Memanaskan Mesin Mobil yang benar

Anda Sering Memanaskan Mesin Mobil? Begini Cara yang Benar!

Masih ada anggapan dari beberapa pemilik mobil bahwa memanaskan mobil sebelum dikendarai itu penting. Benarkah? Memanaskan mesin mobil setiap pagi atau beberapa saat sebelum mobil dipakai bepergian seakan menjadi ritual khusus yang dilakukan para pemilik mobil. Selain itu berlama-lama dalam memanaskan mesin mobil sudah menjadi kebiasaan, terutama di pagi hari atau ketika mobil lebih dari 6 jam didiamkan. Dalam memanaskan mobil tersebut pun tidak sedikit dari pemilik mobil yang kerap memainkan pedal gas, dan tak sedikit pula yang beranggapan memainkan pedal gas dapat mempercepat meningkatkan temperatur panas mesin.

Memanaskan mesin mobil sebelum digunakan, merupakan salah satu mitos terutama di negara-negara yang mengalami musim dingin. Berdasarkan hasil survei, orang Amerika rata-rata butuh waktu lima menit untuk memanaskan mesin mobil sebelum digunakan bepergian. Sebenarnya hal tersebut tidak perlu dilakukan karena sia-sia dan justru membuat bahan bakar boros.

Listiyono, Kepala Bengkel mobil Pro “Zaini Auto Motor” Surakarta, menegaskan cara tersebut kurang tepat, terlebih lagi jika diterapkan pada mobil produksi terbaru yang sudah dilengkapi sistem bahan bakar injeksi. Jadi kebiasaan memanaskan mobil di pagi hari, berlama – lama memanaskan mesin, atau memainkan pedal gas saat memanaskan mesin mobil sudah tidak perlu lagi dilakukan, karena membuat bahan bakar terbuang sia-sia dan boros. Karena kebutuhan bahan bakar untuk proses pembakaran telah diatur dengan tepat oleh Electronic Control Unit (ECU) melalui kerja sensor-sensor pada mesin.

Listiyono menjelaskan, saat ini mobil produksi terbaru sudah dilengkapi berbagai sensor temperatur dan juga komponen thermostat yang berfungsi sebagai alat untuk mengatur temperatur panas sistem pendingin dalam kisaran suhu tertentu. Alat itu juga dapat menjaga temperatur mesin agar stabil baik saat kecepatan rendah maupun tinggi.

“Thermostat berfungsi untuk menaikkan suhu mesin secara cepat dengan jalan menahan aliran air pendingin sesaat selama mesin berputar awal,” ujar Listiyono.

Mesin yang telah beroperasi akan menimbulkan panas akibat gesekan antar komponen-komponen mesin. Kemudian panas yang timbul dari mesin akan membuat temperatur air pendingin di sekitar mesin (water jacket) meningkat, sehingga thermostat akan bekerja membuka pada temperatur yang telah ditentukan, serta akan menutup juga sesuai temperatur di mesin.

Jika proses pendinginan dilakukan sejak temperatur mesin masih dingin, maka hal itu akan menyebabkan proses pemanasan mesin berlangsung lama dan efeknya ada pada kinerja mesin yang tidak optimal dan konsumsi bahan bakar akan boros.

Sebelum suhu kerja mesin tercapai, proses pendinginan harus dinonaktifkan. Dalam keadaan mesin dingin maka thermostat akan menutup untuk mempercepat proses pemanasan mesin mencapai temperatur ideal. Disinilah peran thermostat yang akan bekerja menutup saluran air pendingin dari mesin (water jacket) yang bersirkulasi menuju ke radiator. Sehingga ketika mesin bekerja, sirkulasi air pendingin hanya berlangsung pada water jacket mesin.

Panas mesin akan terus meningkat, dan ketika suhu air pendingin telah mencapai angka sekitar 70-93 derajat celcius (140-200 derajat Fahrenheit) maka katup thermostat akan mulai terbuka secara otomatis dan membiarkan cairan mengalir menuju radiator untuk didinginkan. Mengapa? Karena wax sealed yang berada pada thermostat akan bereaksi berdasarkan suhu tertentu. Setelah mesin mencapai temperatur sekitar 100 derajat celcius, maka thermostat akan terbuka penuh, dan memungkinkan lebih banyak cairan pendingin mengalir menuju radiator sehingga proses pendinginan akan lebih cepat tercapai.

Termostat terletak pada bagian dimana cairan pendingin meninggalkan mesin (water jacket). Jika thermostat dalam keadaan tertutup, maka cairan pendingin akan mengalir kembali menuju pompa air (water pump). Dan jika thermostat dalam kondisi terbuka, maka cairan pendingin akan mengalir menuju ke radiator terlebih dahulu, baru kemudian kembali ke pompa air.

Rupanya tidak membutuhkan waktu lama untuk memanaskan mesin mobil sebelum dipakai bepergian. Praktis, setelah mesin menyala cukup ditunggu 30 detik sampai 90 detik. Dalam rentan waktu tersebut, biasanya pada mesin normal sudah dapat mencapai temperatur kerja mesin yang tepat dan ideal untuk dijalankan.

Bila Anda masih ragu, salah satu cara paling mudah mengetahui apakah mesin mobil sudah dalam kondisi ideal dan siap dikendarai yaitu dengan memperhatikan indikator temperatur mesin. Bila kondisi mesin prima dan indikator bekerja normal, maka umumnya jarum indikator penunjuk perlahan-lahan bergerak naik ke posisi tengah. Setelah itu mesin mobil siap digunakan.

Juga munculnya keraguan bila tidak memanaskan mesin maka sistem pelumas mesin belum bersirkulasi dengan baik, dan anggapan bahwa dengan memanaskan mesin mobil membantu oli untuk mencapai celah-celah mesin sempit yang perlu dilumasi, merupakan anggapan yang kurang tepat.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor” Surakarta, untuk mobil produksi terbaru saat ini telah dilengkapi dengan teknologi canggih, yang diklaim membuat mesin lebih efisien, lebih bertenaga, hemat pemakaian bahan bakar dan ramah lingkungan.

Misalnya Honda telah menyematkan mesin berteknologi i-VTEC (Intelligent Variable Valve Timing and Lift Electronic Control), Toyota dengan mesin berteknologi Dual VVT-i atau VVT-i (variable valve timing with intelligence), Mitsubishi dengan mesin berteknologi MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system), Nissan dengan mesin berteknologi CVVTC (Continuously Variable Valve Timing Control System), dan lain-lain.

Menurut Listiyono, untuk mesin sekarang ini yang telah menggunakan berbagai teknologi valve adjuster seperti diatas, secara fungsi mampu menahan pelumas tidak langsung turun ke penampungan oli (carter pan), sehingga ketika mesin mulai bekerja, oli bisa langsung melumasi bagian mesin. Berbeda dengan mobil zaman dulu, yang memang harus dilakukan pemanasan mesin agar sistem pelumasan bisa tersebar merata hingga ke celah-celah sempit seluruh komponen mesin.

Listiyono juga menuturkan, jika menggunakan kualitas pelumas yang baik dan sesuai spesifikasi yang dianjurkan, maka tidak semua partikel pelumas langsung turun ketika mesin berhenti. Sebagian partikel pelumas masih tetap menempel di permukaan komponen – komponen mesin, ini untuk menjaga mesin dari korosi atau karat.

Saat terlalu lama memanaskan mesin mobil, perlu diperhatikan pula bahwa mobil mengeluarkan emisi gas buang yang merupakan sumber polusi udara. Emisi gas buang banyak mengandung partikel-partikel berbahaya bagi kesehatan. Bila berlebihan, senyawa kimia ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan keracunan. Karena kandungan zat paling dominan keluar dari knalpot adalah karbon dioksida (CO2).

Saat kondisi mesin idle (stasioner) dan dipanaskan di ruang tertutup, misalnya garasi atau parkiran basement gedung, konsentrasi gas buang akan meningkat karena asap terperangkap di ruang yang minim sirkulasi. Sehingga memungkinkan gas buang masuk ke dalam kabin meskipun berjumlah sedikit yang tentu sangat membahayakan bagi orang disekitar mobil tersebut.

Sebenarnya memanaskan mobil tak selamanya berkaitan dengan mesin. Ada juga yang memang memanaskan mobil untuk menghangatkan atau mendinginkan interior kabin dalam mobil. Ini biasa dilakukan oleh mereka yang di negaranya mengalami musim dingin (salju) dan jika cuaca cenderung panas di negara tropis. Kalau dengan alasan menghangatkan atau mendinginkan kabin mobil, boleh saja memanaskan mobil dalam waktu yang lama.

Bengkel Mobil, Bengkel Mobil Pro, Memanaskan Mesin, Thermostat

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi