Penulis: admin

Keunggulan Wiper Hybrid

Wiper Hybrid Dijual Lebih Mahal, Apa Saja Keunggulannya?

Wiper merupakan rangkaian komponen mobil yang mungkin tampak sederhana. Namun jangan sampai diabaikan karena wiper akan sangat berguna dalam menjaga visibilitas selama berkendara, terutama saat musim hujan. Karena fungsi utamanya untuk menyeka air dan kotoran pada kaca depan mobil. Bayangkan betapa bahayanya bila saat cuaca mulai turun hujan namun tidak ada komponen wiper. Oleh karenanya, wiper diperlukan untuk mendukung visibilitas pandangan pengemudi sehingga tetap dapat melihat dengan jelas kondisi yang ada di depannya. Seiring perkembangan teknologi, pabrikan mobil mulai banyak menggunakan wiper jenis baru yang dikenal sebagai wiper hybrid.

“Wiper hybrid merupakan perpaduan desain antara wiper flat blade dan wiper konvensional. Kalau melihat tampilannya, wiper ini menggunakan frame besi layaknya wiper konvensional. Namun agar aerodinamis maka sepanjang rangkanya dibungkus dengan plastik dan karet knock down sebagai spoiler udara. Sepintas mirip wiper frameless atau wiper flat blade, namun diklaim punya kemampuan yang lebih baik lagi. Beberapa keunggulan, diantaranya lebih kuat, aerodinamis, lebih ringan, dan mampu menghasilkan sapuan air dan kotoran pada kaca mobil lebih sempurna.” Jelas Listiyono selaku Kepala Bengkel Zaini Auto Motor.

Lantas, Apa Keistimewa Wiper Hybrid Sehingga Harganya Lebih Mahal?

Wiper hybrid sekarang ini banyak dicari pemilik mobil. Banyak yang berpendapat bahwa wiper hybrid mempunyai tekanan (downforce) ke kaca lebih kuat dibandingkan wiper lain, sehingga memungkinkan sapuan air lebih bersih dan maksimal. Meskipun harganya lebih mahal, namun nyatanya wiper jenis ini lebih laris dan populer di Indonesia.

“Masing-masing jenis wiper memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Ada yang berpendapat, untuk jenis wiper frameless dan wiper flat blade yang sebagian besar terbuat dari bahan karet, ketika karetnya mengeras atau sudah tidak lentur lagi, maka daya penyekaannya jadi kurang sempurna. Sedangkan, wiper hybrid lebih unggul karena mengadopsi model rangka ditambah spoiler plastik yang bersifat aerodinamis dan terintegrasi penuh sepanjang rangkanya. Dengan begitu, wiper hybrid akan menghasilkan daya seka yang lebih baik, meskipun kondisi karet wipernya sudah getas atau tidak lentur lagi. Hal ini lantaran masih adanya tekanan dari rangka besinya, dan ditambah efek aerodinamis yang juga menghasilkan tekanan (downforce) pada wiper blade ke kaca mobil.” Ungkap Listiyono ketika ditemui di Bengkel Zaini Auto Motor.

Kelebihan Dan Kekurangan Wiper Jenis Hybrid

Bagian luar wiper hybrid terdapat spoiler (tempurung) dari bahan plastik keras. Ini membuat karet wiper lebih menekan ke kaca dibanding wiper biasa ataupun wiper frameless. Tujuan ditambahkannya spoiler adalah untuk menjaga kestabilan gerak wiper, dan menciptakan aerodinamis sehingga meminimalisir hembusan udara yang dapat mengangkat bilah wiper. Selain itu juga untuk mempertahankan tekanan (downforce) dari karet wiper (rubber blade) agar tetap melekat pada kaca depan mobil pada saat gerakan wiper normal maupun pada kecepatan tinggi, khususnya saat cuaca ekstrim. Di balik komponen spoiler terdapat rangka besi yang memberikan dukungan kokoh pada karet wiper (rubber blade). Desain yang dinamis ini memungkinkan seluruh bagian wiper blade melentur mengikuti bentuk permukaan kaca depan, sehingga menghasilkan kinerja sapuan wiper yang halus, efisien dan tidak berisik.

Spoiler berbahan plastik juga berfungsi sebagai cover protector yang melindungi karet wiper dari paparan sinar matahari, dan kondisi cuaca lainnya. Sehingga akan memperpanjang usia pakai karet wiper (rubber blade) dan karet tidak mudah getas. Sementara itu, pada bagian blade karetnya juga dilapisi bahan graphite sehingga menghasilkan kinerja penyekaan yang halus dan lebih efisien.

Graphite merupakan salah satu bahan pembuat mata pensil yang diaplikasikan pada keret wiper. Dengan tujuan untuk memberikan kelicinan atau lapisan anti air yang maksimal di permukaan kaca. Disamping itu juga untuk memperkuat karet wiper agar tidak mudah getas pada saat terpapar sinar matahari secara langsung. Spoiler pada wiper hybrid memungkinkan mengalirankan udara yang lebih lancar dan aerodinamis. Sehingga membuat wiper lebih kuat menempel di kaca mobil, lebih stabil, dan tidak mudah bergetar. Wiper hybrid disebut juga punya beberapa kelemahan. Diantaranya adalah timbulnya karat/korosi pada rangka besinya, sehingga kaca berisiko tergores ketika karet wiper sudah slip dan tipis. Frame (rangka wiper) yang berkarat, juga berpengaruh pada kelenturannya dan mempengaruhi flesibilitas bilah karetnya.” Tutup Listiyono mengakhiri wawancara kami di Bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Wiper Mobil

Selain keausan akibat gesekan dengan permukaan kaca, karet wiper dapat rusak akibat debu jalanan, kondisi cuaca, dan paparan sinar matahari. Kerusakan pada wiper dapat diidentifikasi melalui sapuan yang tidak bersih, goresan pada kaca, timbulnya suara bising berlebihan, dan bunyi berdecit. Sebagian besar produsen merekomendasikan untuk memeriksa wiper setiap enam bulan sekali, untuk menjamin performa optimal wiper saat menghalau air. Namun, jika karet wiper sudah mulai sobek dan getas maka harus segera diganti.

Jika mobil anda membutuhkan penggantian wiper, namun anda kesulitan melakukannya sendiri atau tidak cukup waktu untuk pergi ke bengkel, maka jangan ragu untuk melakukan booking service di bengkel Zaini Auto Mobil. Para mekanik berpengalaman akan segera mendatangi tempat anda, tanpa perlu repot ke luar rumah. Dapatkan promo dan diskon menarik setiap anda melakukan booking service melalui aplikasi “Bengkel Mobil Pro” baik dari smartphone Android maupun IOS. Tunggu apalagi, download segera melalui tautan ini “Bengkel Mobil Pro“.

5 Manfaat Spooring dan Balancing, Ternyata Bisa Menghemat BBM Mobil

Selain untuk menentukan arah gerak mobil, roda juga berfungsi sebagai peredaman getaran pada mobil. Keseimbangan roda kian hari akan berubah akibat gaya sentrifugal yang dihasilkan dari putaran roda dan gaya tarik roda. Jika mobil sering dipakai mobilitas tinggi dan sering melewati jalanan rusak, maka akan timbul gejala ketidaknyamanan yang dapat dirasakan pengemudi. Contohnya, kemudi mobil agak berat ke kanan atau menarik ke kiri, mobil terasa melayang pada kecepatan tertentu, kemudi sedikit berat dikendalikan ketika berjalan perlahan, dan bisa juga kemudi terasa bergetar saat kecepatan RPM tertentu. Salah satu cara menghindari dan memperbaiki gejala ketidaknyamanan tersebut adalah dengan melakukan spooring dan balancing.

“Bagian kaki-kaki mobil memang tidak bisa dianggap sepele. Dari suspensi, tie rod end, long tie rod, shock absorber, velg, hingga ban harus diperhatikan secara saksama. Terutama ban, karena bagian tersebut merupakan penghubung antara kendaraan kita dengan permukaan jalan. Salah satu cara menjaga kondisi kaki-kaki mobil adalah dengan melakukan spooring dan balancing. Bagi pemilik kendaraan, pastinya istilah spooring dan balancing sudah tidak asing didengar.” jelas Listiyono, selaku Kepala Bengkel di bengkel Zaini Auto Motor.

Proses spooring dilakukan untuk meluruskan sudut-sudut geometri pada keempat roda mobil agar kembali selaras dengan kemudi sesuai penyetelan yang dianjurkan oleh pabrikan. Sementara balancing berfungsi untuk mengembalikan putaran roda agar lebih stabil, biasanya dengan menambahkan timah pemberat yang ditempel pada velg mobil. Apa saja manfaatnya melakukan kedua proses tersebut? Berikut uraiannya.

1. Spooring dan Balancing Akan Meningkatkan Kenyamanan Berkendara

Kondisi ban mobil yang tidak beres bisa sangat memengaruhi kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Hal ini bisa diketahui bila pengemudi merasakan beberapa gejala pada mobil seperti berikut ini:

  • Kondisi setir bergetar saat dikendarai
  • Ban belakang terlihat tidak lurus sejajar dengan ban bagian depan.
  • Roda kemudi (setir) terasa berat dan sulit untuk dikendalikan.
  • Pada saat melaju di jalanan yang lurus, setir condong ke satu sisi (kanan atau kiri).
  • Mobil terasa miring seolah ban kempis.
  • Saat melintas di jalan berlubang, terasa getaran hebat pada kemudi yang bisa mengganggu pengemudi mempertahankan kestabilan mobil.

Jika saat berkendara, pengemudi merasakan gejala di atas maka itulah saat yang tepat untuk melakukan spooring dan balancing pada mobil.

2. Spooring dan Balancing Menjaga Keawetan Kaki-Kaki Mobil

Kerusakan kaki-kaki mobil dapat membahayakan pengendara. Perilaku mengemudi yang gemar mengerem mendadak, dan sering bermanuver ekstrem yang tidak perlu, akan memperpendek usia pakai komponen kaki-kaki mobil. Terlebih kondisi jalanan di Indonesia kadang tidak ideal, membuat komponen ini lebih cepat rusak. Bagian kaki-kaki termasuk sparepart mobil yang harganya terbilang tidak murah. Dengan melakukan spooring dan balancing secara rutin, maka usia pakai kaki-kaki mobil mungkin bisa lebih panjang dari seharusnya.

Perawatan spooring dan balancing yang direkomendasikan biasanya dilakukan setiap 20.000 KM atau minimal 6 bulan sekali. Namun, jangka waktu ini tidak bisa jadi patokan pasti. Jika mobil sering diajak perjalanan jauh, atau banyak melintasi jalanan yang rusak, maka spooring dan balancing bisa lebih cepat dari periode yang direkomendasikan oleh pabrikan.

3. Meningkatkan Kestabilan Dan Kemudi Kembali Responsif

Kerusakan dan ketidakstabilan pada roda sangat membahayakan pengendara mobil. Apalagi jika sampai membuat mobil berjalan oleng atau tidak stabil. Setir/kemudi bisa saja bergerak condong ke kiri atau ke kanan ketika mobil sedang melaju lurus. Bahkan, yang paling ekstrim dan sangat membahayakan adalah mobil bisa berbelok sendiri ketika sedang melaju lurus dengan kecepatan tinggi.

Spooring dan balancing merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi roda dan kaki-kaki mobil agar setelannya sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan pabrikan. Spooring bertujuan agar posisi roda tetap lurus, dan setelan ini juga memengaruhi posisi setir. Tak hanya soal kestabilan, dengan melakukan spooring dan balancing posisi kemudi akan mudah kembali lurus dengan sendirinya terutama setelah mobil berbelok. Sedangkan balancing berguna untuk menstabilkan putaran atau getaran roda akibat beban roda yang tidak merata.” jelas Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Memperpanjang Usia Pakai Ban Mobil

Kaki-kaki mobil yang bermasalah juga bisa menyebabkan kerusakan pada ban mobil. Contohnya, tingkat keausan ban yang tidak merata, atau ban akan mengeluarkan bunyi berdecit setiap kali berbelok. Tentunya hal itu bisa membuat usia pakai ban jadi lebih pendek dari seharusnya. Mengetahui efek buruk tersebut, maka pemilik mobil dipaksa harus segera menyiapkan dana untuk mengganti ban yang sudah aus dan tidak layak pakai. Perlu diketahui, kondisi roda-roda yang selaras mampu mengurangi gesekan terhadap permukaan jalan, sehingga memperlambat keausan ban. Maka pemeriksaan dan penyetelan keselarasan roda atau wheel alignment (spooring) perlu dilakukan secara teratur.

“Agar ban habisnya rata, tidak makan samping, maka dengan melakukan spooring dan balancing akan mengatasi hal ini. Dengan kondisi jalan di Indonesia yang rata-rata tidak begitu bagus (berlubang), maka untuk mencegah ban cepat rusak perlu melakukan penyetelan wheel alignment roda-roda mobil. Mobil yang sering melewati jalan rusak, posisi setelan rodanya otomatis akan cepat berubah. Jika kedudukan ban sudah tidak lurus, dan posisi bergeser satu derajat saja, maka akan mengurangi umur ban sebesar tujuh persen. Semakin besar posisi ban tidak sesuai dengan spesifikasi, tentu akan semakin cepat pula umur ban akan berkurang.” ungkap Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

5. Menghemat Pemakaian Bahan Bakar Kendaraan

Kondisi roda dan kaki-kaki mobil akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Dengan kondisi ban dan kaki-kaki yang stabil, kendaraan dapat melaju tanpa hambatan. Kondisi penyetelan roda, pemilihan ban dan kaki-kaki mobil yang tepat, bisa menghemat bahan bakar hingga 14,5 persen, yang berarti juga mengurangi emisi CO2. Sebaliknya, jika kondisi ban dan kaki-kaki buruk, laju mobil akan lebih lambat dan berat, sehingga pengemudi perlu menekan pedal gas lebih dalam. Ujung-ujungnya, bahan bakar mobil bisa lebih boros.

“Meluruskan kembali sudut-sudut roda (wheel alignment) memiliki dampak penghematan yang signifikan. Selain memperpanjang umur komponen kaki-kaki mobil, seperti suspensi, tie-rod, bearing, ban, dan lainnya, melakukan spooring (wheel alignment) mampu mengefisienkan penggunaan bahan bakar. Ini lantaran, dengan sudut wheel alignment roda yang benar, maka gesekan ban dengan aspal akan diminimalkan.” tutup ungkap Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

Intinya, jika mobil yang dikendarai ada beberapa indikasi seperti setir terasa tidak seperti biasanya, sebaiknya segera lakukan spooring dan balancing di bengkel mobil terdekat. Bengkel Zaini Auto Motor merupakan salah satu bengkel terpercaya yang bisa jadi rujukan dalam melakukan spooring dan balancing mobil Anda. Bengkel Zaini Auto Motor juga menghadirkan kemudahan dalam melakukan berbagai perbaikan dan service pada mobil konsumen melalui sebuah aplikasi “Bengkel Mobil Pro“.

Dengan kemudahan yang ditawarkan, aplikasi “Bengkel Mobil Pro” diharapkan bisa menjadi solusi pelanggan untuk lebih teratur dalam melakukan service dan perbaikan mobil tanpa harus pergi ke bengkel. Saat mobil Anda macet di tengah perjalanan, dengan menggunakan aplikasi ini Anda bisa dengan cepat memperoleh bantuan perbaikan di tempat. Bagi Anda yang menggunakan aplikasi Bengkel Mobil Pro, Anda bisa sering mendapatkan promo menarik, yakni diskon service dan berbagai diskon produk otomotif lainnya. Tunggu apalagi, cek tautan berikut ini untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda Kompresor AC Mobil Rusak

Inilah Tanda-Tanda Kompresor AC Mobil Bermasalah

Musim kemarau pada tahun ini telah mencapai puncaknya, hal ini ditandai dengan temperatur udara di luar ruangan yang cukup panas berkisar antara 34-41° C. Pada bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa, dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga bulan Desember. Dengan kondisi cuaca tersebut, tentu komponen AC mobil menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pengendara mobil. Apalagi bagi pengguna mobil di kota-kota besar yang sering terjebak kemacetan, dengan adanya AC mobil tentu sangat menolong. Karena AC mobil merupakan fitur yang sangat penting pada mobil dalam memberikan kenyamanan saat berkendara. Setiap pengendara mobil pasti mengeluh jika kabin mobilnya menjadi panas dikarenakan temperatur AC mobil kurang dingin. Yuk, Kenali Tanda-Tanda Kompresor AC Mobil Bermasalah!

Setiap mobil produksi terkini pasti telah dilengkapi dengan fitur pendingin kabin atau AC (air conditioner). Salah satu fungsi utama AC mobil adalah menyejukkan udara di dalam kabin. Sistem AC mobil memiliki banyak komponen antara lain kompresor, kondensor, receiver dryer, evaporator, dan pipa AC. Dari semua komponen pada sistem AC tersebut, kompresor AC bertanggung jawab penuh atas dingin atau tidaknya udara yang dihembuskan ke dalam kabin.

“Kompresor bisa diibaratkan sebagai jantung dari sistem AC mobil. Kompresor AC bertugas memompa dan menekan freon/refrigeran menuju ke evaporator, sehingga freon bisa bersirkulasi dan menghilangkan hawa panas di dalam kabin mobil. Namun, terkadang masih banyak pemilik mobil yang belum tahu bahwa kompresor AC juga perlu dirawat agar AC mobil tetap dingin. Jika komponen kompresor ini sampai rusak, maka biaya perbaikan maupun penggantiannya juga cukup menguras kantong, ujar Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor.

Jika kinerja AC mobil dirasa ada yang tidak biasa, dan ada gejala-gejala ringan seperti bunyi tak wajar, muncul hembusan udara panas saat putaran mesin rendah, maka yang pertama patut dicurigai adalah komponen kompresor AC. Bisa jadi gejala-gejala tersebut adalah indikasi awal rusaknya kompresor AC. Pengemudi mobil Anda harus waspada dan segera mengecek kompresor AC mobilnya. Agar lebih paham gejala apa saja yang menandai rusaknya kompresor AC, mari kenali ciri-ciri kompresor AC yang bermasalah!

1. Kompresi Kompresor AC Mobil Melemah

Pada umumnya ketika kompresor AC pada mobil mulai bermasalah, maka akan muncul beberapa tanda/gejala yang dapat diketahui oleh pengemudi. Kompresor merupakan komponen pada sistem AC mobil yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan freon. Jadi saat timbul masalah pada kompresor, maka komponen sistem AC lainnya akan ikut terpengaruh. Kompresor AC memiliki beberapa komponen internal yang bergerak, seperti, piston, valve/katup, AS/shaft, swash plate, bearing, dan lainnya. Bagian internal ini bisa aus dan rusak, sehingga menyebabkan kinerja kompresor AC tidak maksimal bahkan berhenti bekerja.

Salah satu tanda/gejala yang muncul adalah apabila hembusan udara AC mobil terasa kurang dingin saat rpm/putaran mesin rendah. Namun, ketika mulai rpm mesin ditingkatkan atau saat mobil mulai berjalan dengan kecepatan tertentu, hembusan udara AC mobil mulai lebih dingin. Hal ini menandakan adanya masalah pada kompresor AC.

“Kompresor yang bermasalah atau rusak tidak akan dapat mengatur aliran freon dalam sistem AC mobil dengan benar. Akibatnya AC mobil tidak akan berfungsi dengan baik. Apabila tekanan dari kompresor berkurang, maka AC mobil pun akan terasa kurang dingin pada putaran /rpm mesin rendah. Namun, ketika putaran mesin dinaikkan lebih dari 2.500 rpm biasanya baru terasa dingin. Hal ini biasanya disebabkan kondisi piston dan valve di dalam kompresor sudah mulai aus, sehingga membuat tekanan kompresinya melemah.” Ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

2. Kompresor AC Mobil Berbunyi Kasar

“Tanda-tanda paling mudah dikenali adalah ketika menyalakan AC ada bunyi kasar, atau ketika kecepatan mesin meningkat maka bunyi dari kompresor AC juga akan semakin kencang. Namun, ketika AC mobil dimatikan ke posisi “OFF” bunyi tersebut langsung hilang. Penyebab bunyi kasar tersebut bisa diakibatkan karena oli kompresor kurang/habis, piston aus, bearing rusak/macet, hingga AS/shaft kompresor kurang presisi.” ungkap Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Oli Kompresor bocor Penyebab Kompresor AC Mobil Berbunyi Kasar
Perbaikan Kebocoran dan Pengisian Oli Kompresor AC

Kompresor AC bekerja dengan cara digerakkan oleh v-belt yang terhubung dengan mesin. Selain itu, kompresor AC juga memiliki beberapa komponen internal, dan menggunakan bearing untuk dapat berputar. Jika salah satu komponen internal kompresor AC mengalami kerusakan, atau bearing kompresor rusak/macet, maka dapat menimbulkan bunyi-bunyi aneh. Maka munculnya suara aneh ketika AC mobil dinyalakan merupakan gejala dari kompresor AC yang bermasalah.

“Apabila kompresor AC mengalami masalah seperti muncul bunyi kasar yang tidak biasa, maka segera lakukan pengecekan di semua bagian kompresor. Lakukan pemeriksaan kompresor AC mobil sesegera mungkin sebelum terjadi masalah kerusakan yang lebih parah. Perlu pemeriksaan bagian internal kompresor AC, seperti piston-piston, bearing, AS/shaft yang telah mengalami keausan. Kebocoran oli kompresor dan kerusakan komponen internal kompresor seperti piston, bearing, as/shaft yang telah aus menjadi salah satu penyebab AC mengeluarkan bunyi-bunyi kasar yang menganggu. Namun, bila pemilik mobil tidak mengetahui cara memeriksa kompresor AC, sebaiknya segera kunjungi bengkel mobil terdekat atau bengkel AC mobil terdekat. Jika kerusakan pada kompresor AC cukup parah, sebaiknya mengganti kompresor dengan yang baru.” imbuh Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Terjadi Kebocoran Pada Kompresor AC Mobil

Sebenarnya freon tidak bakal habis bila tidak terjadi kebocoran pada sistem AC mobil. Dengan kata lain, penyebab habisnya freon/refrigeran dikarenakan adanya kebocoran pada sistem AC itu sendiri. Tanda kebocoran freon pada sistem AC mobil biasanya ditandai adanya gejala hembusan udara AC yang kurang dingin, atau munculnya suara desis halus di balik dashboard kabin.

Namun, pada kompresor AC mobil bisa saja mengalami kebocoran freon. Sehingga sebanyak apapun freon yang diisikan kedalam sistem AC, maka akibat adanya kebocoran ini menyebabkan freon tersebut akan cepat berkurang atau habis. Semakin besar kebocorannya, semakin cepat pula freon berkurang dan akibatnya udara di dalam kabin tidak terasa dingin.

Kebocoran Freon Pada Kompresor AC Mobil
Kebocoran Freon Pada Kompresor AC

“Kompresor AC memiliki komponen yang bernama seal. Penyebab freon habis biasanya karena adanya kebocoran pada seal karet di sambungan selang/pipa dan kompresor. Jika seal yang terbuat dari karet ini mengalami keretakan, keausan atau robek, maka berpotensi timbul kebocoran freon AC. Efeknya, tekanan dari kompresor untuk mensirkulasikan freon ke sistem AC menjadi lemah, sehingga hembusan udara AC pun menjadi kurang dingin.” Jelas Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Selain itu, korosi pada kompresor dan pipa AC juga menjadi sumber utama kebocoran dan berkurangnya freon AC mobil. Jika sudah terjadi korosi, langkah terbaik yang harus dilakukan adalah mengganti sparepart AC mobil tersebut yang mengalami korosi. Segera bawa mobil Anda ke bengkel spesialis AC mobil atau ke bengkel mobil terdekat untuk dilakukan penggantian sparepart AC mobil. Sebab, jika dibiarkan terlalu lama akan memilik efek samping yang bisa mengakibatkan kerusakan fatal pada sistem AC mobil.

4. Kerusakan Magnetic Clutch Pada Kompresor AC

Magnetic clutch (kopling magnet) merupakan komponen kompresor AC mobil yang bertugas untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dengan kompresor melalui drive belt dan pully pada kompresor. Pernahkah Anda merasakan hembusan udara AC mobil yang semula dingin, namun tiba-tiba tidak dingin sama sekali? Walaupun AC mobil dalam kondisi tetap bekerja? Namun, setelah tombol AC dimatikan beberapa saat, kemudian dihidupkan lagi, kondisi AC pun kembali bekerja normal, dan biasanya disertai putaran RPM mesin yang meninggi dengan sendirinya, di atas 1.000 rpm. Jika terjadi seperti ini segera periksa sistem AC mobil, terutama di bagian magnetic clutch kompresor AC. Baca juga : Magnetic Clutch Rusak, Penyebab Utama AC Mobil Tidak Dingin

Kerusakan Magnetic Clutch Pada Kompresor AC
Magnetic Clutch Pada Kompresor AC

“Kadang ditemui magnetic clutch pada kompresor mengalami kerusakan, sehingga membuat AC mobil tidak mampu mendinginkan udara di kabin. Kerusakan magnetic clutch biasanya akibat dari cara pengoperasian AC yang kurang tepat. Udara kabin yang semula terasa dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali. Hal ini disebabkan komponen magnetic clutch pada kompresor AC telah aus. Sehingga mengakibatkan magnetic clutch kadang terhubung dan kadang tidak mau terhubung ke kompresor AC. Ketika mendapati ciri-ciri seperti ini, sebaiknya segera periksakan ke bengkel spesialis AC mobil atau bengkel mobil terdekat. Jika sengaja mengabaikannya, kerusakan yang semula kecil bisa merembet ke komponen lain yang bisa membuat kompresor AC rusak. Biaya perbaikan atau penggantian kompresor AC mobilpun dikenal cukup menguras kantong,” terangnya Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Kompresor AC

Tidak hanya mesin mobil saja yang perlu dirawat secara rutin, komponen mobil lainnya yang sering digunakan pun tidak boleh luput. Seperti halnya komponen sistem AC mobil juga perlu rutin dirawat. Termasuk kompresor AC, karena tanpanya niscaya penumpang di dalam kabin akan kepanasan. Merawat kompresor AC dengan baik dan rutin, sama artinya dengan menjaga kondisi AC mobil agar tetap konsisten menghasilkan udara dingin di dalam kabin. Penting sekali untuk selalu melakukan perawatan rutin pada sistem AC, sekurang-kurangnya 2-3 kali dalam setahun.

Selain memberi kenyamanan, sistem pendingin kabin yang bekerja dengan baik akan menjadi nilai tambah saat mobil Anda hendak dijual lagi. Oleh karenanya, pemilik mobil harus menjaga kondisi AC mobilnya selalu bekerja maksimal. Jika mobil kesayangan Anda mulai terdapat tanda/gejala kompresor bermasalah seperti penjelasan di atas, maka segera kunjungi bengkel mobil terdekat atau bengkel khusus AC mobil. Pastikan kompresor AC mobil Anda untuk segera diperiksa, karena jika diabaikan kerusakan tadi bisa merembet ke komponen lain yang membuat kerusakan makin parah.

Apabila Anda tidak cukup waktu untuk mengunjungi bengkel mobil, manfaatkan saja layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Untuk urusan ini, bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan solusi mudah perawatan dan perbaikan bagi AC mobil Anda. Cukup lakukan booking service untuk layanan bengkel mobil panggilan melalui smartphone Anda, maka mekanik profesional yang akan segera mendatangi Anda. Lebih dari 500 jasa perawatan dan perbaikan mobil mampu dilakukan oleh bengkel Zaini Auto Motor. Mulai dari pemeriksaan berkala, turun mesin hingga penggantian komponen mobil. Dengan melakukan service di bengkel Zaini Auto Motor, maka kinerja AC mobil Anda dijamin kembali optimal. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dengan hembusan udara AC yang dingin ketika dikendarai sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh.

Packing Atau Gasket Silinder Head Bocor

5 Tanda Packing / Gasket Silinder Head Bocor Dan Waspadai Bahayanya

Silinder head (cylinder head) merupakan salah satu komponen inti dari sebuah mesin kendaraan bermotor. Pada bagian silinder head terdapat komponen katup (valve mechanism), ruang bakar, dudukan busi, rumah injector, dan gasket/packing cylinder head. Sehingga pada bagian silinder head inilah proses pembakaran berlangsung dan mesin dapat bekerja dengan sempurna.

Agar mobil selalu prima, tentu perlu perhatian dan perawatan secara rutin. Kebocoran gasket/packing kepala silinder merupakan masalah yang dapat mengganggu proses pembakaran di ruang bakar mesin. Gasket/packing kepala silinder yang bocor dapat terjadi pada semua mobil, tidak peduli kapan tahun produksinya, merknya, ataupun jenisnya. Masalah kebocoran gasket silinder head bisa disebabkan oleh keausan, overheating mesin, usia pakai, dan jarak tempuh (kilometer) yang sudah tinggi. Apalagi jika mobil tersebut keluaran lama yang tentunya perlu perhatian lebih ekstra. Sebut saja mobil tersebut sudah berusia di atas lima tahun, sebaiknya pemilik mobil lebih perhatian pada kondisi komponen-komponen mesinnya. Terutama komponen gasket silinder head (packing cylinder head).

Ciri atau Tanda Gasket Silinder Head Bocor
Ciri atau Tanda Gasket Silinder Head Bocor

Pada dasarnya, gasket (packing cylinder head) merupakan penyambung dan perapat antara cylinder head dengan blok mesin (engine block) di mobil. Fungsi gasket sendiri antara lain untuk mempertahankan kompresi di ruang bakar mesin, dan mencegah kebocoran yang bisa menyebabkan cairan pendingin masuk ke ruang bakar untuk bercampur dengan oli mesin. Meskipun di dalam mesin mobil cairan-cairan seperti oli, cairan pendingin, dan bahan bakar minyak telah memiliki jalur dan lintasan sendiri-sendiri. Dan konstruksi mesin telah didesain semaksimal mungkin untuk mencegah percampuran antara oli, cairan pendingin, dan bahan bakar minyak. Namun, bukan tidak mungkin saat terjadi kerusakan dan keausan pada komponen mesin, cairan yang satu bisa masuk ke jalur lain. Misalnya, cairan radiator yang masuk ke ruang bakar mesin.

Ciri atau Tanda Gasket Silinder Head Bocor

Cylinder head dan blok mesin sama-sama terbuat dari logam, maka untuk menyatukannya diperlukan penempatan gasket/packing. Namun, saat dua permukaan logam tersebut dilekatkan, maka akan timbul celah-celah sangat kecil (mikro) akibat dari sifat logam yang keras dan kaku. Dalam hal ini, gasket/packing yang terbuat dari bahan yang lebih lunak sangat diperlukan untuk merapatkan celah mikro tersebut. Sehingga tekanan kompresi dari dalam ruang bakar tidak akan bocor melalui celah mikro antar kedua permukaan tersebut. Namun seiring usia pemakaian, selalu muncul satu masalah klasik yakni kerusakan gasket cylinder head. Kerusakan pada gasket ini tentu akan berimbas pada performa mesin. Oleh karenanya, pemilik mobil perlu lebih perhatian pada komponen gasket silinder head ini. Perlu juga mengetahui ciri-ciri atau tanda gasket cylinder head bocor.” jelas Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor.

1. Warna Oli Mesin Berubah Kecoklatan

Untuk mengetahui ciri-ciri atau tanda gasket silinder head bocor atau rusak, salah satu caranya dengan melakukan pengecekan kualitas oli. Apabila warna olinya tidak lagi hitam, namun berubah kecoklatan, maka bisa dipastikan kondisi oli mesin sudah tercampur dengan air.

Turun Mesin Ganti Gasket Silinder Head Bocor
Turun Mesin Ganti Gasket Silinder Head

“Kerusakan packing silinder head tidak bisa telihat langsung secara kasat mata, karena letaknya terjepit antara blok mesin dan silinder head. Selain itu, komponen gasket/packing biasanya tidak memiliki petunjuk yang menjelaskan tentang batas usia pakai seperti halnya komponen mobil lainnya. Ketika packing silinder head bocor, hal ini berarti air pendingin mesin juga akan mengalami kebocoran. Dalam kondisi yang lebih parah kerusakan gasket silinder head bisa menyebabkan air pendingin masuk ke ruang bakar (combustion chambers). Air radiator (radiator coolant) juga bisa masuk ke dalam blok mesin, baik ke dalam satu atau lebih dari silinder block mesin. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan bercampurnya oli mesin dengan air pendingin (radiator coolant). Atau sebaliknya, oli mesin yang masuk ke saluran air pendingin (water jacket) dan saluran air radiator. Jika oli sudah tercampur dengan air radiator, maka cara memperbaikinya perlu dilakukan overhaul untuk pemeriksaan yang lebih mendetail.” ungkap Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

2. Air Radiator Mengandung Minyak

Selanjutnya dapat dilakukan pengecekan melalui air radiator (radiator coolant). Apabila air radiator terlihat mengandung minyak, maka biasanya menunjukan adanya gejala rembesan oli yang telah bercampur dengan air radiator. Penyebab bercampurnya air radiator dan oli mesin sangat beragam. Beberapa diantaranya adalah permukaan silinder head melengkung, gasket silinder head aus/rusak, terdapat retak di dinding water jacket, dan lainnya. Apabila mobil Anda sudah mengalami kondisi seperti ini, jangan diabaikan dan didiamkan terlalu lama. Karena akan berakibat buruk yang menyebabkan kerusakan mesin lebih parah.

Air Radiator (radiator coolant) Bercampur Oli
Air Radiator (radiator coolant) Mengandung Minyak

“Bisa dipastikan mobil harus turun mesin (overhaul), karena kualitas pelumasan oli menjadi berkurang akibat bercampur dengan air radiator. Jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan bisa merembet ke komponen mesin lainnya, misalnya metal jalan (crankshaft thrust bearing) jadi aus akibat tidak ada oli yang melumasi. Sebelum mengalami kerusakan yang lebih parah, sebaiknya periksa kondisi gasket atau packing silinder head mobil. Lakukan pemeriksaan secara berkala pada setiap komponen mesin. Untuk komponen gasket atau packing silinder head, segera ganti apabila sudak ada tanda kerusakan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan memperkecil biaya perawatan.” Ujar Listiyono, saat berada di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Asap Putih Muncul Dari Knalpot

Ketika gasket silinder head bocor dapat mengakibatkan permukaan antara silinder head dengan blok mesin (cylinder block) menjadi tidak rapat. Dan akan ada celah yang menganga diantara kedua permukaan komponen mesin ini. Berhubung air pendingin berada di sekiling mesin, maka air pendingin (radiator coolant) ini bisa mengalir ke ruang bakar melalui celah-celah kebocoran yang ada. Ingat, air pendingin (radiator coolant) memiliki tekanan, sehingga saat mesin bekerja maka tekanan tersebut mampu mendorong air/radiator coolant keluar ke berbagai arah, termasuk ke dalam ruang bakar.

Gasket Silinder Head Bocor Penyebab Asap Knalpot Putih
Gasket Silinder Head Bocor Penyebab Asap Knalpot Putih

Selain itu, akan ada oli pelumas juga yang ikut bocor bila terjadi kerusakan gasket atau packing silinder head. Hal ini karena gasket/packing silinder head juga berfungsi sebagai perapat dan pembatas jalur oli (main oil hole) dari blok silinder menuju ke silinder head. Sehingga jika ada oli dan air radiator masuk ke ruang bakar serta ikut terbakar, maka akan menimbulkan asap putih pada knalpot. Jika knalpot mobil anda muncul tanda-tanda mengeluarkan asap putih atau kebiruan, maka Anda perlu waspada dan segera periksakan mesin mobil anda di bengkel mobil terdekat.

4. Mesin Sering Overheating

Overheating merupakan kondisi dimana mesin mengalami peningkatan temperatur melebihi suhu kerja normalnya. Hal ini bisa terjadi karena volume cairan radiator kurang. Air radiator (radiator coolant) yang berkurang akan menyebabkan pendinginan mesin tidak maksimal, temperatur meningkat dan berdampak pada komponen mesin. Penyebab cairan radiator berkurang sangat beragam, salah satunya bisa dikarenakan terjadi kebocoran melalui gasket silinder head yang rusak. Sehingga jelas, overheating pada mesin mobil tidak melulu terjadi saat radiator bocor, tetapi juga bisa terjadi karena gasket/packing kepala silinder bocor.

Kenali Penyebab Mesin Mobil Overheat
Mesin Mobil Overheat

“Dari celah gasket silinder head yang rusak tersebut, air radiator bisa mengalir ke luar hingga akhirnya mengganggu kerja sistem pendinginan mesin. Kebocoran tersebut menyebabkan air radiator akan berkurang secara drastis dan pada akhirnya mengakibatkan temperatur mesin mobil juga meningkat drastis alias overheating. Mobil yang telah berumur tua paling sering mengalami hal semacam ini. Namun tidak menutup kemungkinan mobil baru pun akan mengalami hal yang sama, apabila tidak dilakukan perawatan secara berkala. Bila pemilik mobil sering mengabaikan perawatan berkala, maka bukan tidak munkin komponen ‘jeroan mesin’ lainnya juga akan ikut terkena imbasnya. Untuk mengetahui penyebab overheating lebih detail, sebaiknya bawa mobil ke bengkel mobil terdekat, atau gunakan jasa bengkel mobil panggilan jika terjadi di tengah perjalanan.” ujar Listiyono saat memberikan penjelasan di bengkel Zaini Auto Motor.

5. Kompresi Dan Performa Mesin Menurun

Gasket silinder head bocor tidak hanya mengganggu sistem pendinginan mesin mobil. Proses pembakaran campuran bahan bakar di ruang bakar pun juga akan terganggu karena tercampur air. Akan lebih merepotkan lagi bila performa mesin juga terganggu, yakni terjadi kebocoran kompresi sebagai akibat dari gasket silinder head yang bocor.

“Kompresi yang bocor merupakan suatu kerugian yang mengakibatkan menurunnya tenaga mesin. Kebocoran kompresi praktis akan menurunkan performa dan tenaga mesin, karena salah satu syarat mesin dapat bekerja dengan normal adalah terdapatnya tekanan kompresi yang cukup. Hal ini bisa dirasakan pada top speed kendaraan yang menurun atau saat kendaraan membawa beban. Apabila mesin mobil anda mengalami kebocoran kompresi, maka tidak ada cara lain selain melakukan penggantian gasket/packing silinder head dan overhaul (turun mesin).” Ungkap Listiyono saat memberikan keterangan di bengkel Zaini Auto Motor.

Pemeriksaan Dan Ganti Gasket Silinder Head

Pemeriksaan kondisi gasket/packing silinder head mobil perlu diperhatikan. Jangan sampai sudah muncul tanda-tanda kerusakan seperti dijelaskan di atas, anda baru perhatian. Nah, apabila mobil Anda mengalami masalah dan gejala di atas, sebaiknya segera bawa ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi untuk pengecekan lebih lanjut. Jika benar terjadi kebocoran pada gasket/packing silinder head, satu-satunya cara yang dapat kita lakukan dengan mengganti gasket/packing tersebut. Jangan telalu lama mengabaikannya bila sudah ada tanda-tanda seperti di atas, hal ini untuk menghindari resiko kerusakan mesin yang lebih parah dan dan memperkecil biaya perbaikan.

Ganti Packing atau Gasket Silinder Head
Ganti Gasket Silinder Head

Untuk mendapatkan layanan service yang cepat dan tanpa mengantri, maka Anda bisa melakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor. Melalui aplikasi smartphone “Bengkel Mobil Pro” akan mempercepat layanan service dan perbaikan mobil kesayangan Anda. Dan keuntungannya, anda bisa memantau riwayat perbaikan dan mendapatkan laporan lengkap kondisi mobil anda. Mekanik bengkel Zaini Auto Motor pun bisa melakukan perawatan dan perbaikan di rumah atau kantor anda, tanpa perlu membawa mobil anda ke bengkel. Layanan tersebut bisa dipesan sesuai waktu dan lokasi yang anda inginkan dan perlu Anda booking sebelumnya.

Magnetic Clutch Kompresor AC Mobil

Magnetic Clutch Rusak, Penyebab Utama AC Mobil Tidak Dingin

Terdapat banyak penyebab hembusan udara air conditioner (AC) pada mobil tiba-tiba terasa tidak dingin. Bisa jadi salah satu penyebab utamanya datang dari magnetic clutch pada kompresor AC mobil yang bermasalah. Pengemudi yang mengalami kondisi AC mobil yang tiba-tiba terasa tidak dingin, sebaiknya tidak perlu panik. Segera lakukan pengecekan kondisi AC mobil ke bengkel mobil terpercaya atau bengkel khusus AC mobil terdekat. Jangan dibiarkan bagian tersebut mengalami kerusakan parah sehingga pada akhirnya akan menjalar ke komponen AC lainnya.

Menurut Agus Tri, mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor, “Jika kita sedang berkendara, tiba-tiba terjadi penurunan kinerja AC mobil yang semula dingin menjadi tidak dingin sama sekali, dan biasanya disertai putaran mesin (RPM mesin) yang mendadak akan tinggi, besar kemungkinan adalah indikasi awal kerusakan pada magnetic clutch di kompresor AC mobil. Magnetic clutch (kopling magnet) merupakan bagian dari kompresor AC mobil yang bertugas untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dengan kompresor AC melalui drive belt dan pully kompresor AC. Ketika komponen kopling magnet bermasalah/rusak, maka akan secara signifikan mengurangi beban kerja mesin. Sehingga membuat tarikan gas menjadi lebih ringan, bahkan putaran RPM mesin bisa naik di atas 1.000 RPM.”

Ciri Kerusakan Magnetic Clutch

Pernahkah merasakan hembusan udara AC mobil yang semula dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali walaupun AC mobil dalam kondisi menyala? Namun, setelah tombol AC dimatikan beberapa saat, kemudian dihidupkan lagi, maka kondisi AC pun kembali bekerja normal. Kejadian seperti ini biasanya disertai putaran RPM mesin yang meninggi dengan sendirinya. Jika terjadi seperti ini segera periksa sistem AC mobil, terutama di bagian magnetic clutch pada kompresor AC.

Magnetic Clutch Rusak, Penyebab AC mobil tiba-tiba Tidak Dingin
Magnetic Clutch Rusak, Penyebab AC mobil tiba-tiba Tidak Dingin

“Kadang saat berkendara kita mengalami udara kabin yang semula terasa dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali. Bisa jadi magnetic clutch pada kompresor AC mengalami kerusakan, sehingga membuat AC mobil tidak mampu mendinginkan udara di dalam kabin. Apabila magnetic clutch pada kompresor AC telah aus, maka menyebabkan bagian ini kadang tidak mau terhubung ke kompresor AC. Sehingga kompresor tidak bekerja maksimal untuk mensirkulasikan freon ke sistem AC mobil. Ketika mendapati ciri-ciri seperti ini, sebaiknya segera periksakan ke bengkel spesialis AC mobil atau bengkel mobil terdekat. Jika sengaja mengabaikannya, kerusakan yang semula kecil bisa merembet ke komponen lain yang bisa membuat kompresor AC rusak. Biaya perbaikan atau penggantian kompresor AC mobil pun dikenal cukup menguras kantong,” terangnya Agus Tri, di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, ciri magnetic clutch mulai bermasalah adalah pully kompressor AC terlihat renggang. Hal ini bisa dikarenakan telah terjadi keausan pada kopling magnet, atau karena pemasangan yang salah alias kurang rapat. Ciri seperti ini kerap ditemui pada mobil Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, Toyota Avanza, Toyota Rush, Kijang Innova dan beberapa merk mobil lainnya. Tetapi itu bukan karena kerusakan bawaan, karena kejadian tersebut bisa saja dialami pada semua mobil.

Penyebab Kerusakan Kopling Magnet

Kerusakan komponen kopling magnet bisa disebabkan dari cara pengoperasian AC mobil yang kurang tepat. Misalnya, saat berkendara di jalan tol dengan kecepatan tinggi, pengemudi sering memposisikan suhu AC di posisi/level terlalu rendah. Sehingga kerja dari kopling magnet (magnetic clutch) tidak stabil. Walaupun tujuan utamanya untuk menghemat bahan bakar dan agar suhu kabin tidak terlalu dingin. Namun, efek negatifnya menyebabkan kerja kopling magnet jadi sering putus-sambung. Pada saat putaran mesin tinggi akan mengakibatkan gesekan magnetic clutch berlangsung kasar, sehingga membuat kopling magnet cepat aus.

Jadi sebaiknya, saat berkendara dengan kecepatan tinggi dan dalam waktu lama, seperti ketika melaju di jalan tol, disarankan mengatur suhu AC mobil secara maksimal. Tujuannya agar komponen AC, terutama magnetic clutch-nya dapat bekerja dengan maksimal, sehingga akan lebih awet.

Kompresor AC dan Magnetic Clutch AC Mobil

“Pemilik mobil dapat memeriksa secara mandiri kondisi magnetic clutch AC mobilnya. Salah satu caranya dengan memposisikan kunci kontak ON dan tombol AC juga ON. Dengan begini magnetic clutch akan dialiri arus listrik langsung dari aki mobil. Aliran listrik tersebut akan menarik pusat magnetic clutch menempel ke kompresor AC. Untuk memastikan kondisinya, Anda bisa memeriksanya langsung. Apabila pusat kopling magnet tidak tertarik ketika diberi arus, bisa dipastikan terjadi masalah pada bagian magnetic clutch,” ujar Agus Tri, di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Merawat Kopling Magnet AC Mobil

Bisa dikatakan magnetic clutch merupakan salah satu komponen yang penting untuk menunjang kerja kompresor AC mobil tetap maksimal. Karena magnetic clutch merupakan alat untuk mengaktifkan dan menonaktifkan kerja kompresor AC mobil. Jika komponen kopling magnet ini mengalami kerusakan, maka bisa dipastikan kompresor tidak akan berfungsi dengan baik. Agar kompresor AC bisa berfungsi dengan baik, pastikan untuk selalu merawat komponen magnetic clutch AC mobil, termasuk komponen-komponen AC lainnya.

Cara merawat magnetic clutch AC mobil sangat mudah yaitu dengan service rutin. Service rutin yang dilakukan tidak hanya bermanfaat untuk keawetan kopling magnet tersebut, tetapi juga untuk komponen yang lainnya agar bisa tetap memiliki kinerja yang baik. Penting sekali untuk selalu melakukan perawatan rutin pada sistem AC mobil kesayangan Anda, sekurang-kurangnya 2-3 kali dalam setahun.

Apabila Anda sedang mager atau tidak cukup waktu untuk mengunjungi bengkel mobil, manfaatkan saja layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Untuk urusan ini, bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan solusi mudah perawatan dan perbaikan bagi AC mobil kesayangan Anda. Cukup lakukan booking service melalui smartphone, dan pilih layanan bengkel mobil panggilan, maka para mekanik profesional akan segera mendatangi Anda. Lebih dari 500 jasa perawatan dan perbaikan mobil mampu ditangani oleh bengkel Zaini Auto Motor. Mulai dari pemeriksaan berkala, engine tune up, penggantian komponen mobil, hingga turun mesin (engine overhaul). Dengan melakukan service AC mobil di bengkel Zaini Auto Motor, maka kinerja AC mobil Anda dijamin kembali optimal. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dengan hembusan udara AC yang dingin saat digunakan sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh.

7 Cara Sederhana Menghemat BBM Mobil Anda

Hingga Oktober 2019, Harga Bahan Bakar (BBM) non subsidi seperti Pertamax, Pertalite, dan Pertamax Turbo seringkali mengalami kenaikan harga. Hal ini berarti, anggaran untuk kebutuhan bahan bakar mobil kesayangan Anda pun harus ikut naik. Mobil di zaman sekarang, kebanyakan sudah dibekali dengan berbagai fitur berkendara Eco (eco driving mode). Hal ini bertujuan untuk membantu pengemudi agar lebih efisien dan menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) selama berkendara. Fitur ini membantu mengatur dan mengetahui perilaku mengemudi agar hemat BBM. Namun sayangnya, belum banyak pengemudi yang menerapkannya dalam berkendara sehari-hari. Alasannya, tidak lain karena masih kurang paham dengan istilah tersebut. Sebelum menguras kantong makin dalam, setiap pengemudi wajib tahu cara menghemat BBM untuk mobil kesayangannya.

Setiap pengemudi dapat melakukan penghematan BBM pada mobil mereka sendiri secara gratis, yakni dengan melakukan beberapa perubahan perilaku mengemudi yang sangat kecil. Keuntungan merubah perilaku ini adalah menghemat anggaran untuk bahan bakar mobil, memaksimalkan penggunaan bahan bakar, dan memperpanjang jarak tempuh. Namun, ada pula perbaikan dan perawatan yang perlu dilakukan pada setiap mobil agar mesin tidak terlalu menyedot bahan bakar. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana agar lebih hemat BBM saat berkendara:

1. Periksa Kondisi dan Tekanan Ban

Ban mobil dengan tekanan udara yang tepat dapat menghemat pemakaian BBM hingga 3,3 persen, sehingga mampu meningkatkan jarak tempuh mobil. Pada umumnya, ban mobil cenderung akan kehilangan tekanan udaranya sebesar 1 Psi per bulan. Penurunan tekanan udara ini sering disebabkan oleh pengaruh kondisi dan suhu lingkungan. Oleh karenanya, dianjurkan untuk secara rutin memeriksa tekanan udara pada ban mobil minimal sebulan sekali. Namun, akan lebih baik lagi jika pengecekan tekanan ban ini dilakukan tiap satu minggu sekali. Dengan menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi, maka akan mengurangi resiko ban cepat aus/gundul. Sehingga usia pakai dan kondisi ban cenderung lebih tahan lama.

“Ban kempis akibat tekanan udara yang kurang akan meningkatkan konsumsi BBM (bahan bakar) sebesar 0,5% untuk setiap penurunan tekanan sebesar 1 Psi pada keempat ban mobil. Kondisi ini disebabkan karena meningkatnya rolling resistance (tahanan putar) pada ban mobil. Sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar dan mengharuskan pengemudi menginjak pedal gas lebih dalam dari biasanya agar mobil tetap melaju. Setiap pemilik mobil perlu mengecek kondisi tekanan ban mobilnya secara teratur, idealnya seminggu sekali dan paling lama sebulan sekali. Selain itu, tekanan udara yang tepat akan meningkatkan kinerja pengereman, dan memberikan traksi yang tepat untuk membantu kinerja kemudi agar tetap responsif.” Jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Tekanan udara ideal ban pada tiap mobil berbeda-beda, oleh karenanya lakukan pemompaan pada ban sesuai rekomendasi pabrikan. Waktu yang tepat untuk pengisian tekanan udara yang direkomendasikan adalah saat ban dalam keadaan dingin. Namun, jika mobil telah dikendarai beberapa saat, maka cukup menambahkan tekanan bannya sekitar 3-5 Psi.

2. Hindari Pengereman Mendadak

Cara sederhana menghemat BBM selanjutnya adalah menghindari pengereman secara mendadak. Mesin mobil membutuhkan tenaga yang besar tidak hanya saat berakselerasi, namun juga saat mengurangi kecepatan hingga berhenti (deselerasi). Oleh karena itu, saat mengemudi ada baiknya hindari melakukan pengereman secara berlebihan. Karena hal tersebut nantinya akan memaksa pengemudi menekan pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan semula. Sehingga konsumsi bahan bakarnya pun juga akan meningkat.

“Kuncinya, pengemudi harus mempertahankan momentum dan waktu sebelum berhenti. Jika menggunakan mobil bertransimi manual, pengemudi tinggal menekan pedal kopling, maka akan membuat mesin berputar idle/stasioner yang membantu mengurangi penggunaan BBM. Namun jangan memindahkan gigi persneling, karena putaran mesin bisa jadi tinggi. Selanjutnya, biarkan mobil coasting (meluncur sendiri tanpa di gas) dan pengemudi tinggal mengatur pengereman laju mobil. Tapi ingat, cara seperti ini hanya boleh dilakukan untuk pengereman yang sudah diprediksi titik berhentinya. Sehingga laju mobil bisa terkontrol hingga benar-benar berhenti.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Lalu bagaimana dengan mobil matic? Perlu diperhatikan, baik mobil matic ataupun manual, kuncinya itu memaksimalkan jeda waktu sesaat sebelum berhenti. Hal ini bertujuan agar pengereman laju mobil tetap optimal, dan pada saat yang bersamaan efisiensi konsumsi bahan bakar tetap terjaga.

3. Kurangi Beban Mobil Agar Menghemat BBM

Setiap pemilik mobil pasti menginginkan mobilnya irit saat sedang dikendarai agar tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk kebutuhan membeli bahan bakar yang kini tidak murah lagi. Cara mudah yang dapat dilakukan untuk menghemat BBM selanjutnya adalah dengan tidak membawa muatan berlebih pada mobil. Mobil yang membawa beban berlebihan, tentu akan membuat kinerja mesin menjadi berat dan menyebabkan konsumsi bahan bakarnya menjadi boros.

Setiap tambahan 45 kg beban yang diangkut, maka akan meningkatkan konsumsi BBM hingga 2%. Bahkan bisa lebih untuk jenis mobil city car, sedan dan hatchback. Apabila mobil juga dilengkapi rak atap (roof rack) yang selalu penuh muatan, maka konsumsi bahan bakar pun akan meningkat hingga 5% akibat adanya hambatan udara saat mobil melaju.

Perlu diketahui, sekitar seperempat dari setiap galon bahan bakar digunakan untuk mengatasi hambatan udara tersebut. Hal ini berarti, bila sebuah mobil memiliki rasio konsumsi BBM 1:10, maka mobil yang membawa muatan penuh di atap kabin, hanya akan mampu menempuh jarak 7 km untuk setiap 1 liter BBM yang dikonsumsi.

“Apabila beban yang diangkut mobil terlalu berlebihan, baik karena barang-barang yang dibawa ataupun jumlah penumpang di dalam kabin, maka kinerja mesin menjadi berat. Karena semakin berat mesin bekerja, maka bahan bakar yang akan terkuras juga berbanding lurus dengan kinerja mesin. Mobil dengan bobot yang berlebih tidak hanya boros saat akselerasi tapi juga boros saat deselarasi, karena membutuhkan tenaga lebih untuk memperlambat laju. Untuk itu pengemudi harus manfaatkan jarak yang lebih panjang untuk memperlambat laju mobil. Karena mobil dengan beban yang lebih berat butuh waktu lebih lama saat coasting sebelum benar-benar berhenti.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Menghemat BBM Dengan Menyalakan AC Mobil Seperlunya

Untuk dapat berkerja dengan baik, maka sistem AC mobil membutuhkan support daya mesin yang ekstra besar. Sehingga mesin akan menyedot bahan bakar lebih banyak. Ketika kondisi cuaca di luar tidak terlalu panas, sebaiknya hindari penggunaan AC mobil. Mengurangi pemakaian AC mobil yang berlebihan, memang akan sangat membantu dalam menghemat konsumsi bahan bakar.

Dengan tidak menyalakan AC mobil, penumpang mobil biasanya perlu membuka jendela kaca. Namun, bila sedang berkendara di jalan tol yang mengharuskan mobil berkecepatan tertentu/tinggi, maka sebaiknya tutup jendela rapat-rapat dan nyalakan AC mobil. Karena, saat berkendara di jalan tol dengan jendela yang terbuka akan memperbesar udara masuk ke dalam kabin mobil. Sehingga menyebabkan terjadinya hambatan saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Dengan begitu, kerja mesin jadi lebih berat dan akibatnya bahan bakar terbuang percuma.

“Ketika menggunakan AC mobil, sebenarnya kinerja mesin bertambah dua kali lipat. Sehingga konsumsi bahan bakar yang digunakan mobil pun meningkat. Menggunakan AC dengan suhu yang terlalu dingin, juga membuat kinerja mesin menjadi lebih berat dan menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi boros. Maka dari itu, aturlah pemakaian AC mobil dengan suhu diantara 24-27 derajat celcius. Pada saat cuaca panas, parkirlah mobil di tempat yang teduh. Ketika ingin mengemudi lagi, sebelum menyalakan AC mobil, bukalah semua kaca untuk mengeluarkan udara panas dari kabin. Selain itu, disarankan melengkapi mobil dengan kaca film berkualitas tinggi, karena dapat mengurangi radiasi panas yang masuk ke kabin. Sehingga mengurangi beban kerja AC mobil untuk mendinginkan kabin, sekaligus dapat menghemat penggunaan bahan bakar,” jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

5. Jaga Jarak Aman dan Terapkan Smart Driving

Saat mengemudi diperlukan penglihatan yang sempurna, untuk itu setiap pengemudi harus selalu memperhatikan kondisi lalu lintas sekitar. Pandangan mata harus selalu waspada melihat setiap objek di depan, di belakang dan di samping mobil yang dikendarai. Sebagai contoh, dalam kondisi lalu-lintas lancar, pengemudi yang memacu mobil dengan kecepatan di atas 100 km/jam bisa menerapkan metode jarak aman 3 detik dengan mobil di depan. Jangan terlampau dekat, karena sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan 100 km/jam untuk bisa berhenti dari titik A ke B memerlukan jarak sekitar 27 meter dalam waktu 1 detik.

“Sebaiknya terapkan smart driving, jangan mebiasakan mengemudi secara agresif ataupun ugal-ugalan. Dalam menginjak pedal gas aturlah sesuai kebutuhan, karena dapat secara signifikan menghemat pemakaian BBM pada mobil. Ketika berkendara di jalan tol, usahakan melaju secara konstan dengan kecepatan 60 km/jam hingga 80 km/jam. Sedangkan ketika berkendara di jalan perkotaan, cukup memacu mobil dengan kecepatan 30-50 km/jam dan tergantung kondisi lalu-lintas yang dilalui. Itu merupakan kecepatan ideal untuk mengefisiensikan pemakaian bahan bakar pada mobil. Jika pengemudi sering melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada kecepatan tersebut, maka akan meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga 15% lebih banyak.” Ungkap Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

6. Hindari Akselerasi Dan Deselerasi Secara Mendadak

Dalam mengemudi sebaiknya hindari melakukan akselerasi secara mendadak. Karena akselerasi mendadak dapat membuat Electronic Control Unit (ECU) memerintahkan sistem untuk menyuplai bahan bakar secara maksimal. Sehingga berpotensi membuat BBM mobil menjadi boros. Intinya, hindari melakukan akselerasi dan deselerasi secara mendadak, sebaiknya dilakukan secara lembut dan konstan. Karena memacu mobil dengan kecepatan yang konstan dan berakselerasi secara lembut secara tidak langsung akan membuat suplai bahan bakar lebih stabil.

“Dalam berkendara, sebaiknya pengemudi jangan bernafsu menginjak pedal gas secara dalam. Namun, lakukan injak pedal gas secara perlahan-lahan, serta biarkan putaran mesin (rpm) naik dengan sendirinya secara perlahan. Selanjutnya, segera pindah ke posisi gigi yang lebih tinggi. Cara seperti ini bisa menghemat konsumsi bahan bakar hingga 11 persen,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Perpindahan tuas trasmisi secara cepat, yaitu pada kisaran 1000-2000 RPM juga akan membuat mobil lebih hemat bahan bakar. Sedangkan deselerasi secara mendadak dan berlebihan, akan memaksa pengemudi untuk menekan pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan seperti semula. Sehingga secara langsung dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang lebih boros. Setiap mengemudi hendaknya memperhitungkan jarak deselerasi dan pengereman yang tepat, sehingga laju mobil bisa terkontrol dan menghemat bahan bakar.

7. Rutin Service Berkala Mobil Akan Menghemat BBM

Menghemat BBM memang dapat dimulai dengan langkah sederhana seperti memperbaiki perilaku mengemudi yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun, merawat mesin secara rutin juga sangat mebantu dalam meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar pada mobil. Selain itu, performa mesin akan tetap maksimal dan secara tidak langsung akan memperpanjang usia pakai tiap komponen mesin.

Dengan rutin melakukan service berkala di bengkel mobil, maka kondisi tiap komponen mesin akan selalu termonitor dengan baik. Sehingga, bila ada kerusakan dapat segera diganti, dan tentunya akan lebih menghemat biaya dikarenakan kerusakan yang terjadi biasanya tidak terlalu berat. Penggantian komponen-komponen mesin yang sudah aus, kotor atau rusak, memang perlu dilakukan, karena akan memengaruhi efisiensi bahan bakar. Beberapa komponen mesin yang bersifat fast moving seperti busi, fuel filter, sensor udara, saringan udara, hingga bearing harus rutin diganti agar performa mesin terjaga dan tetap bekerja efisien.

Itulah beberapa cara mudah untuk menghemat bahan bakar pada mobil kesayangan Anda. Meskipun kebanyakan mobil produksi sekarang ini telah dirancang dengan teknologi hemat bahan bakar yang makin efisien, namun seiring pemakaian, mobil tetap perlu perawatan untuk memastikan kinerja mesin tetap seefisien ketika pertama kali di produksi pabrikan. Untuk urusan itu, bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah solusinya. Dengan melakukan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor, kinerja mesin mobil Anda dijamin tetap optimal dengan efisiensi bahan bakar yang sempurna. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dan aman ketika dikendarai sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh. Anda juga akan lebih menghemat anggaran untuk BBM ketika bepergian bersama mobil kesayangan Anda. Sudah saatnya setiap pemilik mobil sadar akan perlunya penghematan bahan bakar.

Pecah Ban Mobil Penyebab Kecelakaan di Tol Jagorawi

Kenali Penyebab Pecah Ban Mobil, Agar Kecelakaan Maut Tak Terulang

Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mobil MPV kembali terjadi di ruas Tol Jagorawi KM 36, Sentul, Bogor. Kecelakaan ini terjadi pada Minggu (15/9) pukul 08.30 WIB yang menewaskan tiga orang, akibat mobil MPV tersebut mengalami pecah ban. Kejadian pecah ban pada mobil memang cukup berbahaya bagi pengendara. Apalagi terjadi di ruas tol yang memungkinkan pengemudi memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi atau kecepatan di luar batas ketentuan. Mobil yang mengalami pecah ban sangat berisiko, sebab setir/kemudi bakal sulit dikendalikan sehingga berakibat mobil melaju secara liar.

Dari kejadian kecelakaan maut tersebut, bisa diambil pelajaran oleh setiap pengemudi mengenai resiko ban pecah saat sedang melaju kencang. Pecah ban mobil memang bisa terjadi kapan saja, namun jika setiap pengemudi selalu mempersiapkan perjalanannya dengan baik, maka kejadian kecelakaan fatal bisa diminimalkan. Maka dari itu, sebagai pemilik mobil yang baik, harus senantiasa memperhatikan kondisi ban mobilnya agar tetap bisa melaju dengan stabil dan aman ketika dikendarai di atas permukaan jalan.

Beberapa waktu lalu, Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Sebenarnya kecelakaan akibat pecah ban bisa dihindari. Salah satu caranya adalah pengemudi senantiasa memeriksa lagi kondisi semua ban mobil sebelum memulai perjalanan, untuk menghindari terjadinya insiden ban pecah. Sebab, ban mobil merupakan komponen keselamatan paling penting dalam berkendara. Lantaran cuma ban satu-satunya komponen mobil yang menempel dan bersinggungan langsung dengan permukaan jalan.”

Pecah ban pada mobil menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan raya. Oleh karenanya, penting bagi setiap pengemudi untuk menjaga kondisi ban mobilnya agar tidak mudah pecah. Setidaknya ada 6 faktor yang bisa menyebabkan ban mobil pecah saat dikendarai.

1. Tekanan Udara Ban Kurang

Ada beberapa penyebab ban mobil pecah mendadak. Namun, faktor utama penyebab terjadinya pecah ban bukan karena ban kelebihan udara, tetapi justru karena tekanan udara yang kurang. Ban mobil yang kekurangan tekanan udara sangatlah berbahaya. Karena pada saat itu ada bagian dinding ban yang mengalami tekanan berlebihan dari bibir pelek akibat tertekan ke bawah oleh berat mobil. Apalagi jika sedang melaju di ruas tol yang permukaan jalanannya ada bagian yang bumpy alias tidak semuanya rata.

Pecah Ban Mobil Akibat Tekanan Udara Kurang
Tekanan Udara Ban Kurang

Tekanan udara pada ban yang tidak sesuai rekomendasi seringkali membuat kerja ban menjadi berat, terutama ketika melaju di jalan tol. Ini lantaran saat ban kekurangan tekanan udara, sidewall (dinding ban) mengalami pergerakan naik-turun yang begitu sering mengikuti permukaan jalan yang dilalui. Sehingga lama-lama membuat benang dan kawat baja (steel belt) menjadi fatigue, getas dan akhirnya mudah putus.

“Gerakan sidewall ban yang begitu sering, membuat ban mobil mudah pecah ketika melaju dengan kecepatan tinggi di ruas tol. Namun, saat tekanan udara pada ban mobil sudah sesuai rekomendasi atau dilebihkan 5-10 psi, maka akan membuat posisi sidewall-nya (dinding ban) tegak. Sehingga ban tidak banyak terjadi defleksi pada sidewall-nya. Selain itu, ban mobil yang kekurangan tekanan udara akan lebih cepat panas, karena permukaan ban yang kontak langsung dengan aspal lebih luas. Jadi lapisan penyusun ban akan cepat memuai, dan bisa menyebabkan pecah ban secara tiba-tiba.” Ujar Listiyono, saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ada anggapan yang salah dan banyak dipercaya masyarakat, dimana pecah ban hanya akan terjadi ketika tekanan udaranya berlebihan. Justru saat tekanan udara pada ban sesuai ketentuan atau sedikit berlebih, dinding ban akan berada pada posisi tegak. Hal ini tidak akan sanggup membuat ban menjadi pecah, meski ada penambahan tekanan hingga 10 psi. Namun, bila ban mobil kekurangan tekanan udara, akan terjadi gesekan yang berlebihan sehingga ban panas dan strukturnya mudah rusak. Oleh karenanya, ban mobil yang kurang tekanan udara sangatlah berbahaya ketika dikendarai di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

2. Pecah Ban Mobil Karena Usia Ban

Faktor penyebab terjadinya ban pecah berikutnya adalah karena ban yang sudah tidak layak pakai. Setiap komponen kendaraan mempunyai batas usia pakai, termasuk pada ban mobil. Seiring waktu pemakaian, kondisi ban mobil yang berbahan utama karet tentunya akan rentan getas, dan kelenturannya akan mengalami penurunan. Tak hanya itu, daya cengkram ke permukaan jalan juga semakin berkurang sehingga performa ban tidak akan maksimal lagi. Ban mobil memiliki batas maksimal usia pakai berkisar antara 3-5 tahun. Jadi meskipun fisik ban masih terlihat baru, jika usianya lebih dari 3-5 tahun, tentu sudah tidak layak pakai dan sering disebut ban kedaluwarsa. Bila ban mobil sudah kedaluwarsa, maka lapisan karet penyusunnya akan mulai retak, getas dan mudah pecah.

Perhatikan Usia Ban Mobil Dengan Melihat Kode Tahun Pembuatan Ban

“Meskipun mobil jarang dipakai hingga bertahun-tahun, tak menutup kemungkinan ban akan mengeras sehingga daya absorbsi (daya serap) terhadap benturan menjadi berkurang. Pemilik mobil tidak boleh mengabaikan kondisi ban seperti ini dengan menganggap kondisi kembangannya masih tebal. Pada umumnya, produsen ban merekomendasikan usia pemakaian ban antara 3-5 tahun.” ungkap Listiyono, saat berbincang di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara mengetahui usia ban mobil adalah dengan melihat kode produksi yang ada pada sidewall (dinding ban). Pada umumnya bagian sidewall ban tertera kode angka yang menjelaskan kapan ban itu diproduksi, yakni minggu ke berapa dan tahun berapa. Misalnya jika ada kode produksi ban bertuliskan “1919”, artinya ban tersebut diproduksi pada minggu ke sembilan belas tahun 2019. Sehingga ban tersebut akan kedaluwarsa maksimal pada bulan Mei 2024.

3. Kondisi Ban Aus Mengakibatkan Pecah Ban Mobil

Ban merupakan komponen yang paling sering bergesekan dengan berbagai medan jalan, tentu membuat karet ban cepat aus dan mengalami kerusakan. Ban yang sudah aus alias botak, juga sangat rentan mengalami kasus pecah ban secara tiba-tiba. Hal ini wajib diantisipasi oleh setiap pengemudi dengan melakukan pengecekan kondisi fisik ban sebelum mobil dipakai bepergian. yang hendak menggunakan mobil sebaiknya terlebih dahulu memeriksa bannya.

Thread Wear Indicator adalah Tanda Keausan Ban
Thread Wear Indicator

Salah satunya adalah memeriksa tingkat keausan ban melalui indikator TWI (Tread Wear Indicator). Selain itu, perlu memeriksa bila ada sobekan, retakan atau benjolan pada ban, sebelum mobil dipakai perjalanan jarak jauh. Mengetahui sejak dini kerusakan ban akan lebih baik, sehingga bisa cepat melakukan penggantian atau berkendara lebih hati-hati.

“Pada semua ban dilengkapi dengan tanda/indikator keausan ban yang sering dikenal dengan tanda TWI (Tread Wear Indicator). Tanda keausan ban (Thread Wear Indicator) ini berupa simbol segitiga pada dinding ban (sidewall). Selain simbol segitiga TWI, pada ban juga terdapat tonjolan kecil di sela-sela bagian tengah kembangan ban (grooves). Setidaknya, minimal ada enam buah tanda TWI yang menunjukkan batas keausan sebuah ban. Apabila indikator TWI tersebut sudah mendekati atau sudah sama rata dengan permukaan ban sebaiknya segera lakukan penggantian ban.” Jelas Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Beban Yang Dibawa Terlalu Berat

Semakin berat beban yang diangkut sebuah mobil, maka semakin besar pula tekanan yang akan diterima oleh ban. Tekanan yang besar ini akan memaksa ban untuk bekerja ekstra keras, bahkan melampaui batas kemampuannya. Sehingga ketika ban tersebut sudah tidak mampu lagi menahan tekanan dan beban yang diterimanya, ban dapat pecah seketika. Sebaiknya kita tahu berapa daya angkut mobil milik kita. Rumusnya mudahnya adalah daya angkut sama dengan gross vehicle weight (berat maksimum mobil), dikurangi berat kosong mobil (curb weight).

Beban Berlebihan Penyebab Pecah Ban Mobil

Oleh karenanya, sebaiknya hindari mengangkut beban melebihi batas kemampuan daya angkut yang telah disarankan. Untuk mengantisipasi kelebihan muatan, pastikan beban yang diangkut mobil kita sesuai yang dianjurkan di buku manual. Jika mengacu pada jumlah penumpang, umumnya mobil berukuran sedang (hatchback, city car) hanya bisa memuat lima penumpang dewasa, sementara minivan (SUV, MPV) maksimal bisa tujuh hingga delapan orang. Kesehatan ban bakal berkurang bila terlalu lama digunakan mengangkut beban berlebihan. Salah satu dampaknya, benang/kawat di dalam ban bisa putus hingga muncul bencolan di sidewall dan permukaan ban.

5. Jarang Membersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil

Membersihkan sela-sela kembangan ban mobil terdengar seperti hal sepele. Apabila di sela-sela kembangan ban banyak terdapat batu kerikil kecil, benda tajam, atau benda asing lainnya, sangat berpotensi membahayakan kondisi ban. Sebab, batu kerikil atau benda tajam tersebut sangat mungkin menimbulkan luka dan menusuk permukaan ban. Akibatnya bisa merobek dan merusak rajutan benang/kawat baja yang berfungsi sebagai pelindung dan penyusun konstruksi ban.

Selain itu, saat hujan atau saat mobil melintasi genangan air, memungkinkan air masuk ke dalam ban melalui celah yang robek/luka tersebut. Selanjutnya, air akan masuk di dalam ban dan dapat membasahi rajutan benang dan steel belt (kawat ban). Apabila steel belt (rajutan kawat) ini basah, maka dapat menyebabkan korosi yang bisa membuat steel belt rawan berkarat dan getas. Jika hal ini terjadi dan mobil melaju di jalanan, ban berpotensi terkoyak atau robek. Dan saat itulah ban berpotensi mudah pecah.

Bersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil
Bersihkan Sela-Sela Ban Mobil dari Kerikil Dan Benda Asing

Oleh karena itu, sebaiknya tekanan udara pada ban mobil disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Biasanya, tabel petunjuk tekanan ban ada di balik pintu mobil sebelah kanan. Tabel ini memuat tekanan udara ban yang direkomendasikan. Periksalah secara rutin tekanan udara dan kondisi ban mobil sebelum memulai perjalanan. Kurangnya tekanan angin memang bisa membuat ban meletus. Sebaliknya kelebihan tekanan angin bisa mengurangi daya cengkeram ban di permukaan aspal. Untuk mengukur tekanan angin ideal pada ban sebenarnya membutuhkan alat khusus yang biasa ada pada alat pompa.

6. Perawatan Dan Penggantian Ban Rusak

Pemilik mobil wajib hukumnya menaruh perhatian lebih pada komponen ban. Agar perjalanan tetap lancar dan aman, maka sebaiknya sebelum memulai perjalanan perhatikan kondisi ban mobil terlebih dahulu. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan kondisi ban mobil bertujuan untuk mengetahui kelayakan kondisi ban mobil saat hendak digunakan. Bila terdapat beberapa indikator kerusakan di atas, segera lakukan perawatan hingga pengganti ban dengan yang baru. Khawatirnya bila dipaksakan dalam kondisi tekanan kurang, ban gundul/aus, ban rusak, dan usia ban kedaluwarsa, maka bisa memicu terjadinya kecelakaan fatal saat perjalanan. Entah disebabkan ban kehilangan traksi karena menurunnya daya cengkram ban terhadap permukaan jalan, atau terjadi pecah ban saat melaju pada kecepatan tinggi.

Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Ban
Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Dan Penggantian Ban

Intinya, pemilik mobil harus menaruh perhatian lebih soal perawatan ban, rotasi ban, dan penggantian ban yang sesuai rekomendasi pabrikan. Perawatan atau service berkala merupakan suatu keharusan, agar senantiasa mendapatkan kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Ketika service berkala biasanya di dalamnya juga ada pekerjaan pengecekan fisik ban dan rotasi ban mobil, sehingga bisa menambah rasa aman dalam berkendara. Kelalaian atau kurang rajin melakukan servis berkala pada mobil, sama halnya mempertaruhkan keselamatan dan nyawa sendiri beserta keluarga. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah tempat terbaik untuk melakukan service berkala, perawatan, dan perbaikan mobil kesayangan Anda.

Keunggulan melakukan service dan perbaikan di bengkel Zaini Auto motor adalah tanpa antrian, biayanya murah, perbaikan cepat dan tepat, banyak promo, tersedia sparepart, dan ditangani mekanik berpengalaman. Bahkan saat ini generasi millenial sangat menggemari layanan “Bengkel Mobil Panggilan”. Karena layanan ini mudah diakses melalui aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone berbasis android maupun IOS. Jadi, customer bisa secara realtime memantau histori perbaikan mobilnya memalui smartphone. Dan nantinya tinggal terima beres performa mobilnya akan kembali prima seperti baru lagi.

Agar Radiator Mobil Awet dan berumur panjang

Ini Rahasianya Agar Radiator Mobil Awet Dan Berumur Panjang

Radiator mobil memegang peranan yang sangat penting bagi kinerja sebuah kendaraan. Dimana radiator dan merupakan tempat penampungan utama bagi cairan pendingin mesin. Cairan pendingin bagi radiator bisa berupa air mineral biasa, cairan khusus (radiator coolant) atau campuran dari keduanya. Salah satunya fungsi utama cairan radiator adalah untuk menjaga kestabilan suhu kerja mesin dan mencegah mesin dari overheat.

Saat mobil berjalan, mesin akan menghasilkan panas. Cairan radiator yang bersirkulasi di dalam sistem pendingin mesin (engine cooling system) inilah yang bertugas menyerap dan menghilangkan panas yang dihasilkan oleh mesin mobil. Kemudian cairan pendingin tersebut akan kembali lagi ke dalam radiator untuk didinginkan oleh kipas radiator (radiator fan). Setelah temperaturnya menurun, cairan pendingin ini diedarkan kembali ke komponen pendingin mesin dan ke saluran water jacket pada blok mesin untuk menyerap panas lagi. Proses sirkulasi ini berlangsung terus menerus sesuai dengan kerja dari mesin selama mobil digunakan.

Agus Tri Ariyanto, Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Peran radiator untuk memastikan terjadinya proses pendinginan pada mesin dapat bekerja secara continue. Cairan radiator yang dialirkan ke komponen sistem pendingin mesin harus mampu menyerap panas mesin dengan cepat. Apabila proses penyerapan panas oleh cairan radiator ini berjalan lambat, maka berpotensi menyebabkan terjadinya overheat pada mesin mobil. Seiring berjalannya waktu, cairan pendingin di dalam radiator bisa menjadi kurang efektif untuk mendinginkan mesin. Hal ini lantaran adanya partikel kontaminan yang berupa kerak, karat, lumpur dan kotoran lainnya yang makin lama makin menumpuk dan mengendap di dalam radiator. Ketika efektifitas dari sistem pendingin mulai berkurang, maka kinerja mesin mobil pun bisa sangat terganggu. Bila sudah begini, akan terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar sehingga mobil menjadi boros BBM. Dan yang paling fatal adalah terjadinya overheat pada mesin yang mengharuskan adanya perbaikan overhaul (turun mesin) pada mobil.”

Bagaimana cara mencegah kerusakan pada sistem pendingin sehingga radiator bisa tetap awet dan berumur panjang? Agus Tri Ariyanto, selaku Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor berbagi tips rahasianya untuk merawat radiator mobil.

1. Hindari Mengisi Radiator Mobil Menggunakan Air Mineral Biasa

Tidak dapat dipungkiri, cairan radiator sebagai media pendingin mesin sangat rentan terhadap kotoran, apalagi jika berasal dari air mineral biasa. Pemakaian air mineral biasa sebagai media pendingin pada radiator sebaiknya dihindari. Karena air mineral biasa yang berasal dari air tanah (sumur), air PDAM, air keran, biasanya memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi. Kandungan zat tersebut dapat berdampak buruk pada radiator, antara lain terjadinya korosi yang bisa menyebabkan kebocoran pada radiator.

Mengisi Radiator Menggunakan Air Mineral Biasa
Mengisi Radiator Menggunakan Air Mineral Biasa

Selain itu, air mineral biasa berpotensi menimbulkan endapan kotoran di dalam radiator dan mempercepat terjadi korosi pada komponen pendingin mesin. Apabila radiator jarang dikuras, maka kotoran akan menumpuk/mengendap membentuk gumpalan yang dapat menghambat sirkulasi pendinginan dari radiator menuju mesin mobil. Oleh karenanya, pemilik mobil disarankan untuk secara berkala mengganti cairan radiator sesuai petunjuk dan rekomendasi pada buku manual setiap mobil.

“Cairan radiator bukan sekedar sebagai pendingin temperatur mesin, namun juga sebagai pencegah terjadinya korosi pada saluran sistem pendingin. Korosi dapat mengakibatkan kerusakan pada radiator, seperti kebocoran pada radiator dan komponen pendingin lainnya. Endapan kotoran yang menyumbat saluran radiator, akan menghambat sirkulasi cairan pendingin sehingga mesin cepat panas (overheat). Sebaiknya hindari pemakaian air biasa karena memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi.” ungkap Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

2. Pentingnya Coolant Bagi Keawetan Radiator Mobil

Bukan rahasia lagi, jika cairan radiator berperan sangat penting dalam menstabilkan suhu mesin dan mencegah terjadinya gejala overheat pada mobil. Perlu diketahui, apabila mesin mobil telah mengalami overheat, maka untuk perbaikannya perlu dilakukan tindakan overhaul (turun mesin) pada mobil. Untuk mencegah hal ini terjadi, pemilik mobil perlu secara berkala melakukan penggantian cairan radiator dengan cara flushing (menguras radiator). Selanjutnya, sangat dianjurkan mengisi radiator dengan cairan khusus radiator yakni radiator coolant.

Pentingnya Radiator Coolant Bagi Mobil
Gunakan Radiator Coolant Agar Komponen Pendinginan Mobil Terjaga

Air mineral biasa yang berasal dari air tanah, PDAM atau air suling, tidak bisa bekerja seefektif cairan khusus radiator (coolant) dalam mendinginkan mesin dan mencegah korosi. Sebab, radiator coolant merupakan cairan khusus yang didesign dengan berbagai formula khusus, sehingga sanggup menjaga temperatur mesin sesuai kebutuhan. Selain memang dikhususkan untuk menyerap panas dan menjaga kestabilan temperatur mesin, radiator coolant juga mempunyai fungsi lain. Yakni untuk mencegah korosi di dalam radiator dan saluran sistem pendingin mesin, serta untuk mengangkat endapan kotoran dan karat yang menumpuk di dasar tabung radiator dan permukaan saluran pendingin.

“Radiator coolant memang diformulasikan khusus untuk menyerap panas dan mencegah korosi pada komponen logam seperti radiator dan saluran pendingin mesin (water jacket). Adapun kandungan utama dari cairan coolant, adalah air tanpa mineral, zat anti-beku propylene glycol, dan pencegah karat. Penggunaan air mineral biasa (air tanah dan PDAM) seringkali menimbulkan masalah pada radiator, dikarenakan air tersebut kerap mengandung partikel seperti lumpur, karbon, garam dan lain sebagainya. Hal ini dapat menyebabkan korosi dan endapan kotoran yang akan menyumbat saluran pada sistem pendingin mesin dan radiator. Jadi pilihan terbaik untuk merawat radiator mobil adalah dengan menggunakan radiator coolant, dan sebisa mungkin menghindari pemakaian air mineral biasa.” Jelas Agus Tri Ariyanto ketika diwawancarai di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

3. Periksa Kondisi Selang Radiator

Selang radiator pada umumnya terbuat dari bahan karet yang berfungsi untuk menghubungkan radiator ke saluran pendingin di mesin mobil. Pada setiap mobil pada umumnya terdapat 2 selang yang terhubung ke radiator, yaitu selang radiator atas dan selang radiator bawah. Selang radiator diikat menggunakan klem baja untuk mencegahnya terlepas dari dudukannya akibat tekanan yang kuat dan temperatur tinggi dari mesin.

Kebanyakan selang radiator terbuat dari bahan karet sintetis yang tahan terhadap getaran, panas, dan tekanan tinggi. Karena bagian ini sangat sering terkontaminasi dengan panas mesin. Meskipun begitu, karet ini tidak selamanya mampu menahan panas dari mesin mobil. Apalagi jika mesinnya sering terjadi overheat, otomatis selang radiatornya bisa mengeras secara perlahan dan akhirnya retak.

Apabila selang radiator telah retak, maka tidak akan mampu lagi mengalirkan cairan radiator yang panas. Akibatnya cairan radiator bisa bocor, bahkan menyembur keluar saat mesin bekerja. Periksa keadaan selang radiator secara berkala, dan bila perlu, gantilah selang radiatornya jika sudah berumur.

4. Periksa Kondisi Tutup Radiator

Walau bentuknya kecil, tutup radiator memiliki fungsi yang sangat vital, oleh karenanya jangan pernah meremehkan peran tutup radiator. Apabila komponen ini bermasalah/rusak bisa mengakibatkan mobil mengalami overheat. Selain berfungsi sebagai penutup lubang pengisian cairan radiator, tutup radiator juga berperan sebagai pengatur tekanan di dalam radiator. Radiator bekerja dengan ruang yang vakum, sehingga di dalamnya ukuran toleransi tekanan di dalamnya sudah diatur dari pabrik. Keputusan buka-tutup pagar portal berdasarkan tekanan di dalam sistem radiator.

Tutup Radiator Rusak
Periksa Kondisi Tutup Radiator

Tutup radiator ini seolah menjadi pintu/portal antara radiator dengan tabung reservoir (penampung cadangan cairan radiator). Pada setiap tutup radiator memiliki komponen seal karet (pressure valve) dan pegas (pressure spring). Kerusakan tutup radiator dapat terjadi akibat adanya kerusakan pada seal karet ataupun pegas (pressure spring) yang sudah lemah. Sehingga akan menyebabkan sirkulasi cairan radiator yang berasal dari radiator yang menuju ke tabung reservoir terhambat. Akibatnya cairan radiator yang panas tersebut akan dikirimkan kembali ke bagian mesin. Suhu di dalam radiator dan mesin mobil pun akan meningkat secara perlahan.

Sebaiknya periksa bagian tutup radiator secara berkala. Periksa juga apakah seal nya masih kenyal atau tidak. Kalau sudah rusak, terpaksa Anda harus menggantinya dengan yang baru.

Tujuan menguras Air Radiator Atau Flushing Radiator Mobil

Pentingnya Menguras Air Radiator Secara Berkala

Memiliki mobil yang selalu digunakan dalam rutinitas setiap hari acapkali membuat perhatian dan perawatan mobil kesayangan terlupakan. Tidak terkecuali perawatan sederhana pada komponen mobil yang terkadang sering dianggap remeh, seperti pemeriksaan kondisi radiator. Merawat radiator mobil merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan, termasuk menguras radiator yang biasa disebut radiator flushing. Hal tersebut dikarenakan radiator merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pendinginan mesin mobil.

Radiator sebagai tempat penampungan utama cairan pendingin memegang peranan yang sangat penting bagi kinerja sebuah kendaraan. Cairan pendingin radiator ini bisa berupa radiator coolant ataupun air mineral biasa. Cairan pendingin di dalam radiator nantinya akan didistribusikan dan bersirkulasi ke seluruh komponen pendingin mesin mobil. Selanjutnya, setelah bersirkulasi mendinginkan temperatur mesin mobil, cairan tersebut akan kembali ke dalam radiator dan didinginkan oleh kipas radiator (radiator fan). Proses ini berlangsung terus menerus, sehingga temperatur mesin akan tetap stabil dan mencegah terjadinya overheat pada mesin.

Tujuan Kuras Radiator (Radiator Flushing) Secara Berkala

Cairan radiator pada sistem pendingin mesin umumnya berupa air mineral biasa, radiator coolant, ataupun campuran antara air dan radiator coolant. Seiring waktu pemakaian mobil, maka cairan radiator tersebut bisa terkontaminasi oleh kerak dan karat, yang berpotensi menyumbat dan merusak komponen sistem pendingin.

Kuras Air Radiator atau Radiator Flushing  Menggunakan Cairan RF (Radiator Flush)
Kuras Radiator dengan Cairan Radiator Flush

“Flushing radiator pada dasarnya bertujuan untuk membersihkan radiator dan seluruh komponen sistem pendingin mesin dari partikel kontaminan yang berupa kerak, karat, lumpur dan kotoran lainnya. Dan selanjutnya menggantikan cairan radiator tersebut dengan cairan pendingin yang baru dan lebih bersih. Dengan menguras radiator (flushing) diharapkan pendinginan mesin kembali maksimal dan menghilangkan penumpukan kotoran (kerak) yang bisa menyebabkan overheat pada mesin.” Ujar Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

Kuras radiator (flushing radiator) merupakan salah satu cara merawat radiator dan komponen sistem pendingin (cooling system) lainnya. Untuk melakukan flushing radiator dapat menggunakan air bersih yang dicampur dengan cairan flush (RF/radiator flush). Tujuan memakai cairan flush (RF) adalah untuk merontokkan endapan kotoran, deposit kerak dan karbon, yang menempel di dalam radiator dan di permukaan saluran pendingin. Sehingga kotoran/kerak yang berpotensi menghambat sirkulasi aliran cairan pendingin tidak akan menumpuk pada saluran pendingin dan di dalam radiator.

Kapan Waktu Yang Tepat Menguras Air Radiator (Radiator Flushing)?

Pada manual book (buku panduan) kepemilikan mobil, biasanya terdapat cara menguras radiator dan kapan harus mengurasnya (flushing radiator). Namun, antara produsen mobil yang satu dengan lainnya berbeda-beda interval waktunya. Sebagai contoh, untuk mobil baru Toyota Avanza, penggantian cairan radiator harus dilakukan untuk pertama kalinya setelah mobil menempuh jarak 160.000 km. Sedangkan untuk interval kedua dan seterusnya, dilakukan setiap mobil menempuh jarak 80.000 km.

Pada umumnya, jika cairan pendinginnya berupa campuran air mineral biasa dan coolant, maka flushing radiator dilakukan minimal setiap menempuh jarak 20.000 km atau minimal tiap 3 bulan sekali. Namun jika hanya pakai radiator coolant, kuras radiator bisa dilakukan tiap kelipatan 40.000 km. Ada juga pabrikan mobil yang merekomendasikan tiap menempuh jarak 80.000 km atau paling lama setahun sekali.

Kapan Waktu Yang Tepat Menguras Air Radiator (Radiator Flushing)?

Bagi mobil yang sering terjebak kemacetan di kota besar, disarankan melakukan flushing radiator lebih cepat dari rekomendasi di manual book. Untuk menemukan angka valid kerja radiator, biasanya menggunakan pedoman jarak tempuh mobil dikalikan tiga. Misalnya, batas maksimal flushing radiator berkisar 80.000 kilometer, jika jarak tempuh mobil sudah mencapai 25.000 km, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kondisi cairan radiator.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, “flushing radiator merupakan salah satu cara untuk merawat radiator agar tetap awet. Bila mobil sering digunakan, sebaiknya radiator dikuras setiap 3 bulan sekali, paling lama setahun sekali. Tergantung pemakaian dan kondisi medan yang sering dilalui. Menguras air radiator bertujuan agar komponen radiator yang terbuat dari logam terhindar dari korosi. Selain itu, juga untuk membersihkan endapan kotoran di dalam radiator yang bisa menyumbat kisi-kisi radiator dan saluran-saluran pada sistem pendingin mesin. Dengan rajin mengganti cairan radiator, maka radiator dan sistem pendinginan mesin akan selalu bersih dan pendinginan mesin jadi maksimal. Sehingga menjamin temperatur mesin tetap stabil dan terhindar dari masalah overheat.”

Agar Radiator Berumur Panjang

Kondisi radiator mobil harus benar-benar terawat dan terjaga dengan baik. Komponen-komponen sistem pendingin yang terhubung dengan radiator, seperti kipas radiator, pompa air (water pump), selang radiator, tutup radiator, termostat, juga harus selalu diperhatikan kondisinya. Dan hal yang kelihatannya sepele, seperti mengecek ketinggian level air pada tabung resevoir radiator, jangan pernah diabaikan. Apabila cairan pendingin pada radiator berkurang, maka segera tambahkan ulang di tabung resevoir radiator.

Cairan Coolant mencegah overheat pada mesin
Ganti Radiator Coolant Agar Pendinginan mobil Maksimal

Fungsi dari tabung resevoir ini adalah sebagai tempat air radiator cadangan. Berkurangnya air radiator di tabung reservoir menandakan sistem pendingin dan radiator tidak dalam kondisi yang baik. Maka periksa kemungkinan terjadi kebocoran atau kerusakan lainnya pada komponen sistem pendingin, seperti water pump, radiator, selang radiator, tutup radiator. Pada beberapa mobil terbaru, di tabung resevoirnya telah dilengkapi dengan sensor level air radiator. Jika lampu indikatornya menyala, berarti cairan radiatornya berkurang. Maka perlu segera memeriksa kondisi sistem pendingin mobil dari kemungkinan kebocoran, atau kerusakan lainnya.

Cara Muda Menguras Air Radiator

Selain itu, sangat dianjurkan bagi setiap pemilik mobil untuk selalu menjaga kebersihan radiator, baik bagian luar (kisi-kisi radiator) maupun bagian dalam radiator. Merawat dan menjaga kondisi radiator agar selalu dalam kondisi prima, sama halnya menjaga kondisi mobil agar tetap terus bisa dikendarai kapanpun. Namun, jika radiator tidak pernah dikuras (flushing) dan cairan radiator tidak diganti sesuai interval waktu yang disarankan, maka bisa berakibat fatal. Radiator dan komponen-komponen sistem pendingin bisa saja mengalami kerusakan parah, dan terjadi overheat pada mesin. Jika sudah begini, tentunya membutuhkan biaya mahal untuk perbaikan dan penggantian komponennya, karena diperlukan pekerjaan overhaul (turun mesin).

Cara Muda Flushing atau Kuras Air Radiator mobil

Menguras air radiator pada mobil cukup mudah dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Tinggal mengikuti petunjuk pada manual book perawatan mobil yang telah diberikan. Namun, adakalanya terdapat beberapa masalah yang ditemui saat menguras air radiator. Maka alangkah bijaknya menyerahkan perawatan radiator mobil kepada ahlinya/mekanik di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi. Selain untuk menghindari terjadinya kesalahan, melakukan perawatan di bengkel mobil akan lebih detail dan menyeluruh pada komponen-komponen pendinginan mesin.

Jangan pernah mengabaikan perawatan/service berkala pada mobil kesayangan Anda. Lakukan service berkala tersebut sesuai interval waktu yang telah direkomendasikan, agar mobil selalu dalam kondisi yang prima. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah salah satu bengkel mobil yang telah berpengalaman menangani service berkala dan perbaikan pada ribuan mobil pelanggannya.

Enaknya melakukan service dan perbaikan di bengkel Zaini Auto motor, antara lain tanpa antrian, harganya murah, perbaikan cepat dan tepat, tersedia sparepart, banyak promo/diskon, dan ditangani mekanik berpengalaman. Bahkan ada layanan yang saat ini digemari generasi millenial, yakni layanan “Bengkel Mobil Panggilan” di tempat manapun yang diinginkan. Layanan ini cukup mudah diakses melalui aplikasi “bengkel mobil Pro” di android dan IOS. Jadi, customer tinggal terima beres dan performa mobilnya akan kembali maksimal dan prima seperti baru lagi.

Service Berkala 1000 km Pada Mobil Baru Toyota

Mengapa Mobil Baru Wajib Service Berkala 1000 KM (1 Bulan Pertama)?

Ketika memiliki mobil baru, pastilah ingin sesering mungkin beraktivitas atau bepergian dengan mengendarai mobil tersebut. Apalagi saat weekend atau musim liburan, tentu sangat menyenangkan bisa membawa keluarga berlibur memakai mobil yang baru dibeli. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat pertama mengendarai mobil baru yang diidamkan. Biasakan terlebih dahulu mempelajari buku manual (manual book) yang meliputi, spesifikasi teknis dan pemakaian berbagai fitur yang dimiliki mobil. Serta pelajari kapan sebaiknya melakukan service berkala 1000 KM pertama, agar tidak salah dalam pemakaian dan perawatannya.

Berkendaralah di jalan dengan rileks dan sesuai dengan kondisi lalu lintas. Jangan langsung memacunya dengan bertindak agresif, seperti mengendarai mobil secara kasar atau kebut-kebutan. Hal ini dikarenakan komponen mobil baru membutuhkan waktu penyesuaian antar komponen yang bergerak selama digunakan, dan butuh beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

Dengan perkembangan teknologi terkini, tentunya kualitas sparepart mobil terus meningkat, sehingga celah terjadinya kesalahan produksi semakin kecil. Namun, tetap saja butuh waktu penyesuaian agar antar komponen yang bergerak dapat bekerja dengan baik, sehingga mereduksi potensi kerusakan. Untuk memastikan kondisi tersebut, para pemilik mobil baru disarankan untuk menjalani service berkala 1000 km atau 1 bulan pertama, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

“Meski semua komponen mobil sudah mengalami proses pengujian kualitas di pabrik, namun dalam proses produksinya, mungkin saja terdapat komponen yang tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, pada komponen pada mobil yang masih baru dan presisi, running-in period atau masa break-in (inreyen) penting dilakukan, agar ketika mulai digunakan ada penyesuaian antar komponen, kondisi lingkungan dan pemakaian. Dan untuk memastikan masa break-in (running-in period) berjalan dengan baik pada semua komponen mobil, maka perlu dilakukan service berkala 1.000 km.” Ungkap Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor,

Apa Ruginya Mengabaikan Servis Berkala Pertama Mobil di 1.000 km?

Para pemilik mobil dituntut untuk melakukan perawatan berkala, yang dimulai dari 1000 km atau 1 bulan pertama setelah digunakan. Namun adakah efek negatif yang timbul apabila kita melewatkan atau mengabaikan service pertama tersebut?

Diagnostic Scanning dan Service Berkala Pada Mobil Baru
Diagnostic Scanning & Inspection Services

“Sebenarnya tujuan service berkala 1.000 km itu lebih dimaksudkan untuk memeriksakan dan memastikan kondisi komponen-komponen mobil sudah sesuai standard. Termasuk di dalamnya oli mesin dan cairan lainnya, dalam keadaan baik, berfungsi optimal dan bekerja sebagaimana mestinya. Service berkala 1.000 km ini dilakukan setelah mobil digunakan dalam kurun waktu 1 bulan pasca diserah-terimakan atau dikirim ke konsumen.” jelas Agus Tri Ariyanto, selaku General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor.

Pada waktu servis pertama ini, tak ada komponen yang perlu diganti, para mekanik biasanya hanya akan melakukan pemeriksaan beberapa item pada komponen mesin, sasis, dan bodi mobil. Sebenarnya tidak ada yang secara spesifik dikhawatirkan, hanya saja bila ada komponen yang terganggu akan mengusik kenyamanan dalam berkendara. Apalagi difase ini pemilik mobil sedang asyik-asyiknya mencoba berbagai fitur dari mobil barunya.

“Secara khusus tidak ada yang perlu dikhawatirkan, namun seandainya ada komponen yang bekerja tidak optimal di awal pemakaian, dapat segera diperbaiki. Deteksi dini membuat kerusakan tidak akan menjalar dan bertambah besar, sehingga bisa mempengaruhi kenyamanan berkendara dari konsumen,” kata Agus Tri Ariyanto, di bengkel Zaini Auto Motor.

Mengapa Service Berkala 1000 KM / 1 Bulan Pertama itu Penting?

Service berkala 1.000 km pertama merupakan sarana penting untuk memeriksa dan memastikan bahwa mobil baru milik konsumen dalam kondisi prima. Hal ini demi untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pemilik mobil selama berkendaraan ke depannya. Bila cara mengemudi mobil dari konsumen kurang benar hingga ada komponen mobil yang rusak, maka saat service berkala 1.000 km bisa segera dideteksi.

Diagnosi scanning Service Berkala Mobil Baru
Diagnostic & Computer Scanning Service

Deteksi dini menghindarkan kerusakan yang bertambah parah, sehingga langsung bisa diperbaiki untuk menghindari kerusakan menjalar ke komponen mobil lainnya. Alhasil, mobil terhindar dari risiko perbaikan besar. Sebagai contoh, ada sedikit masalah pada mobil Toyota yang baru dibeli. Tetapi karena melewatkan service berkala 1.000 km pertama, kerusakan pada mobil baru tersebut semakin membesar. Untuk solusi masalah tersebut ternyata perlu mengganti komponen yang rusak. Apabila sampai ini terjadi, maka besar potensinya klaim garansi (warranty) mobil baru tersebut ditolak oleh bengkel resmi Toyota.

“Servis pertama merupakan hal penting yang jangan sampai dilewatkan. Pasalnya, service ini nantinya menjadi syarat dari warranty (garansi) yang diberlakukan setiap produsen mobil dan bengkel resmi. Memang sebaiknya jangan melewatkan service berkala 1.000 km pertama untuk mobil yang baru kita beli dan baru sekitar sebulan dipakai. Service ini sifatnya hanya pengecekan komponen dan fungsi kerja tiap komponen mobil, maka belum ada proses penggantian sparepart yang sifatnya rutin. Keuntungannya, jika ada komponen yang tidak berfungsi maksimal, bisa terdeteksi sejak dini, sebelum nantinya merembet menjadi kerusakan yang lebih parah.” Ujar Agus Tri Ariyanto, ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Komponen Yang Diperiksa Saat Service Berkala 1000 km

Saat service berkala di bengkel resmi atau bengkel mobil profesional lainnya, biasanya sesuai SOP akan dilakukan pemeriksaan secara detail. Terutama seluruh komponen bergerak pada mobil. Untuk pemeriksaan fungsi dari seluruh komponen interior di kabin, meliputi sistem kemudi, sistem AC, sistem keamanan, head unit dan fungsi kelistrikan. Selanjutnya, pemeriksaan pada bagian eksterior, meliputi bodi, pintu, lampu-lampu mobil, wiper, sensor dan kamera parkir.

Service Berkala Mobil Baru pada 1 bulan Pertama
Service Berkala Mobil

Pemeriksaan terakhir adalah pada bagian mesin dan penggerak roda. Untuk bagian mesin meliputi pemeriksaan oli mesin, tegangan fan belt, sistem radiator, brake fluid, cairan-cairan, pemeriksaan fungsi mesin secara umum. Sedangkan untuk sistem penggerak, meliputi transmisi, kopling, kaki-kaki mobil, shock absorber, dan rem mobil.

Jika semua sistem dan komponen bekerja dengan baik dan tidak ada kerusakan, maka mobil dinyatakan dalam kondisi baik dan prima. Namun jika ada kerusakan, maka langsung akan dilakukan tindakan penggantian sparepart yang rusak secara gratis. Tentu saja untuk komponen yang dijamin oleh garansi masing-masing produsen mobil, dan bukan kerusakan akibat salah perlakuan oleh pemilik mobil. Untuk seluruh pemeriksaan komprehensif pada service berkala 1000 km tersebut, pemilik mobil tidak dipungut biaya sedikitpun alias gratis. Oleh karenanya, jangan sampai terlewatkan ya untuk service berkala 1.000 km atau satu bulan pertama pemakaian mobil baru Anda.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi