Pentingnya Mengetahui Bahaya Blind Spot Pada Kendaraan

5 Faktor Penyebab Blind Spot Yang Berbahaya Bagi Pengemudi Mobil

Setiap pengendara mobil atau motor wajib berhati-hati saat berkendara di jalan raya. Berbagai risiko kecelakaan seringkali mengintai setiap pengendara, salah satu yang sering menjadi penyebabnya adalah blind spot. Blind spot merupakan area yang gagal terlihat atau tidak terlihat oleh pengemudi, sehingga merupakan kelemahan dasar berkendara.

Bahkan menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, “Blind spot dipercaya menjadi penyebab paling dominan dari resiko terjadinya kecelakaan di jalan raya. Hal ini terjadi karena pengemudi seringkali tidak dapat melihat dengan jelas kendaraan lain dibeberapa sisi kendaraan. Perlu dipahami, semakin besar dimensi mobil berarti area blind spot pun semakin besar. Sehingga dibutuhkan perhatian dan fokus yang lebih untuk menghindari kondisi ini,” saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor, akhir pekan lalu.

Dalam pengertian umumnya blind spot sering disebut dengan titik buta. Blind spot sejatinya merupakan area pandang (visibilitas) yang tidak terlihat oleh pengemudi dikarenakan beberapa faktor. Diantara faktor-faktor yang menjadikan pemicu munculnya blind spot antara lain:

Dimensi Mobil Penyebab Blind Spot

Terjadinya blind spot pada sebuah mobil, linear dengan bentuk dan dimensi mobil yang dikendarai. Intinya desain dan jenis mobil berdampak pada besar kecilnya area blind spot saat berkendara. Semakin besar dan tinggi dimensi mobil yang dikendarai, maka makin besar pula area blind spotnya.

Dimensi Mobil adalah Faktor Besarnya Area Titik Buta.

“Dari banyaknya tipe mobil yang beredar di Indonesia, yang paling kecil area blind spot-nya adalah mobil berjenis city car. Karena mobil city car memiliki dimensi lebih kecil dari model lain, dan memiliki visibilitas yang lebih baik dari model lainnya.” Ujar Listiyono saat diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Faktor Lingkungan

Ketika memacu mobil di jalur pegunungan dengan jalan berkelok dan menanjak, tentu sangat menyenangkan dan punya keasyikan tersendiri. Namun, selain pemandangan yang menyejukan mata, jalur pegunungan yang berliku ternyata kondisi lingkungan di sekitar bisa menimbulkan blind spot. Pandangan pengemudi terhadap kondisi jalan di depan sering terhalang pohon, dinding bukit dan puncak bukit. Kondisi ini tentunya butuh ekstra kewaspadaan, misalnya saat hendak menyalip mobil atau kendaraan di depan.

Bahaya Blind Spot Di Daerah pegunungan
Bahaya Blind Spot Di Daerah pegunungan

Selain itu, ketika melewati lingkungan yang memiliki desain bangunan menghalangi pandang pengemudi juga bisa menyebabkan terjadinya blind spot. Pengemudi mobil perlu menurunkan kecepatan jika menemukan ruas jalan dengan blind spot. Jangan mencuri kesempatan saat berada di persimpangan jalan. Bunyikan klakson atau nyalakan lampu untuk memberi tahu kehadiran Anda kepada pengemudi lain yang berada dari arah berlawanan.

Ketika hendak berjalan pastikan sekeliling karena siapa tahu dari arah berlawanan, kiri atau kanan ada kendaraan lain yang menyerobot. Oleh karena itu penting untuk selalu sigap dan waspada ketika mengemudi, karena dari beberapa survei terjadinya kecelakaan lebih besar dikarenakan faktor manusia (human error).

Kondisi Lalu Lintas

Ketika memacu mobil di jalur tol atau di daerah yang ramai, jarak pandang sering terhalang kendaraan yang lebih besar. Sehingga sering tercipta area blind spot yang membahayakan. Terlebih lagi saat hendak mendahului atau mengambil jalur lain di jalan raya.

Selain itu, ketika mobil dalam posisi berhenti dan hendak berjalan, atau saat lalu-lintas sedang macet, biasanya terdapat area blind spot pada bagian depan dan samping mobil. Sering pula terjadi kecelakaan akibat blind spot di jalanan yang macet atau saat berhenti di lampu lalu-lintas ini. Misalnya ketika hendak jalan ketika lampu lalu-lintas hijau, tidak jarang ada pengendara motor yang sebelumnya berhenti di depan atau yang tiba-tiba masuk di samping mobil, kemudian terlindas atau tertabrak mobil di belakangnya.

Blind Spot Yang Terjadi Pada Saat Lalu-lintas Macet
Pada Saat Lalu-lintas Macet

Contoh lain, saat hendak berbelok atau pindah jalur, sering kali ada pengendara motor yang tak terlihat di seperempat sisi belakang mobil. Akibatnya pengendara motor tersebut bisa saling bersenggolan dengan mobil. Sehingga pengemudi perlu berhati-hati dan waspada, khususnya ketika mengendarai mobil yang memiliki kap mesin depan atau kabin kemudi yang tinggi. Biasanya pengemudi akan kesulitan melihat bagian bawah, samping dan belakang.

“Diperlukan jarak minimal dua meter dari depan kendaraan yang memiliki kabin yang tinggi seperti truk, baru pengemudi bisa melihat objek di depannya. Namun, jika kurang dari itu, terdapat blind spot yang sangat menghawatirkan, akibatnya bisa tertabrak atau terlindas.” tutur Listiyono di tengah keramaian bengkel Zaini Auto Motor.

Kondisi Muatan Mobil

Masing-masing kendaraan memiliki area blind spot yang berbeda-beda, tergantung pada jenis kendaraan. Misal, mobil penumpang terdapat di sebelah kiri dan kanan pengemudi. Sementara untuk mobil box, bus dan truk terdapat di semua sisi kendaraan, tapi area yang lebih parah adalah bagian belakang. Karena terhalang muatan, dan pandangan ke spion tengah pun tidak ada, sehingga tak bisa melihat bagian belakang seperti pada mobil penumpang.

Blind Spot Akibat Muatan Berlebihan Yang Terjadi Pada Berbagai Jenis Kendaraan

Pada mobil penumpang, mengangkut muatan yang bertumpuk di dalam kabin, ternyata juga bisa menimbulkan blind spot ke area belakang mobil. Alasannya, karena jangkauan pandangan yang terbatas spion, hingga terhalang oleh muatan yang dibawa. Jika tidak hati-hati, maka bukan tidak mungkin mobil akan menabrak atau tertabrak kendaraan yang berada di belakang yang tidak terlihat dari kaca spion tengah. Situasi seperti ini sering terjadi ketika tiba-tiba ada pengemudi ingin menyalip kendaraan lain ataupun berbelok di jalan raya. Manuver yang dilakukan begitu saja tanpa memperhatikan kondisi di belakangnya akhirnya sering memicu kecelakaan.

Faktor Cuaca Penyebab Blind Spot

Kondisi cuaca juga amat berpengaruh, seperti saat terjadi hujan lebat atau kabut dapat mengurangi visibilitas pengendara. Berkendara saat musim hujan memerlukan perhatian yang lebih khususnya dalam kesiapan kendaraan dalam melewati kondisi jalan yang licin dan jarang pandang yang minim. Jarak pandangan yang seharusnya terlihat jelas beberapa ratus meter ke depan, biasanya akan terhalang air hujan, cipratan air dari kendaraan lain atau kabut, sehingga butuh tindakan antisipasi untuk menyikapinya.

Faktor Cuaca hujan dan kabut Penyebab Terjadinya Blind Spot

“Mengurangi kecepatan mobil saat hujan mulai deras atau saat cuaca berkabut, merupakan langkah antisipasi yang pertama kali perlu dilakukan. Kemudian jaga jarak kendaraan karena dalam kondisi cuaca seperti ini memerlukan jarak pengereman yang lebih panjang. Tak kalah penting, hidupkan lampu utama kendaraan atau lampu kabut. Tujuannya untuk meningkatkan visibilitas pengemudi dan agar pengguna pengendara lain juga mengetahui keberadaan kita. Pada saat sebelum menikung, perlu memberikan isyarat bunyi klakson dan menempatkan posisi menikung pada area terluar tikungan. Posisikan kendaraan kita agak jauh melebar ketika menikung supaya kehadiran mobil kita dapat terlihat pengemudi lain,” imbuh Listiyono mengakhiri wawancara.

Fitur Penghilang Blind Spot

Umumnya produsen mobil sudah memperhitungkan blind spot yang akan dialami oleh pengemudi ketika mengendarai mobil produksinya. Bahkan beberapa mobil masa kini sudah banyak dilengkapi fitur tambahan yang membantu pengemudi sehingga blind spot dapat diminimalisir. Seperti, fitur blind spot monitoring yang dilengkapi dengan blind spot detection yakni untuk mendeteksi obyek atau kendaraan lain yang dekat dengan mobil kita.

Berikutnya ada fitur Lane Departure Warning (LWD) systems. Fitur ini akan memperingatkan pengemudi jika mobil keluar dari jalur pantauan sensor. LWD menggunakan sensor kamera yang terpasang di kaca depan dekat kaca spion yang terus-menerus melihat marka bergaris dan garis padat di depan jalan. Bahkan, ada juga produsen mobil yang telah menambahkan fitur rear view camera yang berupa tayangan video real time. Sehingga pengemudi dapat melihat kondisi nyata di belakang mobil secara lebih jelas dan dengan sudut pandang yang lebih luas.

Meskipun fitur-fitur tersebut telah ada di beberapa mobil produksi terkini, alangkah baiknya tetap berhati-hati dalam berkendara. Perlu diingat bahwa jalan raya merupakan area segala macam kendaraan dan pengguna jalan yang berlalu lalang. Memahami posisi berkendara dan menjaga jarak aman dengan pengendara lain sangatlah penting. Agar Anda segala fitur keselamatan dan keamanan responsif dan dapat digunakan secara maksimal, maka perlu service berkala dan tepat waktu.

Selalu pastikan kondisi mobil yang Anda kendarai dalam keadaan sehat dan prima dengan rutin melakukan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor. Dengan segala kemudahan layanan service dan perbaikan, maka ketika Anda sibuk atau “mager”, cukup hubungi customer service bengkel Zaini Auto Motor. Mekanik profesional dan berpengalaman akan segera mendatangi Anda, untuk melakukan service dan perbaikan pada mobil Anda sesuai yang Anda kehendaki.

Bengkel Mobil, Blind Spot, Blind Spot Detection, Blind Spot Monitoring, Lane Departure Warning

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi