi dengan filter kabin (cabin air filter), maka komponen ini juga perlu dibersihkan dengan cara menyemprot dengan udara bertekanan. Namun, bila tidak ada udara bertekanan, cukup dengan mengetok-ngetok filter kabin ke lantai. Dapat juga menggunakan kuas atau sikat gigi secara perlahan dan berhati-hati, agar tidak merusak komponen filter AC tersebut. Apabila kotorannya membandel, lebih dianjurkan untuk mengganti filter kabin (cabin air filter) dengan yang baru.

Setelah melakukan pembersihan beberapa komponen AC mobil dan memasangnya kembali, selanjutnya nyalakan mesin mobil. Ketika mesin mobil sudah berputar stasioner, AC mobil diaktifkan dengan suhu paling tinggi dan putaran blower yang paling tinggi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah blower bekerja secara maksimal atau tidak.

Semprotkan Cairan Pembersih AC Mobil dan membersihkan AC mobil dengan Vacuum

Langkah terakhir adalah menyemprotkan cairan pembersih (AC Cleaner Spray) yang berupa busa (foam) ke bagian blower AC. Diamkan foam (busa) tersebut berubah menjadi air hingga ke luar melalui ventilator AC di kabin. Kemudian bersihkan air yang berada di lubang ventilator AC. Cairan pembersih (AC Cleaner Spray) selain sebagai pembersih, juga untuk menghilangkan kuman dan bakteri penyebab bau, sekaligus bisa digunakan sebagai pengharum.

Jika mobil kesayangan Anda muncul gejala hembusan udara AC lemah, AC mobil tidak dingin, udara AC berbau, dan temperatur AC tidak stabil (berfluktuasi), maka kami sarankan untuk segera datang ke bengkel AC mobil terdekat atau bengkel mobil profesional yang mampu mengatasi permasalahan AC mobil Anda. Namun, bila Anda tidak punya banyak waktu untuk ke bengkel mobil, dan ingin mendapatkan tempat service yang aman, cepat dan berkualitas, sebaiknya segera lakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor. Pilih layanan “bengkel mobil panggilan“, dimana mekanik dari bengkel Zaini Auto Motor akan segera mendatangi lokasi Anda.

Setiap mobil yang ditangani bengkel Zaini Auto Motor akan mendapat pemeriksaan dan perawatan maksimal. Mekanik profesional dan berpengalaman akan memeriksa seluruh kondisi mobil Anda, termasuk kondisi AC Mobil. Selanjutnya mekanik Zaini Auto Motor akan menginformasikan perbaikan apa saja yang diperlukan, dan memberi saran jika memang perlu adanya penggantian sparepart. Selain itu, bengkel Zaini Auto Motor juga menyediakan berbagai macam suku cadang asli. Jadi, Anda tinggal terima beres dan performa AC mobil akan kembali maksimal.

Agar Shockbreaker Mobil Lebih Awet

6 Tanda Shockbreaker Mobil Anda Perlu Segera Diganti

Kenyamanan dalam berkendara merupakan hal utama yang paling diidamkan oleh setiap pemiliki dan pengendara mobil. Kenyamanan dalam berkendara bukan hanya diberikan oleh komponen interior dan eksterior mobil saja, tetapi komponen pendukung gerak mobil juga harus memberikan kenyamanan. Misalnya kaki-kaki mobil seperti link stabilizer, tie rod, penggerak kemudi, shockbreaker dan lain sebagainya. Komponen kaki-kaki tersebut harus selalu memberikan kenyamanan bagi pengendara dan penumpangnya, terutama komponen shockbreaker (shock absorber) mobil. Sehingga selama perjalanan penumpang terhindar dari kecapekan dan dapat beristirahat menikmati perjalanan dengan nyaman.

Agus Zainal, selaku mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor mengatakan,”Shockbreaker merupakan salah satu komponen yang berperan penting untuk menghasilkan kenyamanan selama berkendara. Hal ini karena shockbreaker memiliki fungsi untuk meredam getaran, menahan goncangan, dan menstabilkan mobil ketika terdapat guncangan akibat melewati kontur jalan yang tidak rata, berlubang atau bergelombang. Jika shockbreaker berfungsi dengan optimal, maka akan menunjang kaki-kaki mobil untuk meredam getaran (goncangan) saat melewati jalanan yang tidak rata, dan menjaga kestabilan laju mobil.”

Namun, seiring dengan usia pemakaian, jarak yang ditempuh mobil, beban yang diangkut, dan medan yang dilalui, maka kemampuan peredaman dari shockbreaker akan melemah. Tidak jarang pula komponen peredam kejut ini akan mengalami kerusakan, sehingga kenyamanan selama berkendara akan hilang sama sekali. Nah, berikut ini beberapa ciri-ciri kerusakan pada shockbreaker mobil yang dapat dideteksi sendiri, antara lain:

1. Keausan Ban Mobil Tidak Rata

Saat roda mobil berputar, bidang kontak antara ban dan permukaan jalan terus berubah sesuai dengan kecepatan mobil, frekuensi pantulan, kondisi permukaan jalan, dan lain sebagainya. Area kontak yang berubah-ubah akan terlihat pada tapak ban, dan ditandai dengan permukaan ban yang terlalu aus dan tidak aus. Bagian ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan akan lebih cepat aus, namun bagian ban yang tidak bersentuhan dengan jalan lebih sedikit keausannya.

Shockbreaker Rusak Menyebabkan Keausan Ban Tidak Rata
Keausan Ban Mobil Akibat Shockbreaker Rusak

Ketika shockbreaker rusak, maka proses peredaman terhadap guncangan menjadi lemah dan tidak sempurna. Sehingga mengakibatkan ban tidak mampu menjaga kestabilan menapak di permukaan jalan saat terjadi sedikit guncangan di atas permukaan jalan. Akibat ketidakstabilan tersebut, permukaan tapak ban tidak seluruhnya menapak di permukaan jalan, maka keausan ban pun menjadi tidak merata.

“Kerusakan shockbreaker mobil dapat diliat dari keausan kembangan (tapak) ban yang tidak rata. Biasanya sisi ban bagian dalam akan terlihat lebih cepat aus (gundul) daripada sisi bagian luarnya. Jika sudah terjadi kondisi seperti itu, maka sudah pasti itu disebabkan oleh kerusakan shockbreaker. Selain itu, kerusakan suspensi (shock absorber) juga menyebabkan ban memantul saat mobil berjalan, biasanya terjadi pantulan turun yang lebih keras di beberapa bagian ban. Masalah akan menjadi lebih buruk jika mobil sering melewati permukaan jalan dengan banyak gundukan, lubang, atau jalan yang tidak rata.” kata Agus Zainal ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

2. Ayunan Shockbreaker Berlebihan

Ketika sedang mengendarai mobil dan merasakan mobil berayun lebih lembut dari biasanya, dan mobil membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke posisi stabil, khususnya ketika berbelok di tikungan, maka dapat dipastikan performa shockbreaker sudah tidak optimal dan harus segara diganti. Ayunan berlebihan biasanya disebabkan oleh kondisi shockbreaker yang sudah lemah atau terjadi kebocoran pada shock absorber.

Untuk memastikannya, pergi ke setiap sudut kendaraan, kemudian tekan bagian mobil yang berdekatan dengan posisi shockbreaker ke arah bawah, lantas lepaskan tekanan tersebut. Apabila mobil memantul atau mengayun lebih dari 1-2 kali setelah Anda melepaskan tekanannya, maka bisa dipastikan kondisi shock absorber tidak normal.

Cara Memeriksa Ayunan Shockbreaker Mobil Toyota
Memeriksa Ayunan Shockbreaker Mobil

Cara lain untuk mengetahui shockbreaker sudah layak diganti adalah dengan mengendarai mobil melewati polisi tidur yang cukup tinggi atau melewati lubang yang cukup dalam. Apabila mobil seperti diayun-ayunkan berulangkali dan tidak stabil, hal itu menandakan kondisi shockbreaker sudah lemah dan tidak normal. Pada shockbreaker yang masih normal, ketika melewati gundukan atau jalan berlubang, hanya akan mengayun satu hingga dua kali. Karena shockbreaker dirancang untuk menstabilkan mobil dan sebagai peredam getaran atau guncangan.

“Kondisi shockbreaker (shock absorber) yang mengayun berlebihan apabila dibiarkan akan membahayakan diri sendiri dan penumpang. Karena kontrol gerak mobil tidak dapat dikendalikan secara maksimal. Sehingga kemungkinan terburuknya dapat menyebabkan kecelakaan,” kata Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Oli Shockbreaker Bocor

Layaknya komponen mobil lainnya, seiring waktu pemakaian, maka peredam kejut (shock absorber) juga bisa mengalami kerusakan. Terutama pada mobil kerap melewati medan jalan yang rusak (bergelombang), sering mengangkut beban berlebihan, dan mobil yang telah berusia lebih dari lima tahun.

Oleh karenanya, pemilik mobil wajib memeriksa kondisi peredam kejut mobilnya. Ada beberapa cara mudah untuk memeriksa kondisi fisik shockbreaker. Biasanya tanda yang nampak secara fisik dan paling umum terjadi adalah adanya cairan yang keluar atau rembesan oli yang keluar dari dalam tabung shockbreker. Kebocoran pada komponen suspensi (shock absorber) ini akan membuat kinerjanya tidak maksimal saat meredam guncangan.

Oli Shockbreaker (Sokbreker) Mobil Toyota Bocor
Oli Shockbereker Mobil Bocor

Dengan adanya kebocoran ini, menandakan komponen peredam kejut ini memerlukan perbaikan atau bahkan perlu penggantian dengan yang baru. Jika dinding tabung shockbreaker sudah mengalami goresan, maka langkah yang paling tepat yang bisa dilakukan yakni dengan mengganti shockbreaker dengan yang baru. Jika Anda memaksakan tidak menggantinya, maka kinerja shockbreaker tidak akan maksimal dan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, untuk melakukan perbaikan juga perlu dilakukan penyetelan ulang, dan biaya yang dihabiskan tentu cukup besar. Oleh karenanya akan lebih efisien bila mengganti shockbreaker lama dengan yang baru.

“Rembesan oli pada shockbreaker mengindikasikan adanya kebocoran. Biasanya terlihat dari adanya rembesan oli di bodi (tabung) shockbreaker. Jika cairan yang berada di dalam tabung shockbreaker ini habis, maka kinerja pistonnya tidak maksimal. Kalau kinerja piston tidak maksimal, akibatnya saat melewati jalan rusak, menyebabkan peredamanan guncangan tidak sempurna. Pemilik mobil harus segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan di bengkel shockbreaker terdekat. Kebocoran shock absorber pada mobil keluaran lama dapat diperbaiki dengan cara mengganti oli suspensi dan mengganti seal karetnya dengan yang baru. Namun untuk mobil produksi terbaru, jika terdapat kerusakan biasanya harus langsung diganti dengan yang baru dan tidak bisa diperbaiki.” ucap Agus Zainal ketika ditemui beberapa waktu lalu di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Suara Berisik Pada Shockbreaker

Munculnya suara berisik pada bagian suspensi menandakan kondisinya sudah tidak berfungsi secara baik. Ketika shock absorber tertekan, seharusnya bagian tersebut harus kembali ke posisi semula dengan segera. Namun jika shock absorber sudah lemah, aus, atau bocor, maka shock absorber tidak segera kembali ke posisi semula dan tingkat baliknya menjadi lama. Akibatnya, peredaman pun tidak sempurna dan mobil seperti terbentur keras.

Penyebab Suara Berisik Pada Shockbreaker Mobil
Bushing Shockbreker Rusak

“Kebanyakan komponen suspensi (shock absorber) menggunakan media peredaman berupa oli. Jika volume oli di dalam tabung shock absorber sudah tidak sebanyak sebelumnya, atau sudah berkurang diakibatkan bocor, maka ketika mobil melalui tekstur jalan yang tidak rata, pengendara akan merasakan guncangan berlebih. Di bagian kaki-kaki mobil dan suspensi akan muncul bunyi berdecit atau suara “jedug” seperti benturan benda yang mentok tiap melewati gundukan atau jalan tidak rata. Jika sudah begini, sebaiknya komponen suspensi segera diganti sebelum merusak komponen mobil lainnya.” Saran Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, suspensi (shock absorber) memiliki lubang baut pengikat di setiap ujungnya, yang mencegah kemungkinan lepas dari dudukannya di mobil. Lubang baut pengikat ini masing-masing memiliki bushing karet, dan jika bushing karet tersebut rusak, aus atau pecah, maka suara berisik juga akan terdengar saat kendaraan melaju melewati gundukan.

5. Body Mobil Miring (Tidak Seimbang)

Kondisi shockbreaker yang lemah akan menyebabkan tampilan body mobil terlihat lebih rendah dari pada kondisi normalnya. Hal ini dapat diperiksa dengan memarkir mobil di tempat yang rata, kemudian perhatikan jarak antara sepatbor roda dengan ban mobil. Bila setiap roda memiliki jarak yang berbeda dengan sepatbor, maka kemungkinan salah satu shock absorber tidak berfungsi dengan baik. Hal ini dikarenakan komponen shock absorber tidak cukup kuat untuk menahan berat body mobil itu sendiri.

Suspensi Mobil Rusak Mengakibatkan Bodi Mobil Terlihat Miring
Body Mobil Terlihat Miring Akibat Shockbreaker Rusak

“Bodi mobil yang terlihat miring, sebagian besar terjadi karena kaki-kaki mobil tidak bekerja dengan baik, terutama suspensi yang sudah lemah. Komponen bushing dan karet pada dudukan suspensi biasanya yang paling pertama rusak, selanjutnya komponen yang rusak adalah shockbreaker. Jika bagian ini rusak maka dapat mempengaruhi ketinggian mobil. Selanjutnya, coil spring (per keong) yang sudah lemah juga akan membuat ketinggian bodi mobil berbeda, sehingga tampak miring salah satu sisinya.” jelas Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Apalagi saat dikendarai, berat mobil akan bertambah dengan berat jumlah penumpang dan muatan barang yang berada di dalam mobil. Maka ketika melewati polisi tidur dan jalan berkontur tidak rata akan menyebabkan kerusakan parah pada shock absorber dan bisa merusak komponen mobil lainnya. Oleh kareanya, perlu segera melakukan pergantian pada komponen suspensi ini, karena akan berbahaya bila tetap membiarkan hal ini terus terjadi dalam waktu yang lama.

6. Sistem Rem Membutuhkan Waktu Lebih Lama Untuk Menghentikan Mobil

Tanpa adanya sistem rem, maka mobil yang melaju tidak akan bisa berhenti dengan sempurna. Rem mobil pun dapat dijadikan tanda untuk mengetahui kondisi shock absorber. Karena fungsi lain dari shock absorber adalah memindahkan gaya gerak kendaraan dan gaya pengereman roda ke body kendaraan, melalui gesekan antara permukaan jalan dengan ban. Kondisi suspensi (shock absorber) yang baik dan prima akan menambah kemampuan cengkram ban terhadap permukaan jalan.

Mengganti Shock Absorber Yang Rusak Dengan Yang Baru
Mengganti Shockbreaker Yang Rusak

Shockbreaker yang bermasalah, biasanya akan membutuhkan banyak waktu untuk menggerakkan seluruh batang pistonnya (piston rod). Hal ini tentunya akan menambah waktu pengereman, dan memperpanjang jarak kendaraan untuk dapat berhenti secara sempurna. Selain itu proses cengkraman tapak ban terhadap jalan akan berkurang ketika terjadi pengereman secara mendadak. Proses pengereman menjadi tidak stabil, karena peredaman yang dilakukan shockbreaker sangatlah lama, dan kekuatan daya cengkram ban terhadap jalan untuk mengkuatkannya pun juga berkurang.

Jika mobil kesayangan Anda terdapat salah satu gejala di atas, maka kami sarankan untuk segera datang ke bengkel shockbreaker terdekat atau bengkel mobil terdekat untuk memeriksakan kondisi suspensi (shock absorber) mobil Anda. Namun, bila Anda tidak punya banyak waktu untuk ke bengkel mobil, dan ingin mendapatkan tempat service yang aman dan berkualitas, sebaiknya segera lakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor. Anda dapat memilih layanan “bengkel mobil panggilan“, dimana mekanik dari bengkel Zaini Auto Motor akan segera mendatangi lokasi Anda.

Setiap mobil yang ditangain bengkel Zaini Auto Motor akan mendapat pemeriksaan dan perawatan maksimal. Mekanik profesional dan berpengalaman akan memeriksa seluruh kondisi mobil Anda, termasuk kondisi shock absorber. Selanjutnya mekanik Zaini Auto Motor akan memberi tahu perbaikan apa saja yang diperlukan, dan memberi saran jika memang perlu adanya penggantian sparepart. Selain itu, bengkel Zaini Auto Motor juga menyediakan berbagai macam suku cadang asli. Jadi, Anda tinggal terima beres dan performa mobil akan kembali maksimal.

Mengganti Filter Kabin Pada AC Mobil Toyota

Agar AC Mobil Tetap Dingin, Rutin Periksa Komponen Ini Saat Kemarau

Sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Menurut BMKG Indonesia, musim kemarau tahun ini masih akan terus berlangsung diperkirakan hingga bulan Oktober mendatang. Musim Kemarau tahun ini cukup panjang, dengan hari tanpa hujan lebih dari 60 hari berturut-turut di sebagian besar wilayah Indonesia. Saat berkendara, komponen AC mobil tentu menjadi kebutuhan di kabin mobil, apalagi saat suhu udara sangat panas di musim kemarau. Namun, akan sangat menyebalkan apabila komponen AC mobil mengalami masalah, bahkan tak terasa dingin.

Permasalahan AC mobil yang kurang dingin ketika digunakan memiliki beragam penyebab. Mulai dari kerusakan komponen AC seperti extra fan (kipas AC) mati atau lemah, seal bocor, kompresor rusak, evaporator kotor, terlalu banyak freon yang diisi. Tetapi tidak sedikit juga yang disebabkan karena usia pemakaian. Seperti, oli kompresor habis, jumlah freon terlalu sedikit, atau yang paling sering ditemukan karena filter kabin yang kotor. Sehingga berpotensi menyumbat sirkulasi udara AC yang menuju ke kabin.

Filter Kabin Kotor Penyebab AC Mobil Tidak Dingin

Ternyata diantara penyebab yang beragam, terdapat salah satu komponen yang biasanya menjadi tersangka utamanya, yakni Cabin Air Filter yang kotor. Meskipun kondisi AC mobil berfungsi normal, tetapi jika cabin air filter kotor hingga tersumbat, maka tidak akan ada udara dingin yang keluar melalui lubang kisi-kisi AC di dashboard. Sehingga hal ini menyebabkan AC mobil tidak terasa dingin dan seolah tidak berfungsi sama sekali.

Filter Kabin Kotor Penyebab AC Mobil Tidak Dingin
Filter Kabin Kotor Penyebab AC Mobil Tidak Dingin

Filter kabin biasanya terletak di balik dashboard yakni di belakang laci peyimpanan (glove box). Cabin Air Filter berfungsi untuk memfilter udara yang masuk ke kabin. Meskipun kondisi AC mobil berfungsi normal, tetapi kalau filter kabin kotor maka akan mengurangi hembusan udara AC yang masuk ke kabin mobil. Seiring waktu pemakaian, filter kabin pada AC mobil akan menjadi sangat kotor dan tersumbat. Sehingga akan memperlambat aliran udara yang menuju kabin. Bahkan banyak kasus sirkulasi udara yang melalui blower AC dan kisi-kisi AC tersumbat. Hal ini menyebabkan AC mobil tidak terasa dingin sama sekali dan seolah AC tidak berfungsi normal.” Ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Jika kondisi jalan yang dilalui sehari-hari tidak berdebu, penggantian filter kabin AC mobil dapat dilakukan tiap 10.000-15.000 km sesuai rekomendasi pabrikan masing-masing. Tetapi, jika mobil sering melewati jalanan berdebu atau berpolusi, maka komponen filter kabin AC harus diganti lebih cepat dari waktu biasanya. Cabin Air Filter (filter kabin) yang kotor, hendaknya segera diganti. Selain untuk menghindari masalah AC yang tidak dingin, juga untuk menghindari timbulnya penyakit dalam jangka panjang. Karena filter kabin yang kotor bisa menjadi sarang bakteri yang berbahaya bagi kesehatan penumpang mobil.

Penyebab Filter Kabin Pada AC Mobil Kotor

Cabin air filter harus menjamin dan memastikan sistem AC menghasilkan udara yang bersih, segar dan tidak berbahaya ketika dihirup. Udara yang segar, bersih dan sehat di kabin mobil sangat penting sebagai bagian dari faktor keselamatan berkendara (safety driving). Namun, kondisi ini sering diabaikan oleh para pengendara mobil.

Penyebab Filter Kabin Pada AC Mobil Kotor
Cabin Air Filter Kotor

Ketika filter AC kotor, maka debu, polutan dan partikel kecil lainnya tidak dapat difilter secara sempurna saat aliran udara keluar dari sistem AC ke dalam kabin. Akibatnya, udara yang keluar dari sistem AC akan menjadi kotor dan berbau. Kondisi udara dalam kabin yang kotor dan berbau tentu sangat mengganggu konsentrasi saat mengemudi. Dan dalam jangka panjang bisa membahayakan kesehatan para penumpang mobil.

Agus Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “kotornya filter kabin biasanya disebabkan oleh sirkulasi debu di dalam kabin mobil. Debu-debu tersebut bisa berasal dari polusi udara di daerah perkotaan yang terhisap oleh sistem AC mobil. Atau udara luar yang ikut masuk ke dalam kabin saat mobil melaju dengan jendela terbuka. Interior mobil yang jarang dibersihkan juga ikut berperan memperburuk kondisi filter kabin. Sehingga saat AC diaktifkan, otomatis kotoran, debu-debu, dan partikel kecil lainnya akan terhisap dan menempel di cabin air filter. Seiring pemakaian, semakin lama akan menyebabkan terhalangnya aliran udara yang dikeluarkan oleh blower AC. “

Merawat Filter Kabin Agar Awet

Filter kabin yang bersih dapat memperlancar sirkulasi aliran udara AC ke dalam kabin, sehingga penumpang bisa merasakan kinerja sistem AC yang maksimal. Banyak pemilik mobil yang mengabaikan perawatan komponen cabin air filter ini. Padahal filter kabin mudah untuk dibersihkan, sama seperti halnya dengan membersihkan filter udara di mesin. Pembersihan filter kabin dapat dilakukan sendiri dengan mudah, pemilik mobil semestinya tidak perlu datang ke bengkel mobil untuk urusan ini. Cabin air filter yang belum terlalu kotor, cukup dibersihkan dengan menyemprotkan udara bertekanan.

Merawat Filter Kabin Ertiga Agar Tetap Awet
Merawat Filter Kabin

Caranya, buka laci dashboard, selanjutnya lepaskan laci dari dudukannya, maka di balik laci akan terlihat cabin air filter AC mobil. Selanjutnya keluarkan komponen filter AC ini, setelah filter dilepas dari dudukannya di belakang laci dashboard, pastikan kondisinya masih layak pakai. Semprotkan udara bertekanan biar debu, kotoran dan partikel lain yang menempel bisa hilang. Apabila tidak tersedia udara bertekanan, cukup ketok-ketokkan filter ke permukaan lantai dan biarkan debu rontok.

Mengganti Filter Kabin Baru

Untuk memperoleh kenyamanan selama berkendara dan menjaga kesehatan penumpang mobil, apabila komponen filter kabin sudah sangat kotor, tentu satu-satunya cara untuk mengembalikan sirkulasi udara AC supaya kembali segar, bersih dan sehat adalah dengan cara mengganti komponen filter AC tersebut.

Mengganti Filter Kabin AC Mobil Nissan
Mengganti Filter Kabin Dengan Yang Baru

“Penggantian komponen AC ini sebenarnya cukup mudah, karena bisa dilakukan sendiri. Biasanya filter kabin terletak di balik laci penyimpanan (glove box) di dashboard mobil. Namun, semuanya tergantung dari merek dan jenis mobil. Terkadang, beberapa merek mobil meletakkan cabin air filternya di bagian lain. Jika Anda kesulitan menemukan letak cabin air filter, bisa mengikuti petunjuk buku panduan bawaan mobil. Karena biasanya di manual book tersebut ada petunjuk mengenai perawatan beberapa komponen mobil, salah satunya letak cabin air filter AC mobil tersebut. Dalam mengganti filter kabin, pastikan jangan sampai terbalik yakni dengan memperhatikan tanda pemasangannya,” jelas Agus Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Kualitas filter kabin yang baik juga bisa membuat evaporator lebih awet. Sebab jika tidak ada filter kabin, debu dan partikel lainnya akan menempel pada evaporator yang kondisinya cenderung selalu lembab. Filter udara kabin (cabin air filter) yang berkualitas bisa membantu mencegah aliran udara AC terkontaminasi debu, kotoran, dan partikel lainnya memasuki kabin penumpang kendaraan Anda. Selain itu, tambahan carbon aktif pada beberapa jenis filter kabin juga mampu menghilangkan bau tak sedap, dan menyaring partikel yang dapat menimbulkan penyakit.

Jaga Kebersihan Interior Dan Kabin Mobil

“Kalau ingin kinerja AC optimal terus, sebaiknya jaga kebersihan kabin dan rutinlah periksa filter kabin secara berkala setiap 10.000 km. Semprotkan cairan pembersih (Air Freshener) pada AC mobil sebagai pembersih udara untuk menghilangkan kuman dan bakteri penyebab bau, sekaligus bisa digunakan sebagai pengharum. Semprotkanlah Air Freshener yang berupa busa (foam) ke bagian blower, filter kabin, evaporator dan kisi-kisi AC.” saran Agus Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Di dalam buku petunjuk kepemilikan kendaraan (manual book) biasanya sudah ada prosedur penggantian filter kabin yang benar. Tetapi jika pemilik mobil ragu untuk mengganti sendiri, sebaiknya percayakan pada mekanik profesional dan berpengalaman seperti di bengkel mobil Zaini Auto Motor. Para mekanik berpengalaman bukan hanya akan melakukan pemeriksaan dan penggantian cabin air filter, tetapi juga pemeriksaan secara menyeluruh pada komponen mobil lainnya sesuai dengan jadwal service berkala yang sedang berjalan.

Ketika mengalamai permasalahan pada mobil, sebaiknya Anda langsung mengkonsultasikan pada ahlinya. Bengkel Zaini Auto Motor dengan didukung mekanik profesional dan handal, tentunya sudah berpengalaman mengatasi bermacam masalah pada mobil. Selain itu, Anda tidak perlu repot datang ke bengkel mobil, para mekanik bengkel Zaini Auto Motor lah yang akan mendatangi lokasi Anda. Pastikan Anda sudah mendownload aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di gadget Anda. Dengan aplikasi ini, solusi perawatan dan perbaikan mobil Anda jadi semakin mudah dan murah. Manfaatkan berbagai macam promo service, diskon harga sparepart, dan promo lainnya yang sangat menguntungkan bagi para pelanggan bengkel Zaini Auto Motor.

Cara Rotasi Ban Mobil Yang Benar

Jangan Sepelekan, Ini Aturan Dan Manfaat Rotasi Ban Mobil

Ban mobil merupakan komponen yang harus diperhatikan dan selalu dijaga kondisinya agar selalu prima untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara. Ada beberapa cara untuk menjaga kondisi semua ban tetap prima, salah satunya dengan melakukan rotasi ban. Merawat dan menjaga kondisi ban mobil, memang perlu ketelatenan dan sebaiknya mengikuti petunjuk dalam manual book (buku panduan kepemilikan mobil). Dalam manual book, biasanya diterangkan cara merawat ban dan rotasi ban. Pada penggunaan mobil secara normal, rotasi ban sebaiknya dilakukan secara rutin agar tingkat keauasan ban bisa merata.

Menurut Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor, “Merotasi ban secara rutin akan secara signifikan memperpanjang umur ban. Selama pemakaian mobil, pada umumnya keempat ban mobil akan memiliki keausan yang berbeda. Jika salah satu ban memiliki keausan lebih banyak daripada yang lain, maka mobil akan mulai menarik ke arah ban yang tidak aus. Misalnya, saat berkendara, cobalah untuk sesaat melepaskan roda kemudi, mobil seharusnya dapat terus berjalan secara lurus. Namun, jika telah terjadi keausan ban yang berbeda, maka biasanya mobil tidak akan berjalan lurus. Mobil akan cenderung menarik ke arah ban yang kondisinya lebih baik. Hal ini juga menjadi alasan mengapa ketika membeli ban baru sebaiknya membeli berpasangan.”

Kapan Harus Melakukan Rotasi Ban Mobil

Merotasi ban secara rutin dan benar akan membuat tingkat keausan ban merata. Dan memungkinkan setiap ban dapat digunakan selama mungkin pada posisi sisi roda yang berbeda-beda. Namun secara umum, rotasi ban dilakukan dengan tujuan untuk mengistirahatkan ban depan dan mengoperasikan ban serep. Hal ini, dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak buruk yang diterima ban depan, yang memiliki beban lebih besar saat digunakan untuk berbelok dan mengarahkan mobil. Selain itu, merotasi ban juga dilakukan sebagai upaya untuk merawat ban cadangan (ban serep).

Akibat akumulasi jarak tempuh kendaraan, pada keempat ban akan memiliki kecepataan keausan yang berbeda, dan menghasilkan keausan ban di tempat yang berbeda-beda pula. Hal ini karena pemakaian ban depan berbeda dengan ban belakang, dan pemakaian ban kanan yang berbeda pula dari ban kiri.

Semua mobil dirancang dengan konfigurasi bobot, sistem kemudi, dan jenis penggerak roda yang berbeda-beda. Ini berarti akan menghasilkan keausan yang tidak merata pada keempat sisi roda kendaraan. Jika pemilik mobil terlalu lama membiarkan setiap ban tetap berada di satu posisi, maka akan terjadi keausan dan kerusakan ban yang tidak normal. Sehingga mobil saat dikendarai bisa mulai menarik dan tergelincir ke salah satu arah.

Dengan secara rutin melakukan rotasi ban, memungkinkan keempat ban akan mengalami keausan yang sama. Sehingga membuat rentang usia pakai ban relatif sama pada keempatnya. Mobil yang memiliki tingkat keausan ban yang merata, ketika dikendarai akan lebih lancar dan selalu berjalan lurus tidak menarik ke salah satu sisi kendaraan. Oleh karenanya, rotasi ban mobil sebaiknya dilakukan setiap 10.000 km, atau saat bersamaan ketika melakukan proses spooring dan balancing. Selanjutnya lakukan secara berkala pada kelipatan 10.000 km.

Jangan Asal Rotasi Ban, Ini Aturan Mainnya

Ban merupakan salah satu komponen yag harus diperhatikan dan dirawat secara rutin. Hal itu tentu sejalan dengan kinerja ban yang harus menopang beban kendaraan sekaligus menghasilkan traksi optimal dengan permukaan aspal. Salah satu perawatannya adalah dengan rotasi ban yang tujuan utamanya agar tingkat keausan semua ban merata. Namun, cara menukar posisi keempat ban dari depan hingga belakang ada aturan mainnya, sehingga jangan sembarangan melakukan perputaran rotasi ban. Berbagai jenis mobil juga memiliki teknik atau pola rotasi ban yang berbeda, sebaiknya ikuti sesuai yang direkomendasikan pabrikan mobil. Ada pola rotasi dari roda bagian belakang dipindah ke depan, ada juga yang menyilang (crossing), pola rotasi sejajar, semua tergantung tipe penggerak rodanya.

“Rotasi ban yang dilakukan sendiri tidak bisa sembarangan, karena ada polanya. Yang harus diperhatikan juga adalah perbedaan pola rotasi posisi ban antara mobil berpenggerak roda depan dan penggerak roda belakang. Selain itu, biasanya setiap produsen mobil juga mempunyai rekomendasi konfigurasi/pola rotasi bannya sendiri-sendiri. Sebenarnya yang paling bagus menggunakan pola rotasi menyilang (diagonal),” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Pada manual book biasanya menggunakan aturan pola menyilang, dimulai dari ban depan kiri dipasangkan ke ban belakang sebelah kanan, dan begitu juga sebaliknya. Tingkat keausan alur ban paling cepat terdapat pada roda bagian depan, karena kerjanya cukup berat dan berhubungan dengan kemudi. Selain itu, saat ini kebanyakan mobil memiliki penggerak roda depan dan yang belakang ngikutin. Sehingga bagian depan menerima beban yang lebih berat daripada ban belakang, maka ban depan akan lebih cepat aus.

Tidak Semua Ban Mobil Bisa Dirotasi

Meskipun sangat penting untuk memperpanjang usia ban, tetapi pada kenyataannya ada beberapa mobil yang memang tidak bisa dilakukan rotasi ban. Maka sebelum melakukan rotasi ban, yang perlu diperhatikan oleh setiap pemilik mobil adalah memastikan semua ban mempunyai ukuran (dimensi) yang sama. Karena ada beberapa mobil yang mempunyai dimensi roda depan lebih kecil dari roda belakangnya. Biasanya sering ditemui pada mobil sport yang memiliki dimensi ban dan pelek berbeda antar depan dan belakang.

Selain itu, ada juga ban mobil yang dirancang untuk tetap dipasang di sisi roda kanan atau roda kiri. Ban ini dinamakan ban directional, sehingga tidak dapat dilakukan rotasi sembarangan. Ban directional umumnya memiliki arah alur ban searah (directional tread), dan pattern (alur) kembangannya umumnya berbentuk pola huruf V. Ban directional juga dilengkapi dengan berbagai macam keterangan di dinding ban (sidewall), berupa tanda panah dan tulisan “ROTATION” sebagai petunjuk arah putaran ban, sehingga pemasangan tidak boleh terbalik.

“Ukuran ban berperan vital dalam urusan rotasi ban. Jika diketahui terdapat ukuran ban yang berbeda, yah otomatis tidak dapat dirotasi karena didesain seperti itu. Selain perbedaan dimensi ban, mobil yang memiliki arah alur ban directional (searah), atau pattern kembangan ban yang biasanya berbentuk pola huruf V, tidak dapat dilakukan rotasi sembarangan. Saat akan merotasi ban, wajib memperhatikan posisi arah ban, dan ban hanya bisa dipindah ke satu sisi saja (depan-belakang), tidak bisa menyilang.” ujar Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

“Misalnya, pada ban kiri yang sudah ada arah alur kembangannya sendiri, jika dipindah ke sebelah kanan otomatis alurnya akan terbalik. Maka bisanya di pindah hanya ke roda kiri bagian belakang, pada sisi yang sama tidak bisa menyilang. Akan sangat berbahaya bila sampai salah arah alurnya, terutama ketika melintasi jalan basah dan ketika melakukan pengereman karena grip-nya tidak sesuai. Salah arah alur putaran ban juga akan menimbulkan suara gemuruh saat mobil melaju di jalan raya,” tutup Agus Tri Ariyanto mengakhiri penjelasannya di bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Yang Benar

Rotasi ban secara benar dan tepat dipercaya dapat memperpanjang usia ban sekitar 30% lebih lama. Terutama pada ban depan mobil, karena kondisi ban akan cepat aus pada bagian roda depannya daripada di bagian roda belakang. Apabila Anda kurang memahami cara merotasi ban yang tepat, maka alangkah baiknya percayakan pada mekanik profesional di bengkel mobil terdekat, bengkel resmi atau bengkel/toko khusus ban. Karena pada bengkel mobil atau toko khusus ban, biasanya terdapat berbagai alat khusus untuk mendeteksi kondisi ban. Sehingga jika memang dibutuhkan maka dapat dilakukan spooring and balancing, sekaligus pemeriksaan kondisi kaki-kaki mobil.

Ada juga mobil dengan yang mempunyai ukuran ban cadangan lebih kecil. Jika mobil yang digunakan memiliki ban serep lebih kecil, maka rotasi ban tidak perlu melibatkan ban serep. Perawatan pada ban serepnya pun cukup dengan memeriksakan tekanannya secara berkala, agar suatu saat ketika diperlukan dalam kondisi yang siap pakai.

Perawatan merupakan kunci utama untuk menjaga kondisi ban mobil tetap prima. Ada perawatan yang harus datang ke bengkel mobil, bisa juga dilakukan sendiri, seperti memeriksa tekanan angin. Namun, masih banyak pemilik mobil suka melupakan perawatan ini. Tekanan angin pada ban perlu diperhatikan agar ban dapat berfungsi dengan baik dan memberikan kinerja maksimal. Tiap mobil pada bagian pintunya sudah disertakan standar untuk tekanan angin ban. Pemilik mobil tinggal mengikuti secara regular, selanjutnya lakukan pengecekan tiap dua sampai tiga minggu, bila memakai tekanan nitrogen sekitar satu bulan.

Melakukan rotasi ban di bengkel Zaini Auto Motor akan lebih baik, karena dilakukan oleh para mekanik profesional dan dipastikan tidak akan salah. Kondisi ban sebelum dirotasi akan dicek lebih dahulu, setelah semuanya kondisi ban baik maka akan dilakukan rotasi. Namun, apabila kondisi ban untuk roda depan keausannya lebih banyak atau gundul, maka tidak boleh dirotasi. Harus dicari ban yang ketebalannya masih bagus, karena untuk bagian depan akan bekerja lebih berat dan untuk mengatur arah laju mobil. Kemudian, jika diperlukan juga dapat dilakukan spooring dan balancing untuk menjaga keseimbangan mobil Anda.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi