7 Cara Sederhana Menghemat BBM Mobil Anda

Hingga Oktober 2019, Harga Bahan Bakar (BBM) non subsidi seperti Pertamax, Pertalite, dan Pertamax Turbo seringkali mengalami kenaikan harga. Hal ini berarti, anggaran untuk kebutuhan bahan bakar mobil kesayangan Anda pun harus ikut naik. Mobil di zaman sekarang, kebanyakan sudah dibekali dengan berbagai fitur berkendara Eco (eco driving mode). Hal ini bertujuan untuk membantu pengemudi agar lebih efisien dan menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) selama berkendara. Fitur ini membantu mengatur dan mengetahui perilaku mengemudi agar hemat BBM. Namun sayangnya, belum banyak pengemudi yang menerapkannya dalam berkendara sehari-hari. Alasannya, tidak lain karena masih kurang paham dengan istilah tersebut. Sebelum menguras kantong makin dalam, setiap pengemudi wajib tahu cara menghemat BBM untuk mobil kesayangannya.

Setiap pengemudi dapat melakukan penghematan BBM pada mobil mereka sendiri secara gratis, yakni dengan melakukan beberapa perubahan perilaku mengemudi yang sangat kecil. Keuntungan merubah perilaku ini adalah menghemat anggaran untuk bahan bakar mobil, memaksimalkan penggunaan bahan bakar, dan memperpanjang jarak tempuh. Namun, ada pula perbaikan dan perawatan yang perlu dilakukan pada setiap mobil agar mesin tidak terlalu menyedot bahan bakar. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana agar lebih hemat BBM saat berkendara:

1. Periksa Kondisi dan Tekanan Ban

Ban mobil dengan tekanan udara yang tepat dapat menghemat pemakaian BBM hingga 3,3 persen, sehingga mampu meningkatkan jarak tempuh mobil. Pada umumnya, ban mobil cenderung akan kehilangan tekanan udaranya sebesar 1 Psi per bulan. Penurunan tekanan udara ini sering disebabkan oleh pengaruh kondisi dan suhu lingkungan. Oleh karenanya, dianjurkan untuk secara rutin memeriksa tekanan udara pada ban mobil minimal sebulan sekali. Namun, akan lebih baik lagi jika pengecekan tekanan ban ini dilakukan tiap satu minggu sekali. Dengan menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi, maka akan mengurangi resiko ban cepat aus/gundul. Sehingga usia pakai dan kondisi ban cenderung lebih tahan lama.

“Ban kempis akibat tekanan udara yang kurang akan meningkatkan konsumsi BBM (bahan bakar) sebesar 0,5% untuk setiap penurunan tekanan sebesar 1 Psi pada keempat ban mobil. Kondisi ini disebabkan karena meningkatnya rolling resistance (tahanan putar) pada ban mobil. Sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar dan mengharuskan pengemudi menginjak pedal gas lebih dalam dari biasanya agar mobil tetap melaju. Setiap pemilik mobil perlu mengecek kondisi tekanan ban mobilnya secara teratur, idealnya seminggu sekali dan paling lama sebulan sekali. Selain itu, tekanan udara yang tepat akan meningkatkan kinerja pengereman, dan memberikan traksi yang tepat untuk membantu kinerja kemudi agar tetap responsif.” Jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Tekanan udara ideal ban pada tiap mobil berbeda-beda, oleh karenanya lakukan pemompaan pada ban sesuai rekomendasi pabrikan. Waktu yang tepat untuk pengisian tekanan udara yang direkomendasikan adalah saat ban dalam keadaan dingin. Namun, jika mobil telah dikendarai beberapa saat, maka cukup menambahkan tekanan bannya sekitar 3-5 Psi.

2. Hindari Pengereman Mendadak

Cara sederhana menghemat BBM selanjutnya adalah menghindari pengereman secara mendadak. Mesin mobil membutuhkan tenaga yang besar tidak hanya saat berakselerasi, namun juga saat mengurangi kecepatan hingga berhenti (deselerasi). Oleh karena itu, saat mengemudi ada baiknya hindari melakukan pengereman secara berlebihan. Karena hal tersebut nantinya akan memaksa pengemudi menekan pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan semula. Sehingga konsumsi bahan bakarnya pun juga akan meningkat.

“Kuncinya, pengemudi harus mempertahankan momentum dan waktu sebelum berhenti. Jika menggunakan mobil bertransimi manual, pengemudi tinggal menekan pedal kopling, maka akan membuat mesin berputar idle/stasioner yang membantu mengurangi penggunaan BBM. Namun jangan memindahkan gigi persneling, karena putaran mesin bisa jadi tinggi. Selanjutnya, biarkan mobil coasting (meluncur sendiri tanpa di gas) dan pengemudi tinggal mengatur pengereman laju mobil. Tapi ingat, cara seperti ini hanya boleh dilakukan untuk pengereman yang sudah diprediksi titik berhentinya. Sehingga laju mobil bisa terkontrol hingga benar-benar berhenti.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Lalu bagaimana dengan mobil matic? Perlu diperhatikan, baik mobil matic ataupun manual, kuncinya itu memaksimalkan jeda waktu sesaat sebelum berhenti. Hal ini bertujuan agar pengereman laju mobil tetap optimal, dan pada saat yang bersamaan efisiensi konsumsi bahan bakar tetap terjaga.

3. Kurangi Beban Mobil Agar Menghemat BBM

Setiap pemilik mobil pasti menginginkan mobilnya irit saat sedang dikendarai agar tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk kebutuhan membeli bahan bakar yang kini tidak murah lagi. Cara mudah yang dapat dilakukan untuk menghemat BBM selanjutnya adalah dengan tidak membawa muatan berlebih pada mobil. Mobil yang membawa beban berlebihan, tentu akan membuat kinerja mesin menjadi berat dan menyebabkan konsumsi bahan bakarnya menjadi boros.

Setiap tambahan 45 kg beban yang diangkut, maka akan meningkatkan konsumsi BBM hingga 2%. Bahkan bisa lebih untuk jenis mobil city car, sedan dan hatchback. Apabila mobil juga dilengkapi rak atap (roof rack) yang selalu penuh muatan, maka konsumsi bahan bakar pun akan meningkat hingga 5% akibat adanya hambatan udara saat mobil melaju.

Perlu diketahui, sekitar seperempat dari setiap galon bahan bakar digunakan untuk mengatasi hambatan udara tersebut. Hal ini berarti, bila sebuah mobil memiliki rasio konsumsi BBM 1:10, maka mobil yang membawa muatan penuh di atap kabin, hanya akan mampu menempuh jarak 7 km untuk setiap 1 liter BBM yang dikonsumsi.

“Apabila beban yang diangkut mobil terlalu berlebihan, baik karena barang-barang yang dibawa ataupun jumlah penumpang di dalam kabin, maka kinerja mesin menjadi berat. Karena semakin berat mesin bekerja, maka bahan bakar yang akan terkuras juga berbanding lurus dengan kinerja mesin. Mobil dengan bobot yang berlebih tidak hanya boros saat akselerasi tapi juga boros saat deselarasi, karena membutuhkan tenaga lebih untuk memperlambat laju. Untuk itu pengemudi harus manfaatkan jarak yang lebih panjang untuk memperlambat laju mobil. Karena mobil dengan beban yang lebih berat butuh waktu lebih lama saat coasting sebelum benar-benar berhenti.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Menghemat BBM Dengan Menyalakan AC Mobil Seperlunya

Untuk dapat berkerja dengan baik, maka sistem AC mobil membutuhkan support daya mesin yang ekstra besar. Sehingga mesin akan menyedot bahan bakar lebih banyak. Ketika kondisi cuaca di luar tidak terlalu panas, sebaiknya hindari penggunaan AC mobil. Mengurangi pemakaian AC mobil yang berlebihan, memang akan sangat membantu dalam menghemat konsumsi bahan bakar.

Dengan tidak menyalakan AC mobil, penumpang mobil biasanya perlu membuka jendela kaca. Namun, bila sedang berkendara di jalan tol yang mengharuskan mobil berkecepatan tertentu/tinggi, maka sebaiknya tutup jendela rapat-rapat dan nyalakan AC mobil. Karena, saat berkendara di jalan tol dengan jendela yang terbuka akan memperbesar udara masuk ke dalam kabin mobil. Sehingga menyebabkan terjadinya hambatan saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Dengan begitu, kerja mesin jadi lebih berat dan akibatnya bahan bakar terbuang percuma.

“Ketika menggunakan AC mobil, sebenarnya kinerja mesin bertambah dua kali lipat. Sehingga konsumsi bahan bakar yang digunakan mobil pun meningkat. Menggunakan AC dengan suhu yang terlalu dingin, juga membuat kinerja mesin menjadi lebih berat dan menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi boros. Maka dari itu, aturlah pemakaian AC mobil dengan suhu diantara 24-27 derajat celcius. Pada saat cuaca panas, parkirlah mobil di tempat yang teduh. Ketika ingin mengemudi lagi, sebelum menyalakan AC mobil, bukalah semua kaca untuk mengeluarkan udara panas dari kabin. Selain itu, disarankan melengkapi mobil dengan kaca film berkualitas tinggi, karena dapat mengurangi radiasi panas yang masuk ke kabin. Sehingga mengurangi beban kerja AC mobil untuk mendinginkan kabin, sekaligus dapat menghemat penggunaan bahan bakar,” jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

5. Jaga Jarak Aman dan Terapkan Smart Driving

Saat mengemudi diperlukan penglihatan yang sempurna, untuk itu setiap pengemudi harus selalu memperhatikan kondisi lalu lintas sekitar. Pandangan mata harus selalu waspada melihat setiap objek di depan, di belakang dan di samping mobil yang dikendarai. Sebagai contoh, dalam kondisi lalu-lintas lancar, pengemudi yang memacu mobil dengan kecepatan di atas 100 km/jam bisa menerapkan metode jarak aman 3 detik dengan mobil di depan. Jangan terlampau dekat, karena sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan 100 km/jam untuk bisa berhenti dari titik A ke B memerlukan jarak sekitar 27 meter dalam waktu 1 detik.

“Sebaiknya terapkan smart driving, jangan mebiasakan mengemudi secara agresif ataupun ugal-ugalan. Dalam menginjak pedal gas aturlah sesuai kebutuhan, karena dapat secara signifikan menghemat pemakaian BBM pada mobil. Ketika berkendara di jalan tol, usahakan melaju secara konstan dengan kecepatan 60 km/jam hingga 80 km/jam. Sedangkan ketika berkendara di jalan perkotaan, cukup memacu mobil dengan kecepatan 30-50 km/jam dan tergantung kondisi lalu-lintas yang dilalui. Itu merupakan kecepatan ideal untuk mengefisiensikan pemakaian bahan bakar pada mobil. Jika pengemudi sering melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada kecepatan tersebut, maka akan meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga 15% lebih banyak.” Ungkap Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

6. Hindari Akselerasi Dan Deselerasi Secara Mendadak

Dalam mengemudi sebaiknya hindari melakukan akselerasi secara mendadak. Karena akselerasi mendadak dapat membuat Electronic Control Unit (ECU) memerintahkan sistem untuk menyuplai bahan bakar secara maksimal. Sehingga berpotensi membuat BBM mobil menjadi boros. Intinya, hindari melakukan akselerasi dan deselerasi secara mendadak, sebaiknya dilakukan secara lembut dan konstan. Karena memacu mobil dengan kecepatan yang konstan dan berakselerasi secara lembut secara tidak langsung akan membuat suplai bahan bakar lebih stabil.

“Dalam berkendara, sebaiknya pengemudi jangan bernafsu menginjak pedal gas secara dalam. Namun, lakukan injak pedal gas secara perlahan-lahan, serta biarkan putaran mesin (rpm) naik dengan sendirinya secara perlahan. Selanjutnya, segera pindah ke posisi gigi yang lebih tinggi. Cara seperti ini bisa menghemat konsumsi bahan bakar hingga 11 persen,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Perpindahan tuas trasmisi secara cepat, yaitu pada kisaran 1000-2000 RPM juga akan membuat mobil lebih hemat bahan bakar. Sedangkan deselerasi secara mendadak dan berlebihan, akan memaksa pengemudi untuk menekan pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan seperti semula. Sehingga secara langsung dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang lebih boros. Setiap mengemudi hendaknya memperhitungkan jarak deselerasi dan pengereman yang tepat, sehingga laju mobil bisa terkontrol dan menghemat bahan bakar.

7. Rutin Service Berkala Mobil Akan Menghemat BBM

Menghemat BBM memang dapat dimulai dengan langkah sederhana seperti memperbaiki perilaku mengemudi yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun, merawat mesin secara rutin juga sangat mebantu dalam meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar pada mobil. Selain itu, performa mesin akan tetap maksimal dan secara tidak langsung akan memperpanjang usia pakai tiap komponen mesin.

Dengan rutin melakukan service berkala di bengkel mobil, maka kondisi tiap komponen mesin akan selalu termonitor dengan baik. Sehingga, bila ada kerusakan dapat segera diganti, dan tentunya akan lebih menghemat biaya dikarenakan kerusakan yang terjadi biasanya tidak terlalu berat. Penggantian komponen-komponen mesin yang sudah aus, kotor atau rusak, memang perlu dilakukan, karena akan memengaruhi efisiensi bahan bakar. Beberapa komponen mesin yang bersifat fast moving seperti busi, fuel filter, sensor udara, saringan udara, hingga bearing harus rutin diganti agar performa mesin terjaga dan tetap bekerja efisien.

Itulah beberapa cara mudah untuk menghemat bahan bakar pada mobil kesayangan Anda. Meskipun kebanyakan mobil produksi sekarang ini telah dirancang dengan teknologi hemat bahan bakar yang makin efisien, namun seiring pemakaian, mobil tetap perlu perawatan untuk memastikan kinerja mesin tetap seefisien ketika pertama kali di produksi pabrikan. Untuk urusan itu, bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah solusinya. Dengan melakukan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor, kinerja mesin mobil Anda dijamin tetap optimal dengan efisiensi bahan bakar yang sempurna. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dan aman ketika dikendarai sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh. Anda juga akan lebih menghemat anggaran untuk BBM ketika bepergian bersama mobil kesayangan Anda. Sudah saatnya setiap pemilik mobil sadar akan perlunya penghematan bahan bakar.

AC Mobil, Bahan Bakar, Bengkel Mobil, Hemat BBM, Menghemat BBM, Service Berkala

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi