Agar Shockbreaker Mobil Lebih Awet

6 Tanda Shockbreaker Mobil Anda Perlu Segera Diganti

Kenyamanan dalam berkendara merupakan hal utama yang paling diidamkan oleh setiap pemiliki dan pengendara mobil. Kenyamanan dalam berkendara bukan hanya diberikan oleh komponen interior dan eksterior mobil saja, tetapi komponen pendukung gerak mobil juga harus memberikan kenyamanan. Misalnya kaki-kaki mobil seperti link stabilizer, tie rod, penggerak kemudi, shockbreaker dan lain sebagainya. Komponen kaki-kaki tersebut harus selalu memberikan kenyamanan bagi pengendara dan penumpangnya, terutama komponen shockbreaker (shock absorber) mobil. Sehingga selama perjalanan penumpang terhindar dari kecapekan dan dapat beristirahat menikmati perjalanan dengan nyaman.

Agus Zainal, selaku mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor mengatakan,”Shockbreaker merupakan salah satu komponen yang berperan penting untuk menghasilkan kenyamanan selama berkendara. Hal ini karena shockbreaker memiliki fungsi untuk meredam getaran, menahan goncangan, dan menstabilkan mobil ketika terdapat guncangan akibat melewati kontur jalan yang tidak rata, berlubang atau bergelombang. Jika shockbreaker berfungsi dengan optimal, maka akan menunjang kaki-kaki mobil untuk meredam getaran (goncangan) saat melewati jalanan yang tidak rata, dan menjaga kestabilan laju mobil.”

Namun, seiring dengan usia pemakaian, jarak yang ditempuh mobil, beban yang diangkut, dan medan yang dilalui, maka kemampuan peredaman dari shockbreaker akan melemah. Tidak jarang pula komponen peredam kejut ini akan mengalami kerusakan, sehingga kenyamanan selama berkendara akan hilang sama sekali. Nah, berikut ini beberapa ciri-ciri kerusakan pada shockbreaker mobil yang dapat dideteksi sendiri, antara lain:

1. Keausan Ban Mobil Tidak Rata

Saat roda mobil berputar, bidang kontak antara ban dan permukaan jalan terus berubah sesuai dengan kecepatan mobil, frekuensi pantulan, kondisi permukaan jalan, dan lain sebagainya. Area kontak yang berubah-ubah akan terlihat pada tapak ban, dan ditandai dengan permukaan ban yang terlalu aus dan tidak aus. Bagian ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan akan lebih cepat aus, namun bagian ban yang tidak bersentuhan dengan jalan lebih sedikit keausannya.

Shockbreaker Rusak Menyebabkan Keausan Ban Tidak Rata
Keausan Ban Mobil Akibat Shockbreaker Rusak

Ketika shockbreaker rusak, maka proses peredaman terhadap guncangan menjadi lemah dan tidak sempurna. Sehingga mengakibatkan ban tidak mampu menjaga kestabilan menapak di permukaan jalan saat terjadi sedikit guncangan di atas permukaan jalan. Akibat ketidakstabilan tersebut, permukaan tapak ban tidak seluruhnya menapak di permukaan jalan, maka keausan ban pun menjadi tidak merata.

“Kerusakan shockbreaker mobil dapat diliat dari keausan kembangan (tapak) ban yang tidak rata. Biasanya sisi ban bagian dalam akan terlihat lebih cepat aus (gundul) daripada sisi bagian luarnya. Jika sudah terjadi kondisi seperti itu, maka sudah pasti itu disebabkan oleh kerusakan shockbreaker. Selain itu, kerusakan suspensi (shock absorber) juga menyebabkan ban memantul saat mobil berjalan, biasanya terjadi pantulan turun yang lebih keras di beberapa bagian ban. Masalah akan menjadi lebih buruk jika mobil sering melewati permukaan jalan dengan banyak gundukan, lubang, atau jalan yang tidak rata.” kata Agus Zainal ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

2. Ayunan Shockbreaker Berlebihan

Ketika sedang mengendarai mobil dan merasakan mobil berayun lebih lembut dari biasanya, dan mobil membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke posisi stabil, khususnya ketika berbelok di tikungan, maka dapat dipastikan performa shockbreaker sudah tidak optimal dan harus segara diganti. Ayunan berlebihan biasanya disebabkan oleh kondisi shockbreaker yang sudah lemah atau terjadi kebocoran pada shock absorber.

Untuk memastikannya, pergi ke setiap sudut kendaraan, kemudian tekan bagian mobil yang berdekatan dengan posisi shockbreaker ke arah bawah, lantas lepaskan tekanan tersebut. Apabila mobil memantul atau mengayun lebih dari 1-2 kali setelah Anda melepaskan tekanannya, maka bisa dipastikan kondisi shock absorber tidak normal.

Cara Memeriksa Ayunan Shockbreaker Mobil Toyota
Memeriksa Ayunan Shockbreaker Mobil

Cara lain untuk mengetahui shockbreaker sudah layak diganti adalah dengan mengendarai mobil melewati polisi tidur yang cukup tinggi atau melewati lubang yang cukup dalam. Apabila mobil seperti diayun-ayunkan berulangkali dan tidak stabil, hal itu menandakan kondisi shockbreaker sudah lemah dan tidak normal. Pada shockbreaker yang masih normal, ketika melewati gundukan atau jalan berlubang, hanya akan mengayun satu hingga dua kali. Karena shockbreaker dirancang untuk menstabilkan mobil dan sebagai peredam getaran atau guncangan.

“Kondisi shockbreaker (shock absorber) yang mengayun berlebihan apabila dibiarkan akan membahayakan diri sendiri dan penumpang. Karena kontrol gerak mobil tidak dapat dikendalikan secara maksimal. Sehingga kemungkinan terburuknya dapat menyebabkan kecelakaan,” kata Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Oli Shockbreaker Bocor

Layaknya komponen mobil lainnya, seiring waktu pemakaian, maka peredam kejut (shock absorber) juga bisa mengalami kerusakan. Terutama pada mobil kerap melewati medan jalan yang rusak (bergelombang), sering mengangkut beban berlebihan, dan mobil yang telah berusia lebih dari lima tahun.

Oleh karenanya, pemilik mobil wajib memeriksa kondisi peredam kejut mobilnya. Ada beberapa cara mudah untuk memeriksa kondisi fisik shockbreaker. Biasanya tanda yang nampak secara fisik dan paling umum terjadi adalah adanya cairan yang keluar atau rembesan oli yang keluar dari dalam tabung shockbreker. Kebocoran pada komponen suspensi (shock absorber) ini akan membuat kinerjanya tidak maksimal saat meredam guncangan.

Oli Shockbreaker (Sokbreker) Mobil Toyota Bocor
Oli Shockbereker Mobil Bocor

Dengan adanya kebocoran ini, menandakan komponen peredam kejut ini memerlukan perbaikan atau bahkan perlu penggantian dengan yang baru. Jika dinding tabung shockbreaker sudah mengalami goresan, maka langkah yang paling tepat yang bisa dilakukan yakni dengan mengganti shockbreaker dengan yang baru. Jika Anda memaksakan tidak menggantinya, maka kinerja shockbreaker tidak akan maksimal dan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, untuk melakukan perbaikan juga perlu dilakukan penyetelan ulang, dan biaya yang dihabiskan tentu cukup besar. Oleh karenanya akan lebih efisien bila mengganti shockbreaker lama dengan yang baru.

“Rembesan oli pada shockbreaker mengindikasikan adanya kebocoran. Biasanya terlihat dari adanya rembesan oli di bodi (tabung) shockbreaker. Jika cairan yang berada di dalam tabung shockbreaker ini habis, maka kinerja pistonnya tidak maksimal. Kalau kinerja piston tidak maksimal, akibatnya saat melewati jalan rusak, menyebabkan peredamanan guncangan tidak sempurna. Pemilik mobil harus segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan di bengkel shockbreaker terdekat. Kebocoran shock absorber pada mobil keluaran lama dapat diperbaiki dengan cara mengganti oli suspensi dan mengganti seal karetnya dengan yang baru. Namun untuk mobil produksi terbaru, jika terdapat kerusakan biasanya harus langsung diganti dengan yang baru dan tidak bisa diperbaiki.” ucap Agus Zainal ketika ditemui beberapa waktu lalu di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Suara Berisik Pada Shockbreaker

Munculnya suara berisik pada bagian suspensi menandakan kondisinya sudah tidak berfungsi secara baik. Ketika shock absorber tertekan, seharusnya bagian tersebut harus kembali ke posisi semula dengan segera. Namun jika shock absorber sudah lemah, aus, atau bocor, maka shock absorber tidak segera kembali ke posisi semula dan tingkat baliknya menjadi lama. Akibatnya, peredaman pun tidak sempurna dan mobil seperti terbentur keras.

Penyebab Suara Berisik Pada Shockbreaker Mobil
Bushing Shockbreker Rusak

“Kebanyakan komponen suspensi (shock absorber) menggunakan media peredaman berupa oli. Jika volume oli di dalam tabung shock absorber sudah tidak sebanyak sebelumnya, atau sudah berkurang diakibatkan bocor, maka ketika mobil melalui tekstur jalan yang tidak rata, pengendara akan merasakan guncangan berlebih. Di bagian kaki-kaki mobil dan suspensi akan muncul bunyi berdecit atau suara “jedug” seperti benturan benda yang mentok tiap melewati gundukan atau jalan tidak rata. Jika sudah begini, sebaiknya komponen suspensi segera diganti sebelum merusak komponen mobil lainnya.” Saran Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, suspensi (shock absorber) memiliki lubang baut pengikat di setiap ujungnya, yang mencegah kemungkinan lepas dari dudukannya di mobil. Lubang baut pengikat ini masing-masing memiliki bushing karet, dan jika bushing karet tersebut rusak, aus atau pecah, maka suara berisik juga akan terdengar saat kendaraan melaju melewati gundukan.

5. Body Mobil Miring (Tidak Seimbang)

Kondisi shockbreaker yang lemah akan menyebabkan tampilan body mobil terlihat lebih rendah dari pada kondisi normalnya. Hal ini dapat diperiksa dengan memarkir mobil di tempat yang rata, kemudian perhatikan jarak antara sepatbor roda dengan ban mobil. Bila setiap roda memiliki jarak yang berbeda dengan sepatbor, maka kemungkinan salah satu shock absorber tidak berfungsi dengan baik. Hal ini dikarenakan komponen shock absorber tidak cukup kuat untuk menahan berat body mobil itu sendiri.

Suspensi Mobil Rusak Mengakibatkan Bodi Mobil Terlihat Miring
Body Mobil Terlihat Miring Akibat Shockbreaker Rusak

“Bodi mobil yang terlihat miring, sebagian besar terjadi karena kaki-kaki mobil tidak bekerja dengan baik, terutama suspensi yang sudah lemah. Komponen bushing dan karet pada dudukan suspensi biasanya yang paling pertama rusak, selanjutnya komponen yang rusak adalah shockbreaker. Jika bagian ini rusak maka dapat mempengaruhi ketinggian mobil. Selanjutnya, coil spring (per keong) yang sudah lemah juga akan membuat ketinggian bodi mobil berbeda, sehingga tampak miring salah satu sisinya.” jelas Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Apalagi saat dikendarai, berat mobil akan bertambah dengan berat jumlah penumpang dan muatan barang yang berada di dalam mobil. Maka ketika melewati polisi tidur dan jalan berkontur tidak rata akan menyebabkan kerusakan parah pada shock absorber dan bisa merusak komponen mobil lainnya. Oleh kareanya, perlu segera melakukan pergantian pada komponen suspensi ini, karena akan berbahaya bila tetap membiarkan hal ini terus terjadi dalam waktu yang lama.

6. Sistem Rem Membutuhkan Waktu Lebih Lama Untuk Menghentikan Mobil

Tanpa adanya sistem rem, maka mobil yang melaju tidak akan bisa berhenti dengan sempurna. Rem mobil pun dapat dijadikan tanda untuk mengetahui kondisi shock absorber. Karena fungsi lain dari shock absorber adalah memindahkan gaya gerak kendaraan dan gaya pengereman roda ke body kendaraan, melalui gesekan antara permukaan jalan dengan ban. Kondisi suspensi (shock absorber) yang baik dan prima akan menambah kemampuan cengkram ban terhadap permukaan jalan.

Mengganti Shock Absorber Yang Rusak Dengan Yang Baru
Mengganti Shockbreaker Yang Rusak

Shockbreaker yang bermasalah, biasanya akan membutuhkan banyak waktu untuk menggerakkan seluruh batang pistonnya (piston rod). Hal ini tentunya akan menambah waktu pengereman, dan memperpanjang jarak kendaraan untuk dapat berhenti secara sempurna. Selain itu proses cengkraman tapak ban terhadap jalan akan berkurang ketika terjadi pengereman secara mendadak. Proses pengereman menjadi tidak stabil, karena peredaman yang dilakukan shockbreaker sangatlah lama, dan kekuatan daya cengkram ban terhadap jalan untuk mengkuatkannya pun juga berkurang.

Jika mobil kesayangan Anda terdapat salah satu gejala di atas, maka kami sarankan untuk segera datang ke bengkel shockbreaker terdekat atau bengkel mobil terdekat untuk memeriksakan kondisi suspensi (shock absorber) mobil Anda. Namun, bila Anda tidak punya banyak waktu untuk ke bengkel mobil, dan ingin mendapatkan tempat service yang aman dan berkualitas, sebaiknya segera lakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor. Anda dapat memilih layanan “bengkel mobil panggilan“, dimana mekanik dari bengkel Zaini Auto Motor akan segera mendatangi lokasi Anda.

Setiap mobil yang ditangain bengkel Zaini Auto Motor akan mendapat pemeriksaan dan perawatan maksimal. Mekanik profesional dan berpengalaman akan memeriksa seluruh kondisi mobil Anda, termasuk kondisi shock absorber. Selanjutnya mekanik Zaini Auto Motor akan memberi tahu perbaikan apa saja yang diperlukan, dan memberi saran jika memang perlu adanya penggantian sparepart. Selain itu, bengkel Zaini Auto Motor juga menyediakan berbagai macam suku cadang asli. Jadi, Anda tinggal terima beres dan performa mobil akan kembali maksimal.

Bengkel Mobil Terdekat, Bengkel Shockbreaker, Shock Absorber, Shockbreaker, Suspensi, Suspension

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi