Transmisi Manual Mobil Honda

5 Kebiasaan Salah Mengemudikan Mobil Bertransmisi Manual

Pengemudi mobil bertransmisi manual selama ini dianggap lebih memiliki kemahiran (skill-full) dalam berkendara, dibanding pengemudi mobil matic. Padahal masih banyak pengemudi mobil bertransmisi manual memiliki kebiasaan negatif dalam mengendarai mobilnya.

Mengemudi akan menjadi hal yang sangat menyenangkan apabila pengemudi memahami teknik berkendara yang tepat. Sebaliknya, mengemudi dengan kebiasaan yang salah, justru berpotensi boros bahan bakar, menimbulkan kerusakan dan memperpendek usia mobil. Selain itu, bisa berujung terjadinya kecelakaaan.

Pengemudi mobil dengan transmisi manual tentu harus menguasai teknik mengemudi yang benar, dan menghidari berbagai kebiasaan yang salah. Berikut ini penjelasan kebiasaan salah yang sering dilakukan pengemudi mobil bertransmisi manual, antara lain:

1. Kaki Selalu Berada Di Pedal Kopling

Saat mengemudi, hindari selalu meletakkan kaki di atas pedal kopling. Meski dianggap hanya sekedar menempel saja, tanpa disadari pengemudi bisa memberikan tekanan pada pedal kopling selama mobil berjalan. Pasalnya, kebiasaan meletakkan kaki standbay di pedal kopling menyebabkan kampas kopling panas (overheat), bantalan (release bearing) dan plat kopling (clutch disc) lebih mudah menipis.

Ketika pedal kopling diinjak seharusnya kampas kopling terbebas dari flywheel, sehingga pengemudi dapat mudah memindahkan tuas transmisi dengan baik. Tetapi jika kampas kopling tidak bisa terbebas dari flywheel, akan menyebabkan putaran mesin dan transmisi tidak terputus sempurna sehingga pengemudi akan kesulitan memindahkan gigi.

“Apabila kampas kopling sudah menipis dapat mengakibatkan kopling selip. Selain itu, kampas kopling yang overheat akan menyebabkan kinerja kopling juga bermasalah. Hal ini karena kampas kopling tidak bisa terlepas dari flywheel saat pengemudi menginjak pedal kopling, sehingga pengemudi tidak dapat memindahkan gigi.” ujar Agus Zainal di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Hindari Kaki Selalu Berada di pedal kopling
Hindari Kaki Selalu Berada di pedal kopling

Sebaiknya selalu istirahatkan kaki ke lantai mobil setelah memindahkan gigi. Hindari selalu meletakkan dan mengistirahatkan kaki di atas pedal kopling.

2. Asal Menurunkan Gigi Transmisi

Pada mobil bertransmisi manual, perpindahan gigi bisa dianalogikan seperti naik dan turun di tangga. Ketika hendak berakselerasi sebaiknya dilakukan bertahap, mulai dari gigi kecepatan terendah hingga gigi kecepatan tertinggi. Maka, saat mengurangi kecepatan pun juga harus dilakukan bertahap dari gigi kecepatan tertinggi hingga gigi terendah.

Diperlukan kemampuan pengemudi yang baik dalam memindahkan posisi tuas persneling secara cepat dari gigi kecepatan tertinggi hingga terendah. Perpindahan tuas persneling tidak bisa dilakukan sembarangan, misalnya dari gigi lima langsung ke gigi satu.

Apabila dilakukan sembarangan akan beresiko bagi keselamatan berkendara, hal ini sama seperti menarik parking brake (rem tangan) saat mobil dalam kecepatan tinggi. Mobil akan mengalami over RPM, yang bisa menyebabkan kampas kopling cepat panas, dan rusaknya gigi sinkroniser transmisi (synchronizer gear gearbox), serta gigi persneling lainnya juga mudah rusak.

3. Kurang Memanfaatkan Engine Brake

Engine brake merupakan salah satu cara menurunkan kecepatan mobil dengan memanfaatkan hambatan putaran yang terjadi pada mesin. Walaupun tanpa menurunkan posisi tuas transmisi, dengan mengendurkan injakan pedal gas akan terasa kecepatan mobil tertahan, itu juga bisa disebut engine brake. Namun, kondisi ini akan lebih terasa dengan cara mengendurkan injakan pedal gas disertai menurunkan gigi transmisi tinggi ke gigi rendah. Untuk transmisi manual biasanya pada posisi gigi 2 hingga 1, atau untuk transmisi matic pada posisi tuas transmisi D (Drive) ke gigi 1-2.

“Waktu yang tepat untuk memanfaatkan engine brake adalah pada saat kecepatan tinggi di jalan lurus atau saat melewati jalanan menurun panjang.” ujar Agus Zainal di Bengkel Zaini Auto Motor.

Dengan manfaatkan engine brake dan tidak hanya mengandalkan fungsi sistem rem konvensional, maka beban kerja sistem rem jadi berkurang. Sehingga sistem rem tidak cepat panas (overheat) yang bisa berakibat rem blong terutama di jalan menurun tajam. Selain itu juga akan memperpanjang usia pakai rem dan konsumsi bahan bakar tidak lebih boros.

4. Jarang Menetralkan Tuas Transmisi

Saat berhenti di lampu merah atau mengalami kemacetan lalu-lintas, lebih baik tuas transmisi diposisikan netral dari pada menahanya pada posisi masuk ke gigi kecepatan satu atau lainnya. Kalau terpaksa harus sering berhenti karena antrian kemacetan, lebih baik tuas transmisi diposisikan netral disertai injak rem atau manfaatkan rem parkir, sehingga pedal kopling bisa dibebaskan.

Jarang Menetralkan Tuas Transmisi Mobil Manual
Netralkan Tuas Transmisi

Tanpa disadari apabila terus melakukan kebiasaan ini, kaki akan kelelahan dan pegal akibat sering menginjak pedal kopling. Selain itu kampas kopling akan cepat menipis karena terus bergesekan dengan cover clutch dan flywheel. Jadi ketika terjebak macet atau menunggu lampu merah, tuas transmisi diposisikan netral dan istirahatkan kaki tanpa menginjak pedal kopling.

5. Menginjak Penuh Pedal gas saat RPM Rendah

Saat hendak memulai menjalankan mobil, cukup dengan memainkan pedal kopling terutama pada jalanan rata, mobil sudah bisa bergerak, baru tambahkan gas sedikit. Kebiasaan menginjak gas dalam-dalam pada saat kendaraan akan mulai dijalankan, sebenarnya akan membuat mobil cenderung lebih boros BBM.

Kebiasaan ini sering disebut kick down atau flooring pedal gas, yakni menekan pedal gas hingga mentok pada saat RPM mesin masih rendah. Jika sering dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Kebiasaan ini tidak begitu membantu meningkatkan performa mesin, tetapi hanya membuat mesin meraung keras.

Itulah 5 kebiasaan salah saat Mengemudi mobil bertransmisi manual yang patut ditinggalkan. Usahakan untuk selalu melakukan cara mengemudi yang baik dan benar agar komponen mobil tidak mudah rusak. Dan selalu kenali setiap gejala tidak normal yang terjadi pada mobil, agar Anda dapat mengantisipasi terjadinya kerusakan mobil ketika ditengah perjalanan.

Melakukan pemeriksaan dan servis secara rutin di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi akan sangat berguna untuk menjaga performa mobil dan lebih menjamin keselamatan berkendara. Manfaatkan segala kemudahan melakukan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda di bengkel mobil Zaini Auto Motor. Melalui layanan booking service, bengkel mobil panggilan dan aplikasi “bengkel Mobil Pro” akan memudahkan setiap pemilik mobil melakukan service cepat dan tanpa antrian. Dengan didukung mekanik profesional, biaya yang lebih murah, dan peralatan sesuai standart bengkel resmi, maka akan membuat setiap pemilik mobil tenang dalam mempercayakan servis mobil kesayangannya.

Bengkel Mobil Pro, Bengkel Mobil Terdekat, Engine Brake, Transmisi Manual

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi